Wednesday, 27 June 2012

Rawa Pening With An Old Friend!




Akhirnya, setelah terbiasa dengan netbook yag entah demi apa tiba tiba separo dari layarnya memutih seperti kebijakan perpustakan kampusku awal tahun kemarin dan hingga aku beserta teman teman bersorak sorai bergembira tak perlu membayar denda, I’m back!:)

Dengan secangkir kopi yang asapnya menggulung gulung syahdu sekali, mendengarkan lagu bahasa Inggris yang 7 tahun yang lalu terpusingkan aku tak tau artinya apa, dan segenap jiwa dan cinta yang membumbung di dada, aku menulis entri kali ini. Nak tak pula ambil pusing akan dibaca atau hanya untuk sekelebat mata saja, bertahun tahun lagi kalau ini masih bertengger dan tak kena gusur Google, pasti akan aku baca lagi.

16 JUNI 2012. Itu tanggalnya. Pukul 7 dengan langkah cerah ceria menuruni jalan di tempat tinggalku, sampai pada depan Laris menyongsong teman lama kala SMP dulu. Sudah 7 tahun mungkin tak pernah dolan dan berkisah bersama (bahasaku….). dan nasib mempertemukan kita di gedung F genap dengan segala piranti hidup yang ada. Dan here we are, dandan cantik (at least, semoga…), dan menunggu angkot yang sepagi itu sudah menderu deru mengikis aspal jalanan kabupaten.

Kemana kita? Mudah saja, tak perlu menelan biaya besar demi air yang berjuntai juntai jumlahnya. Aku suka air terhampar, aku suka laut, aku suka danau, rawa, kolam renang, bak mandiku yang besar. Dan hari itu, kita akan ke hamparan air tenang, Rawa Pening Selalu Dikenang. Kisahku yang lama tentang Rawa Pening ada di sini

Setelah sempat salah naik angkot yang kalau tidak segera mencari klarifikasi dari pak Sopir, kita akan dibawa sampai ke Bawen, akhirnya kita singkat cerita turun dari angkot dengan penumpang yang agak memprihatinkan jumlahnya, kita berdua menghempaskan diri di sebuah serupa dua gapura selamat datang yang masih berupa bangunan tak berbaju, diam, dingin, masuk angin. Under contruction kata bu dosen. Entah kapan jadinya. Pemerintah lah sana urusannya..

Bukit Cinta dan Rawa Pening itu bagai jarum dengan benangnya, tembok dengan atapnya, serupa ukhti Oki Setiana Dewi dengan hijabnya, penulis dengan kopinya, pen dengan kertasnya, manusia dengan dosanya, dan perempuan dengan galaunya. Bukit Cinta yang menjulang menantang limpahan air tenang tepat di depannya, bagai kekasih merindukan limpahan cinta kekasihnya, bagai dua hal berbeda yang bila disatukan enak dipandang mata. Yang pasti tidak serupa hati dan otakku, Dua hal yang tak hakiki itu memang beda dan selalu berseberangan, bak dua besi kereta api yang menukik bersama demi menghidupkan jalur kereta api, namun sekali pun tak pernah bertemu di satu titik, berjalan bersama dan tak pernah benar benar bersama. Apa jangan jangan seperti cintamu itu? (pengaruh kopi ternyata memabukkan)

Pulang ke topic, dengan udara segar menelingkupi kita berdua, berjalan riang gembira. Penjaga karcis belum berangkat kerja, dan kami membangun keyakinan, kami bukan pendosa. Salah sendiri tidak berangkat kerja pagi pagi. Dan terlihat gundukan Cinta bertengger dengan megahnya, anakan tangga menjulur sejadi jadinya, sekali naik, terlihatlah segala keindahan Tuhan yang Maha Segalanya.

Menengok ke kanan seleluasa mata memandang, di situ air tenang bertahta, nun jauh di ambang mata pegunungan menjulang mencium gumpalan kapas raksasa, bersentuhan dengan permadani biru ciptaan Tuhan. Air berkolah kolah, Baru Klinting memadu mimpi di bawah. Menengok agak ke atas, matahari masih merangkak naik khas jam 9 pagi, hamparan warna biru kesukaan berkepak kepak selebar bola mata berpendar

“Is, ayo poto poto..”

Dengan gerakan tangan mengagumkan dan cekatan aku mengeluarkan sekotak alat yang bila ditekan tulisan camera akan berganti layar dengan objek di depannya, dan bila ditekan capture, terekamlah objek itu untuk selamanya.

