Monday, 23 July 2012

Make Up : Eyeliner Oriflame !




Assalamualaikuuuumm the world! J

Karena liburan masih sangat panjang terbentang di depan mata, and I have many ideas to write about including what I am going to write right now, so now is the right time to write it on. Hehe..

Ide bersumber dari blog teman seperkuliahanku, Anita Widiprastyanti yang kebanyakan isi blognya tentang review make up yang dia pakai. Ada lipstick, ada bedak, ada foundation cream, banyaaaak… kalau mau tahu go click this!

Aku pikir tidak ada salahnya aku menulis juga tentang produk make up yang aku pakai plus historynya. Beberapa tahun mendatang aku bisa kembali lagi ke masa sekarang dan menyadari, well, I struggled enough to get every single thing I want. Syukur syukur kalau blog ku belum diban dan semoga jangan amit amit jangan sampai, aku bisa bilang begini ke anak anaknya Ayah.

“Dulu, Umi juga kemayu lho..pake ini dan itu juga…dulu umi was in her way to look like what she wish..”

Hehehe.. ngarep amat aku…ngomong ngomong soal teman kuliahku itu, dia cantik, a young mother and a happy young wife. Thanks for her to give me such a good idea to write on :*

Dan jadilah satu label “My Stuff”. :D

Nowwww, make up pertama yang ingin aku review adalah 3 benda ajaib favoritku. Eye liner!!! Dari semua make up, ini adalah favoritku nomor wahid, eyeliner! Aku punya tiga eyeliner dengan bentuk dan jenis yang berbeda beda. Pertama kali yang aku beli adalah eyeliner bentuk selaksa spidol, bernama stylo eyeliner, ujungnya serupa ujung spidol dan bila diaplikasikan akan menghasilkan garis tajam di atas bulu mata persis di pelupuk mata bagian atas semi basah seperti kalau memakai eye liner cair (pernah nyoba eye liner cair sekali waktu dipinjemin Tanteku). Cuma, bentuk spidol ini lebih ringan dibanding yang bentuk cair. Oh ya, ketiga tiganya ber-merk Oriflame. Banyak temanku yang berbisnis Oriflame dan aku menjadi salah satu pelanggannya walau sekedar dalam tahap mencoba. Dan aku selalu beli saat musim diskon tiba. Aku menganut faham

“Segaya apa pun, harus disesuaikan dengan ketebalan kantong”

Tak perlu memaksa diri untuk bisa tampil wah kalau memang belum sampai di kapasitas untuk tampil sedemikian rupa. Tidak boleh ‘kegeden cagak’ kata Nenekku.

Dan dalam pembelian make up ini aku menemukan filosofi hidup itu di dalamnya. Kalau tidak salah yang spidol ini dari harga 80an dapet diskon jadi turun setara dengan 40 atau 30an. Aku lupa karena itu eye liner pertama yang aku beli dan sekarang sudah tidak pernah aku pakai karena mendekati titik penghabisan dia.

Yang kedua yaitu yang double trouble itu, ada dua ujung, di sisi satunya eye liner warna hitam dan sisi lainnya warna putih. Ini yang umum digunakan orang dan paling mudah pengaplikasiannya, eye liner model pencil. Hanya saja karena nggak punya unceran khusus eyeliner, aku menajamkannya dengan cutter dan sering bikin patah, jadi cepat jadi pendek dia.Menghasilkan garis serupa seperti kita menggoreskan pensil, tidak tajam dan serupa blur..jadi walau pun agak lebar daerah penggoresannya, tidak akan terlalu ketara karena efek blur tadi. Beda dengan yang cair atau spidol tadi, satu garis saja rasanya sudah kentara banget, menghasilkan efek tajam dan dramatis. Itu menurutku.. kalau pencil ini efek ringan dan casual..aku pakainya buat kalau kuliah setiap harinya, yang putih bisa diulas di bagian bawah kata mbaknya di youtube itu bisa memberikan efek segar dan menyamarkan mata bengkak serta spot hitam di bawah mata. Itu juga belinya waktu ada diskon, tapi aku lupa berapa. Mungkin sekitar 30-an saja atau bahkan 20an..

Yang ketiga dan juga favoritku adalah eyeliner kajal ini. Gambarnya yang berdiri dan diliat sekilas seperti lipstick milik anak PUNK. Tapi itu eye liner. Lembek, dan mudah juga mengaplikasikannya. Menghasilkan efek hampir sama dengan eyeliner pensil, hanya ini bisa lebih tebal dan dramatis. Tergantung pemakaian. Harganya menakjubkannya karena waktu itu aku dapat diskon menjadi 20 ribu saja dari harga awal yang melompati angka 50 ribu rupiah. Tipis atau tebal bisa diatur sedemikian rupa. Enak dipakai dan tidak habis habis.

Well, I’m still in progress to have a face skin like I wish for so long. I am 21 years old, and if God’s willing I have a long long journey prepared to be stepped on. Hope we can inspire each other and grow up together in struggling and efforts.

It is my first make up review, hope can be inspiration towards all readers. Semangath!! :D

Wassalam!:)

Saturday, July 21st 2012- my blue bedroom accompanied by ‘Damai Mimpi’ by Erwin Moron featuring Serenade Orchestra.

2 comments:

  1. awww meyke.. :3
    such a sweet post..
    hihihi..
    ayooo keracunan juga bikin blog perlenongan? ;)
    kalo boleh saran, dikasi swatchnya juga pas diorek2 di wajah.. hihihi..
    keep blogging dear ^^

    ReplyDelete
  2. naaaah, ini dia Suhu nyaaaa..hahaha..
    iya inni, lumayan juga buat nulis nulis sambil latian dandan jugah :D
    iya sih, insyaAlloh next edition yaah...#ceilah kayak majalah ajee..
    Thanks dearrr, you tooooo :D

    ReplyDelete