Wednesday, 6 June 2012

Ini Mengajar Yang Tidak Baik


Pukul 12 tepat aku siap siap berangkat flying to Salatiga. I had to give a private course. My first time to give private course at that place, one class consists of 4 students.

“Miss, nanti ngajar jam 4-6 anak kelas 5 SD ya, ipa, bahasa jawa, sama pkn”

Aku ingat kata pelajaran hidup nomor 29 bahwa, untuk mencoba hal baru, you have to nekat. I agreed straightaway.

“Yes, miss..”

“Tapi yang bahasa jawa cari soalnya sendiri ya miss…browsing..”

“Oke miss..”

Aku yang ndlosor sambil liat King2Heart episode final dengan muka berseri seri karena happy ending, so sweet tak terkira…entah kapan…

Mandi, dandan.. cium tangan ibu dan terbang…

Naik bukit, turun lembah, nyebrang sungai Tuntang, berenang…dan sampailah, Salatiga…

Browsing nggak juga ketemu, aku sms miss..

Miss, aku cari soal bahasa jawa nggak ada, miss…gimana?”

“ya udah miss nggak apa apa, nanti biar kerjain LKS nya aja.”

Aku search sekilas soal soal bahasa Jawa, dan seketika terlihat huruf huruf melengkung lengkung, berhuruf baca dimana dimana, melengkung elastic sekali, dan ya!! Itu aksara Jawa. Dan entah demi apa aku yang able Cuma Bahasa inggris harus ngajar Bahasa Jawa, kelas 5 SD pula. Aku panic di posnet. Dan aku sadar, IPA dan PKN juga menanti, undang undang, pancasila, segala cermin datar, cembung cekung dan kerusakan mata, pembukaan UUD dan pernak perniknya. Can I go home?? Too late…

Dengan tertatih tatih namun dengan sedikit bumbu optimis aku melangkah gontai menyusuri jalan, melewati kuburan Cungkup dengan headset terpasang anggun di kedua telinga, dan “Someone Like You” olahan Sam Tsui mengalun tertatih tatih, hatiku galau…melambai lambai… segala undang undang, pembukaan UUD 45, disusul kuas dan lensa serta periskop, disalip aksara jawa melayang layang dan krama madya alus dan inggil rebutan tempat di otakku..Galauuu…. tertatih tatih, sendirian….

Dan untungnya aku punya Mela, salah satu 5 sekawan yang orangnya baiiiik….rumah kontrakannya baiiik….

Karena aku lupa jalan ke les lesannya, aku mampir sana, sholat dulu minta pertolongan…

“Ya Alloh, demi apa aku harus ngajar IPA dan PKN, ya Alloh…Tolong Meykke Ya Alloh…” sungguh sungguh aku berdoa, air mataku berlinangan… Mela langsung ngepel…. Mela membasuh air mataku, Mela ikut berdoa di sampingku,

“Ya Alloh, bantu Meykke Ya Alloh…hindarkan dia dari marabahaya…amien…” kita berpelukan kayak teletubbies di taman di bawah matahari yang ada wajah bayinya…

*

Aku re-make up pake ulang tabir surya si pelindung sinar matahari SPF 15 saja, melakukan make up sekenanya, dan siap untuk melanjutkan perjalanan lagi… Itu di daerah Turusan, jalan dari kampus melewati Cungkup sekitar 1 km lebih sedikit.

“Kisanak, aku melanjutkan perjalanan, elang mana elang??”

“Baiklah kisanak, adanya perkutut kisanak..”

“Ya sudah, jalan kaki saja ki…Assalamualaikum…” kita saling melambaikan tangan…solemn..

Aku melangkah melanjutkan perjalanan dengan membawa segenap ilmu dan cinta yang ada.

Sesampainya,,,,

“Ini miss soalnya..”

Miss menyodorkan 2 test IPA dan PPKN. Selamatlah aku nggak jadi ngajar Bahasa Jawa. Bukannya apa apa, aku lemah dalam menulis Aksara Jawa. Tepatnya sekarang lupa dulu tidak bisa. Aku lihat sekilas…

- Siapakah pencetus bhineka Tunggal ika?

- Tujuan Negara tercantum dalam?

- Aturan yang dibuat oleh presiden dan digunakan untuk menetapkan kebijakan bagi warna negra disebut??

- Berikut ini pengamalan Pancasila sila ke-4 adalah??

“Miss, ada kunci jawabannya miss?”

“Nggak ada miss..”