Kita berdua foto berdua seperti ini, secara bergantian…



Ganti posisi. Akibat renovasi yang belum jadi, terdapatlah tulang tulang rusuk beton di batas bukit dengan rawa, berdiri sedemikian rupa dan melambai lambai untuk dititi.

Aku kerahkan segenap kekuatan jiwa dan raga untuk meniti tulang tulang itu dan berdiri bak orang mau bunuh diri di titian terluar. Imajinasi bermain dan seakan akan meniti juntaian tali berdiamater tidak lebih dari tia sentimeter saja. Aku pikir aku hebat, padahal tidak, belum…

Dan akhirnya foto serupa ini…ada gaya JilbabRindu Baru Klinting, Jilbaber Atraksi di depan Baru Klinting. Pose seorang model tak tergapai aku lakoni demi kepuasan hidup di segala himpitan yang ada. Wekwekwek…

Iis, teman SMP juga sama halnya. Hanya saja dia tidak berani berpose Jilbaber Menyerahkan Diri ke Baru Klinting dan melakoni titian maut di atas air tenang menenggelamkan itu.

And here we are…








Tak lupa Jilbaber Membacakan Cerita Legenda Rawa Pening juga aku lakonkan..

Ada pula pose Jilbaber Kagum Gethek, Jilbaber Berangkat Berlayar, dan Jilbaber Pergi Menjaring Ikan ada juga…

Ini dia…





Kami cantik khan? Serumpunan ilalang liar bergoyang goyang…

Capek memanjakan hati, kami duduk di tepi Bukit di tempat duduk berwarna warni biru hijau merah dengan jalinan besi besi panjang yang serupa tempat duduk di tempat bermain anak PAUD. Mengamati segerombolan bapak pelayar yang dari satu sisi di rawa memacu getheknya sembari memukul mukul permukaan air yang aku tengarai seperti mengarahkan serumpunan ikan untuk masuk ke jalinan jaringan di satu sisi Rawa yang lain. Lihat perbedaan foto ini dan kau hendaknya mengerti apa yang aku maksudkan.


Imajinasi melemparkan anganku, andai aku bisa melihat lembaran air dengan rerumpulan eceng gondok yang bisa berjalan di siang hari dari satu sisi ke sisi yang lain dengan segenap hembusan angin, andai seperti ini sambil meminum kopi dan berleha leha makan lothek, atau dengan seonggok netbook untuk memuntahkan segala ide di otak,andai seperti ini sambil duduk diam saja begitu dengan pendukung hati, duduk saja diam berjam jam mengarungi alam pikiran masing masing. Duduk saja begitu menikmati hembusan angin, duduk dengan lengan saling bersentuhan. Dari pagi sampai sore. Menikmati alam dengan segala keindahan yang disajikan. Indahnya hidup kalau begitu.

Imajinasi memulangkanku ke kenyataan. Duduk bersama teman lama dengan angin sepoi sepoi yang menyapu nyapu wajah, mau menyapu lengan tapi ketutupan.

Bercerita mengenai hiruk pikuk dunia di kala muda, semburat semburat kisah cinta, hati yang bak eceng Gondok di Rawa Pening, kisah kisah yang meng-mejikuhibiniu kan hidup di tepi masa produktif. Lapar begitu, kita makan lothek dengan kerupuk berjuntai juntai, cukup 5 ribu saja.


Memanjakan mata, melapangkan dada, menyegarkan pikiran, namun tidak menipiskan dompet. Itu favoritku. Syukur syukur menaikkan level kesyukuran. Alloh begitu cantik, segala hal yang diciptakannya cantik mempesona. Mulo to mulo, irung pesek, kulit eksotis, lambe kandel, awak opo meneh, rambut koyo mie instan, kui ciptaan Alloh, disyukuri, Alhamdulillah wa syukurilah… amien…

Hati kenyang, pikiran kenyang, perut juga demikian, kita memutusan untuk menyudahi pengalaman hari itu. Tapi sungguh, berdolan, bercegkerama, salah naik angkot, berkisah, berfoto, menghabiskan waktu bersama teman memang sungguh menyenangkan. Apalagi dengan teman yang sudah lamiiii tak dolan bareng seperti IIS itu.

