Saturday, 9 June 2012

Jealous


Di Sabtu sore yang cerah ini, I will write the first entry about ‘Reading session”. It is about the books I have just read, biar tidak menguap begitu saja, maka bukunya akan aku foto, dan akan aku ceritakan pelajaran hidup nomor berapa yang terkandung dalam buku ini.

And it is about a novel entitled ‘Jealous’. Sudah kali kedua ini aku baca novel menyoal putus cinta. Entah tanda tanda apa ini. Hehehe…

Ini soal mbak mbak berumur agak paruh baya sekitar 31 tahun yang sudah pacaran putus nyambung selama 14 tahun dengan pacarnya, namanya Raka. Mbaknya bernama Kiara. Lha, singkat riwayat di awal awal novel, mereka pedot gitu setelah 14 tahun berpacaran. Bayangkan, 14 tahun. Kata masnya, dia tidak bisa bernapas dalam menjalani kehidupan bersama mbaknya. Mbaknya terlalu mengekang, terlalu cemburuan. Mereka tidak cocok. Lah, yang aku sangsikan, kalau tidak cocok, kenapa tidak dulu dulu putus? Kenapa tiap putus mau balikan lagi? Terhitung 6 kali mereka putus. Aku ngaca di cermin, aku berapa putus pun aku sampai lupa. Dan lagipula, ini bukan menyoal kehidupan cintaku, tapi cintanya mbak Kiara. Sadar, Mey..sadar..

Dan putusnya kali ini, yang cowok gitu yang mutusin, dan memang sebelum putus itu, mereka khan putus, baru 2 minggu balikan lha njur putus yang beneran itu. Dan selama mereka putus sebelum balikan 2 minggu yang lalu, si Raka itu emang udah deket sama cewek berumur 20 tahun alias 11 tahun lebih muda daripadanya yang mana masih seger.

Ni mbak Kiara tertatih tatih dalam balutan rasa perih pasca putus cinta yang setelah aku bayangin pasti rasanya sakit luar biasa. Pacaran 14 tahun, man… nggak bisa bayangin betapa sedihnya, terngesot ngesot hatinya. Dan yang bikin semakin aku ikut tersayat sayat adalah nada deringnya di HP Raka buat panggilan dari Kiara adalah cucokrowo…

Tapi aku juga agak sangsi, walau pun pada akhirnya si pihak laki laki itu memutuskan untuk memutuskan jalinan cinta, kok bisa bisanya sampai set nada dering se cucokrowo itu?? At least, alamat palsu atau iwak peyek gitu. Kenapa cucokrowo??? Kenapa Ya Alloooh??

Maaf, terbawa suasana…

Well, di tengah tengah novel diceritakan betapa si Kiara tersiksa dalam segala segi karena ditinggal kekasihnya. Dia sampai mau nyuri celana dalam si mantan dan membawanya ke dukun untuk diguna guna. Tapi, ngga berhasil nyuri, dia tertatih tatih sepanjang waktu, sampai kerjaannya ikut berantakan karena moodnya selalu sendu kelabu.

Dan usut punya usut kenapa dia sampai tidak relanya mantannya berlalu begitu saja dan langsung mendapat tambatan hati baru karena, well…selama 14 tahun itu apa saja bisa terjadi dan seperti kebanyakan sinetron gitu, Raka had taken everything from Kiara. Tahulah maksutnya udah gede gini..

And drag me to the conclusion, pelajaran hidup nomor 9 : No matter how much you love someone, never ever give everything you aim unless you get surat nikah from KUA.

Ini penting banget!! Penting banget! Kayak lagu entah judulnya apa, dikatakan your body is wonderland, entah ada hubungannya atau tidak, your body is your assets up to death come up to you. Cuma punya satu, satu kali seumur hidup.

Katanya enaknya Cuma beberapa menit, tapi menderita seumur hidup. Tanpa sok suci dan menghakimi, banyak temanku yang berakhir dengan gelagat akan menua bersama dengan tersiksa dengan suaminya karena pernikahan dini dan pikiran yang kurang matang.

Dan aku yakin setiap orang ingin menua bersama orang terkasih, tumbuh bersama, dengan bahagia. Aku juga mau. Jadi, insyaAlloh jaga apa yang perlu dijaga mengingat hidup Cuma sekali, dan pinginnya nikah juga Cuma sekali, dan menua juga Cuma sekali, jadi pinginnya bersama orang yang mencintai dan dicintai, yang mau menemani saat jelek sekali, dan ikut bersorak gembira saat cantik sekali.

Galau…

Well, ini happy ending kok. Ya, seperti novel cinta lainnya begitu akhirnya dapet cinta lagi, terus berlanjut, hidup must go on gitu..

Yang aku pingin dari novel ini adalah….hehehe

Saat dia terpuruk gitu, tiap pagi ada yang mengetuk pintu kontraannya, dan memasak untuknya. Lah, aku juga mau…

Since I can not cook….yet, lah aku juga mau begitu..

Dan pemikiran seperti ini menyeretku pada kenyataan, I have grown up..my way of thinking change…

Atau mungkin karena aku kebayakan baca novel cinta dan nonton film Korea… entah itu racun atau tidak, tapi akhir akhir ini aku jadi agak idealistic menyoal hati.

Dan aku agak ragu menulisnya di blog, tetapi mengingat hanya segelintir orang yang mungkin tidak aku kenal saja yang baca, it doesn’t matter. Hahaha…

Dan novel ini sayup sayup memantapkan hatiku untuk … ah mbuhlah,

Bye…J

1 comment:

  1. Some people strayed removed from quick and even average to deliver a fantastic audemars piguet replica through very good achieving success. As the seal breaches any specific normal situation relating to liquid which includes washing laundry both hands and taking a shower can result in the interior method so you can get humid, allowing it to moreover contribute to that gemstone to help you haze together internally. A omega replica sale is simply not screwing downward that top 100 % which sometimes help liquid to help you go into that sit back and watch, despite the fact that that sit back and watch is without a doubt closed accordingly. A wrist watch have to offer just the right stop a powerful clothes. Notably at professional activities, a wrist watch is without a doubt an item will be able to rolex replica your thing, and even provide you start looking chic, and even classy. Pattern at present features low cost, simply because running watches is sold within much lower fees. In cases where you need low cost through cool design the unique days in running watches is the appropriate possible choices. There is always many rolex replica sale an automatic foot orthotics glimmering gems included in running watches. A number of running watches can be there which you could opt to be dressed in at professional activities.

    ReplyDelete