Sebatang paving membentur kepalaku keras sekali. Aku limbung, hatiku tertatih tatih…

Aku melayangkan pandangan ke test IPA,

- Pemerintah melarang penggunaaan batu bara terus menerus karena dapat menyebabkan…

- Lensa untuk penderita rabun jauh adalah….

- Berikut ini adalah urutan bagian bumi dari dalam sampai luar adalah…

- Campuran timah, tembaga, dan seng dapat digunakan untuk membuat….

“Miss, ini juga nggak ada?”

Miss menggeleng anggun… hatiku lebih dari tertatih tatih, terngesot ngesot..

Dan keadaan mengajarkanku untuk menerima kenyataan sepahit apapun itu..pelajaran hidup nomor 18.

Pukul 4 tepat aku melangkah memasuki ruangan..

Di depanku 4 anak kelas 5 SD duduk, ngobrol sendiri, menciptakan pasar, mobat mabit, berisik, rancid.

2 jam itu, tidak, satu setengah jam itu aku di ruangan itu meregang otak memecahkan teka teki kehidupan.

And lead me to one conclusion “I will never ever teach them again forever”

Sepanjang ingatanku, walau pun dulu waktu kelas 4 SD aku pernah berkelahi dengan Gendro, Brina, Fita, Elvi, dan Anita, aku tak serancid itu terhadap guruku. They did. Setiap mereka tidak bisa menjawab, aku panic. Mereka tidak bisa, apalagi aku Ya Alloh??

Tibalah soal ini, “Siapakah pencetus Bhineka Tunggal Ika?” aku galau, seketika aku SMS Mela,

“mel, pencetus bhineka sopo?”

“Mbuh mey.”

Pura pura mati, pura pura nggantung diri..

Mereka menjawab Mpu Prapanca, aku ingetnya mpu Tantular, terjadi pergolakan batin. Aku mau Tanya GaJah Mada tapi dia pergi naik elang. Mereka bilang Mpu Prapanca, aku idem.

Selesai les, Mela SMS lagi.

“Mpu Tantular, Mey. Aku abis google.”

Mati…

Lead me to pelajaran hidup 67,

“Don’t force yourself doing something you are not able to do.”

Coba coba boleh, tapi tahu diri. Please, don’t try at home, unless you menyesatkan orang lain. Bila tiba saatnya aku bertemu Mpu Prapanca dan Mpu Tantular, aku akan berkata

“Kisanak, maafkan aku karena lupa Bhineka Tunggal Ika pencetusnya siapa, aku berdosa kisanak…”

Mereka marah, terbang pake elang, kadang Cuma telentangkan ketiak tiba tiba sudah sampai awan..

Aku pulang, aku menarik nafas kuat kuat, aku bebas ya Alloh…

Aku mampir lagi ke kost Mela, berdoa mohon ampun..

“Maafkan Meykke Ya Alloh…Meykke salah paham terhadap Mpu Tantular ya Alloh…”

Mela menengahdahkan tangan di sampingku,

“Ya Alloh, ini juga salah hamba tidak langsung browsing google ya Alloh… ampuni Meykke Ya Alloh…”

Mela ngepel…

Aku pulang..

But honestly, thanks a bunch for Mela, without you I would be suffered more. Mela liat aku kasihan, aku ditawarin pia keju..aku ambil satu, aku makan…mela nawarin aku minum, aku tunjukkin gembes 1 liter yang selalu aku bawa kemana mana yang dilihat sekilas mirip drigen..aku minum..lalu pulang, menghilang di tikungan jalan…

Naik angkot, menyeberang sungai tuntang, naik bukit kopi turun lembah…

Sampai rumah, mandi, makan, nulis ini..

22:02 aku sudah nulis selama sejam tidak terasa…

Lead me to the pelajaran hidup nomor 8 : Hidup itu tak mudah, hidup itu butuh proses, dan sekalinya kamu menikmatinya, curahan syukur akan terus mengalir dari hatimu, dan limpahan kasih sayang tuhan akan terus tercurah padamu…

I’m grateful still, God gives me so many nice people surrounding me and helping me, Alloh teaches me so many things through the hardship and test I have to get through. Gratitude is always filling in my heart, anyway. God knows the best, Alloh knows the best, for sure… J

2 comments:

  1. buseeeet turut berduka cita nduk #lhoh

    jgn memaksakan diri. betul sekali itu.. pengalaman adlh guru yg paling ngena ya :D

    semangat terus!!

    ReplyDelete
  2. iya nduk..maaciiiiiiiiih :*
    namanya uga orang nekatan@.@
    kadang membawa berkah, juga musibah...

    ReplyDelete