Mengingatkanku pada masa SMP walau tengik tetapi ada juga sukanya. Hehehe, Alhamdulillah…

Kami yang dulu masih rambut menjuntai juntai, sekarang semua dari kita mengubah sedemikian rupa berwarna warni menyesuaikan warna baju. Dan seketika menyadari, indahnya berjilbab…

Belum sempurna memang…sangat belum sempurna dan sesuai syariah seperti yang tertera di Novel Alloh…dan bagiku tak mengapa, setidaknya kami telah sedang mencoba. Dalam hal Menggapai titiap ke 20 tentunya melakoni titian kesatu, kedua, dan seterusnya, bukan? Hehehe…

Dan di sini aku sekarang, mematung di depan layar netbook, masih minum kopi dan belum mandi,

Tertanggal 27 Juni, 2 hari setelah sahabatku bernama Ellena Rosmayanti genap 20 tahun usianya. Hehe..

Ngomong ngomong soal dia, aku pernah berkelakar menikmati Rawa Pening bersamanya di waktu lampau, di sini.

Terpukul 12:46 siang hari waktu Indonesia barat. Di sini aku sekarang, mengabadikan moment Rawa Pening milik Baru Klinting itu.

Bagi kalian yang suka dolan nggak suka uangnya habis, kesana saja.. hamparan air tak berelombang, bak remaja sudah stabil Linknggak galau terus terusan, Rawa Pening menawarkan segala kenikmatan hidup itu. Dan lagi, benar benar tidak akan membuat kepalamu pening, pening tak lagi tampak setelah awak berpusing pusing di Rawa Pening.

Trust Me, It works! Sukseskan Wisata Jawa Tengah 2013!! Yeah!!

Wassalam. :D


Sunday, 24 June 2012

Morning Though 24.06.2012 (my Health)

assalamualaikum, the world!
Good morning, long time not write morning thoughts. Don't know to write about.
Holiday comes, relaxing time comes, but I myself feel quite tired, tired of not doing anything at home. Just reading a novel, lying on my bed, sleeping evertime I want, relaxing all the time. But the funny thing is i don't know why, I get sick because i have nothing to do. My body even hurt though I have nothing to do. My head has headache, so does my back. When I got busy many weeks before, I felt I was so healthy doing all jobs and activities. But once I get long holiday, I would be sick. It's funny, but it is what happen and I don't know why.
But I feel grateful, if it happen so, it would be helpful because when I get busy, I would be healthy so that everything I do would be excellent as I could, because I am full of energy. Otherwise, if I'm sick when I get holiday, itLs okay because it would ruin my jobs and activities, I just need sleep more often and take a nap as much as I want. Sometimes life is so funny, but also unique. And yeah, I'm unique, everyone is unique. i love it. :)

Friday, 22 June 2012

Bed Notes 22.06.2012

I don't know you sometimes, you change many times.
Want to know truly, but then everything forcely changed.
You said no when I'm sure to approach the end.
You keep saying no when my heart be ready to fly away.
We are walking in such long long path, with all matters keep going on without the end,
why didn't you just say yes, and the path going to be the end,
you chose otherwise, I turn into be confused then.
4 years going on 5 years, i don't know how you truly are somehow.
Keep changing like the rainbow, appears sometimes, hides in other times.
I don't know you, you whom I love for almost 5 years.

Sunday, 17 June 2012

fading away

when you feel unsure,
when you want to stop here,
when you want the beginning come up,
when you feel uncomfortable,
when the reality hit you so bad,
when you have no brave to stop,
but then it bother you feeling uneasy,
then which path you must follow??
When it has been too long, hardly keep the same sense as it used to be
then what should do?
When realize that you two are not meant to be,
how to stop it??
Getting so complicated, since knowing doesn't mean understanding.
What left here??
Love is ambigous here, love is the so called 'abstract' without clear description, just such a sense which have no idea what it really is,
getting long, getting old, getting fading away..away..away...fly..disappear...
Put me down..

Friday, 15 June 2012

Bus Story (13.05.2012) (rekosone urip)

Sing tak ngerteni soko donya iki yo pancen irup kui rekoso, ra ono sing penak. Tapi kosek, ra njur jeneralisasi nak urip ku (secara aku nulis iki wong deloke kui opo sing tak rasakke) kui rekoso lan ra ono sing penak. Maksutku koyo ngene urip dadi cah sekolah utawa kuliah, ra njur penak seneng seneng yo ora to?rekoso to??kudu mikir saben dino gawe tugas. Isih masalah liyane, rekoso to??
Tapi perkoro liyo sing tak oleh ki ra banjur rekoso, kerase urip dadi bebrayan marang kelangsungan mental lan tingkat kesenanganmu urip ning donya kene.
Rekoso kui wajar menurutku, mending rekoso saiki ben kepenak mbesuke. Tur meneh kui tergantung awakmu meh njur kegowo rekasane urip opo kemotipasi rekasane urip.nak kegowo njur kowe ra pernah seneng, galau terus ra uis uis, nak kemotipasi njur kui usaha ben rekasamu saiki kui ono gunane. Misale koyoto aku rekoso kuliah, bayar kuliah megap megap, saben dino numpak bis jarak 25 km, mlayu mlayu telatan, kesel awakke saben dino, tambah mobat mabit ngopo tur ngopo. La tapi njur aku percoyo rekoso ku saiki gawe kepenake urip mbesuk mbesuke..aku dadi seneng, dadi semangat. Rekoso kui batu loncatan. Saiki netbookku rusak, yo wes diterimo wong pancen rusak, meh tak tangisi nganti ngesot yo ran njur waras netbooke. Sing penting piye carane ben biso ngetik meneh, piye carane tuku maneh. Ugo masalah liyane yo teko kun faya kun, ra iso mlaik dadi wingi opo meneh mbiyen, urip ki yo mlaku maju, yo wes garek dipikir meh model piye carane maju..
Ora, ora...aku dudu berkelakar perkoro aku sing sok sok bijak po dewasa, iki opo sing Mario Teguh lan buku buku motivasi omongke sing meh tak conto ning uripku iki. Ugo kowe barang, ayo podho podho ubah rekoso dadi nikmate urip ning dino mbesuk.
Langsung soko bis bali nang omah.
Wassalam.

Thursday, 14 June 2012

Bed Notes 12.06.2012 (netbook tamat)

Assalamualaikum, penduduk bumi.... :)
setelah sholat Isya dan mengaji sejenak, aku dapet ilham dari segala hal yang menimpaku, yang ilham ini khusus pasca tamatnya netbookku yang entah mengapa dan demi apa tiba tiba separo layarnya berubah putih bersih bak kertas asturo indah sekali. Lcdnya kena dan daripada merogoh kocek dalam dalam untuk sekedar memperbaikinya, aku memilih menjebol kocek sekalian untuk membeli laptop baru, dan itu masih di awang awang karena aku tak ada kocek untuk dirogoh apalagi dijebol masa skrang. Aku jadi frustasi karena kuliahku aku rencanakan tinggal setahun saja, dan masa nanti aku sangat amat butuh laptop untuk PPL, proposal, mengajar dan ngelesi. Itu bagiku fardhu 'ain.
Lalu aku tertatih tatih dan sholat, dan keluarlah hidayah batin ini. Tak perlu lalu depresi tak mau makan atau pun minum karena netbookku tamat, tak perlu gundah gulana bersendu pilu karena keadaan yang ada.
Aku pun ingat kata Pak Mario Teguh,
'ini bukan soal keadaan, tetapi menyoal bagaimana kita menghadapi keadaan untuk maju ke depan', lalu aku ingat bagaimana aku harus menyetting otakku.
Ah, ini memang kehendak Alloh, supaya aku semakin giat merintis karir, semakin aktif kesini dan kesana melebarkan softskill sembari menjaring rupiah, aseeeeek.....
Dan aku yakin, Alloh itu maha kaya dan maha Mengkayakan umatnya yang mau berusaha mengingat Alloh tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu mau mengubahnya sendiri. Dan aku memilih mau. Terdengar lebay memang seperti netbook itu hal besar, tapi for me, that's one of the most important thing fo college students like me. Since I'm from ordinary family, I have to struggle more to have what I want, grateful for that, I'm formed to be how I am, God is the best beyond the best.
Dan hidayahnya, aku pasti bisa mengganti dengan yang bagus, Alloh menghembuskan semangat itu :)

Tuesday, 12 June 2012

Morning Thought 12.06.2012

good mowniiiiiiiiiiing, the world!!
Long time no seeeeee, I never write morning thought nowadays, a little busy than before. But after that, have no job at all because enrichment semester will end up soon.:(
today I am free! Just go to jambu to do e-ktp. After that, maybe just read novel I've just borrowed yesterday.
My netbook is under construction today :( mbaknya said that maybe my netbook is contaminated so manyyy viruses! Sadddd :(
well, there is nothing special I could write. Life goes in such a way and I love it.
I love college more and more with all lesson, friends and stuff there. Love so much, be grateful!
:)

Saturday, 9 June 2012

Jealous


Di Sabtu sore yang cerah ini, I will write the first entry about ‘Reading session”. It is about the books I have just read, biar tidak menguap begitu saja, maka bukunya akan aku foto, dan akan aku ceritakan pelajaran hidup nomor berapa yang terkandung dalam buku ini.

And it is about a novel entitled ‘Jealous’. Sudah kali kedua ini aku baca novel menyoal putus cinta. Entah tanda tanda apa ini. Hehehe…

Ini soal mbak mbak berumur agak paruh baya sekitar 31 tahun yang sudah pacaran putus nyambung selama 14 tahun dengan pacarnya, namanya Raka. Mbaknya bernama Kiara. Lha, singkat riwayat di awal awal novel, mereka pedot gitu setelah 14 tahun berpacaran. Bayangkan, 14 tahun. Kata masnya, dia tidak bisa bernapas dalam menjalani kehidupan bersama mbaknya. Mbaknya terlalu mengekang, terlalu cemburuan. Mereka tidak cocok. Lah, yang aku sangsikan, kalau tidak cocok, kenapa tidak dulu dulu putus? Kenapa tiap putus mau balikan lagi? Terhitung 6 kali mereka putus. Aku ngaca di cermin, aku berapa putus pun aku sampai lupa. Dan lagipula, ini bukan menyoal kehidupan cintaku, tapi cintanya mbak Kiara. Sadar, Mey..sadar..

Dan putusnya kali ini, yang cowok gitu yang mutusin, dan memang sebelum putus itu, mereka khan putus, baru 2 minggu balikan lha njur putus yang beneran itu. Dan selama mereka putus sebelum balikan 2 minggu yang lalu, si Raka itu emang udah deket sama cewek berumur 20 tahun alias 11 tahun lebih muda daripadanya yang mana masih seger.

Ni mbak Kiara tertatih tatih dalam balutan rasa perih pasca putus cinta yang setelah aku bayangin pasti rasanya sakit luar biasa. Pacaran 14 tahun, man… nggak bisa bayangin betapa sedihnya, terngesot ngesot hatinya. Dan yang bikin semakin aku ikut tersayat sayat adalah nada deringnya di HP Raka buat panggilan dari Kiara adalah cucokrowo…

Tapi aku juga agak sangsi, walau pun pada akhirnya si pihak laki laki itu memutuskan untuk memutuskan jalinan cinta, kok bisa bisanya sampai set nada dering se cucokrowo itu?? At least, alamat palsu atau iwak peyek gitu. Kenapa cucokrowo??? Kenapa Ya Alloooh??

Maaf, terbawa suasana…

Well, di tengah tengah novel diceritakan betapa si Kiara tersiksa dalam segala segi karena ditinggal kekasihnya. Dia sampai mau nyuri celana dalam si mantan dan membawanya ke dukun untuk diguna guna. Tapi, ngga berhasil nyuri, dia tertatih tatih sepanjang waktu, sampai kerjaannya ikut berantakan karena moodnya selalu sendu kelabu.

Dan usut punya usut kenapa dia sampai tidak relanya mantannya berlalu begitu saja dan langsung mendapat tambatan hati baru karena, well…selama 14 tahun itu apa saja bisa terjadi dan seperti kebanyakan sinetron gitu, Raka had taken everything from Kiara. Tahulah maksutnya udah gede gini..

And drag me to the conclusion, pelajaran hidup nomor 9 : No matter how much you love someone, never ever give everything you aim unless you get surat nikah from KUA.

Ini penting banget!! Penting banget! Kayak lagu entah judulnya apa, dikatakan your body is wonderland, entah ada hubungannya atau tidak, your body is your assets up to death come up to you. Cuma punya satu, satu kali seumur hidup.

Katanya enaknya Cuma beberapa menit, tapi menderita seumur hidup. Tanpa sok suci dan menghakimi, banyak temanku yang berakhir dengan gelagat akan menua bersama dengan tersiksa dengan suaminya karena pernikahan dini dan pikiran yang kurang matang.

Dan aku yakin setiap orang ingin menua bersama orang terkasih, tumbuh bersama, dengan bahagia. Aku juga mau. Jadi, insyaAlloh jaga apa yang perlu dijaga mengingat hidup Cuma sekali, dan pinginnya nikah juga Cuma sekali, dan menua juga Cuma sekali, jadi pinginnya bersama orang yang mencintai dan dicintai, yang mau menemani saat jelek sekali, dan ikut bersorak gembira saat cantik sekali.

Galau…

Well, ini happy ending kok. Ya, seperti novel cinta lainnya begitu akhirnya dapet cinta lagi, terus berlanjut, hidup must go on gitu..

Yang aku pingin dari novel ini adalah….hehehe

Saat dia terpuruk gitu, tiap pagi ada yang mengetuk pintu kontraannya, dan memasak untuknya. Lah, aku juga mau…

Since I can not cook….yet, lah aku juga mau begitu..

Dan pemikiran seperti ini menyeretku pada kenyataan, I have grown up..my way of thinking change…

Atau mungkin karena aku kebayakan baca novel cinta dan nonton film Korea… entah itu racun atau tidak, tapi akhir akhir ini aku jadi agak idealistic menyoal hati.

Dan aku agak ragu menulisnya di blog, tetapi mengingat hanya segelintir orang yang mungkin tidak aku kenal saja yang baca, it doesn’t matter. Hahaha…

Dan novel ini sayup sayup memantapkan hatiku untuk … ah mbuhlah,

Bye…J

Wednesday, 6 June 2012

Ini Mengajar Yang Tidak Baik


Pukul 12 tepat aku siap siap berangkat flying to Salatiga. I had to give a private course. My first time to give private course at that place, one class consists of 4 students.

“Miss, nanti ngajar jam 4-6 anak kelas 5 SD ya, ipa, bahasa jawa, sama pkn”

Aku ingat kata pelajaran hidup nomor 29 bahwa, untuk mencoba hal baru, you have to nekat. I agreed straightaway.

“Yes, miss..”

“Tapi yang bahasa jawa cari soalnya sendiri ya miss…browsing..”

“Oke miss..”

Aku yang ndlosor sambil liat King2Heart episode final dengan muka berseri seri karena happy ending, so sweet tak terkira…entah kapan…

Mandi, dandan.. cium tangan ibu dan terbang…

Naik bukit, turun lembah, nyebrang sungai Tuntang, berenang…dan sampailah, Salatiga…

Browsing nggak juga ketemu, aku sms miss..

Miss, aku cari soal bahasa jawa nggak ada, miss…gimana?”

“ya udah miss nggak apa apa, nanti biar kerjain LKS nya aja.”

Aku search sekilas soal soal bahasa Jawa, dan seketika terlihat huruf huruf melengkung lengkung, berhuruf baca dimana dimana, melengkung elastic sekali, dan ya!! Itu aksara Jawa. Dan entah demi apa aku yang able Cuma Bahasa inggris harus ngajar Bahasa Jawa, kelas 5 SD pula. Aku panic di posnet. Dan aku sadar, IPA dan PKN juga menanti, undang undang, pancasila, segala cermin datar, cembung cekung dan kerusakan mata, pembukaan UUD dan pernak perniknya. Can I go home?? Too late…

Dengan tertatih tatih namun dengan sedikit bumbu optimis aku melangkah gontai menyusuri jalan, melewati kuburan Cungkup dengan headset terpasang anggun di kedua telinga, dan “Someone Like You” olahan Sam Tsui mengalun tertatih tatih, hatiku galau…melambai lambai… segala undang undang, pembukaan UUD 45, disusul kuas dan lensa serta periskop, disalip aksara jawa melayang layang dan krama madya alus dan inggil rebutan tempat di otakku..Galauuu…. tertatih tatih, sendirian….

Dan untungnya aku punya Mela, salah satu 5 sekawan yang orangnya baiiiik….rumah kontrakannya baiiik….

Karena aku lupa jalan ke les lesannya, aku mampir sana, sholat dulu minta pertolongan…

“Ya Alloh, demi apa aku harus ngajar IPA dan PKN, ya Alloh…Tolong Meykke Ya Alloh…” sungguh sungguh aku berdoa, air mataku berlinangan… Mela langsung ngepel…. Mela membasuh air mataku, Mela ikut berdoa di sampingku,

“Ya Alloh, bantu Meykke Ya Alloh…hindarkan dia dari marabahaya…amien…” kita berpelukan kayak teletubbies di taman di bawah matahari yang ada wajah bayinya…

*

Aku re-make up pake ulang tabir surya si pelindung sinar matahari SPF 15 saja, melakukan make up sekenanya, dan siap untuk melanjutkan perjalanan lagi… Itu di daerah Turusan, jalan dari kampus melewati Cungkup sekitar 1 km lebih sedikit.

“Kisanak, aku melanjutkan perjalanan, elang mana elang??”

“Baiklah kisanak, adanya perkutut kisanak..”

“Ya sudah, jalan kaki saja ki…Assalamualaikum…” kita saling melambaikan tangan…solemn..

Aku melangkah melanjutkan perjalanan dengan membawa segenap ilmu dan cinta yang ada.

Sesampainya,,,,

“Ini miss soalnya..”

Miss menyodorkan 2 test IPA dan PPKN. Selamatlah aku nggak jadi ngajar Bahasa Jawa. Bukannya apa apa, aku lemah dalam menulis Aksara Jawa. Tepatnya sekarang lupa dulu tidak bisa. Aku lihat sekilas…

- Siapakah pencetus bhineka Tunggal ika?

- Tujuan Negara tercantum dalam?

- Aturan yang dibuat oleh presiden dan digunakan untuk menetapkan kebijakan bagi warna negra disebut??

- Berikut ini pengamalan Pancasila sila ke-4 adalah??

“Miss, ada kunci jawabannya miss?”

“Nggak ada miss..”

Sebatang paving membentur kepalaku keras sekali. Aku limbung, hatiku tertatih tatih…

Aku melayangkan pandangan ke test IPA,

- Pemerintah melarang penggunaaan batu bara terus menerus karena dapat menyebabkan…

- Lensa untuk penderita rabun jauh adalah….

- Berikut ini adalah urutan bagian bumi dari dalam sampai luar adalah…

- Campuran timah, tembaga, dan seng dapat digunakan untuk membuat….

“Miss, ini juga nggak ada?”

Miss menggeleng anggun… hatiku lebih dari tertatih tatih, terngesot ngesot..

Dan keadaan mengajarkanku untuk menerima kenyataan sepahit apapun itu..pelajaran hidup nomor 18.

Pukul 4 tepat aku melangkah memasuki ruangan..

Di depanku 4 anak kelas 5 SD duduk, ngobrol sendiri, menciptakan pasar, mobat mabit, berisik, rancid.

2 jam itu, tidak, satu setengah jam itu aku di ruangan itu meregang otak memecahkan teka teki kehidupan.

And lead me to one conclusion “I will never ever teach them again forever”

Sepanjang ingatanku, walau pun dulu waktu kelas 4 SD aku pernah berkelahi dengan Gendro, Brina, Fita, Elvi, dan Anita, aku tak serancid itu terhadap guruku. They did. Setiap mereka tidak bisa menjawab, aku panic. Mereka tidak bisa, apalagi aku Ya Alloh??

Tibalah soal ini, “Siapakah pencetus Bhineka Tunggal Ika?” aku galau, seketika aku SMS Mela,

“mel, pencetus bhineka sopo?”

“Mbuh mey.”

Pura pura mati, pura pura nggantung diri..

Mereka menjawab Mpu Prapanca, aku ingetnya mpu Tantular, terjadi pergolakan batin. Aku mau Tanya GaJah Mada tapi dia pergi naik elang. Mereka bilang Mpu Prapanca, aku idem.

Selesai les, Mela SMS lagi.

“Mpu Tantular, Mey. Aku abis google.”

Mati…

Lead me to pelajaran hidup 67,

“Don’t force yourself doing something you are not able to do.”

Coba coba boleh, tapi tahu diri. Please, don’t try at home, unless you menyesatkan orang lain. Bila tiba saatnya aku bertemu Mpu Prapanca dan Mpu Tantular, aku akan berkata

“Kisanak, maafkan aku karena lupa Bhineka Tunggal Ika pencetusnya siapa, aku berdosa kisanak…”

Mereka marah, terbang pake elang, kadang Cuma telentangkan ketiak tiba tiba sudah sampai awan..

Aku pulang, aku menarik nafas kuat kuat, aku bebas ya Alloh…

Aku mampir lagi ke kost Mela, berdoa mohon ampun..

“Maafkan Meykke Ya Alloh…Meykke salah paham terhadap Mpu Tantular ya Alloh…”

Mela menengahdahkan tangan di sampingku,

“Ya Alloh, ini juga salah hamba tidak langsung browsing google ya Alloh… ampuni Meykke Ya Alloh…”

Mela ngepel…

Aku pulang..

But honestly, thanks a bunch for Mela, without you I would be suffered more. Mela liat aku kasihan, aku ditawarin pia keju..aku ambil satu, aku makan…mela nawarin aku minum, aku tunjukkin gembes 1 liter yang selalu aku bawa kemana mana yang dilihat sekilas mirip drigen..aku minum..lalu pulang, menghilang di tikungan jalan…

Naik angkot, menyeberang sungai tuntang, naik bukit kopi turun lembah…

Sampai rumah, mandi, makan, nulis ini..

22:02 aku sudah nulis selama sejam tidak terasa…

Lead me to the pelajaran hidup nomor 8 : Hidup itu tak mudah, hidup itu butuh proses, dan sekalinya kamu menikmatinya, curahan syukur akan terus mengalir dari hatimu, dan limpahan kasih sayang tuhan akan terus tercurah padamu…

I’m grateful still, God gives me so many nice people surrounding me and helping me, Alloh teaches me so many things through the hardship and test I have to get through. Gratitude is always filling in my heart, anyway. God knows the best, Alloh knows the best, for sure… J

Tuesday, 5 June 2012

Bed Note 05.06.2012 (imagine that...)

good noon, my world!
Am going to do an assignments before flying to Salatiga and do my job as tutor in a private course there.
Entah demi apa I am the one who be able to teach English has to teach elementary school students IPA, PKN, and Bahasa Jawa. 5th grader, 4 childrens. It is about my first time to teach in that private course, I'm new comer, always wish me luck!
Then, since I've just watched Korean drama, I feel I'm going to be lebay, sometimes I feel overdosis. But then, well, how if there is a person who get used to have a phone with me while asking to me,
"what are u doing today?"
"ngelesi"
"owh...you have accepted as tutor there?"
"yup."
"what time will you go there?"
"4 PM, since I have to pass 25 km away, and search Bahasa Jawa test in internet that is suitable for them, I approach there at 3 PM."
"what the?? Bahasa jawa??"
"yeah, entah demi apa..."
"but for elementary school student, right?"
"yeah.."
"ah.. You can do it for sure lah..."
"hope so.."
"how if we meet at 2.30 PM, I can even pick you up going there"
"really????"
"yup, mine must keep her spirit up!"
"wehehehe,iyo.."
ahh, yes to?? Nowadays I keep thinking about such a sweet moment someone will bring up to me. It's all Korean drama's fault!!
I imagine like in Korean drama, there will be someone who hold my hands everytime I get through the hardship. Someone I can share everything happen either in college, home, about me, what my dream is, whom I can listen to everything coming up in his life as well. I think Korean Drama is poisoneous. Put me in the danger!!
I also want someone that can be my spirit! Once he said he loves me, I can even move a mountain!
Then, she will say straightaway to me, "ngimpio wae"
no no no, I always hold my faiths, those sweet dreams as what Korean Drama is will exactly come true garnishing my life. Thus, develop my self in a way to develop 'it' in the future..:D
I have no intension to hurt someone by writing it. I am not more than a loser who cannot stop the unright condition I have at this moment. Please stop it, but you will never read it, anyway. Please stop it!

Monday, 4 June 2012

Bed Note 4.06.2012 (more than close)

less than even 1 centimeter
how close it was, how fast it did..
Close my eyes a bit
so near, touched
outside, inside
not gonna approach, neither hold
noone is me..
Have its own,
just feel so amazing, feel so... Even speechless
not gonna tell about it, but my heart does, relly does
but then, not gonna touch it, have willing to aim it.

Saturday, 2 June 2012

Bed Note 02.06.12 (not yet)

She said " I have no willing to get married soon, even I don't think about it yet, so why do I keep bothering myself with love stuff??"
"but sometimes it can help you to gain motivation and inspiration and spirit"
"yes, if you're lucky. Otherwise, it turns into obstacle, a knife that ready to hurt you."
"why are you so pesimistic?"
"surely it's not pesimistic, it is realistic. Living in this world, you must not be so naive and hoping your love life would be as beautiful as Korean drama does.love is something you cannot take control on"
I said "but then, I keep faith I would be what I dream of"
she answered "but then, just ready to brush out all your tears and sink deeply in your mourning every morning if the reality yields otherwise."
"you are so scary"
"yes, in a way to save me from those complicated matters, many things I should think of, deal with, and struggle for except that one."
"but after all you need love"
"yes, I surely do. But, back to the first one, I haven't had willing to get married soon. Enjoying life with all dreams seems much more important rather than hoping those Korean drama story to come true."
I have nothing to say again, no word can fight againts her.
We have a conversation, although there is noone beside me.
I did have conversation, although sometimes, having conversation doesn't always mean 2 people gather and talk. It just simply I have conversation.

Bus Story 2.06.12

Aku saat seperti ini, duduk di seat nomor 3 tepat di belakang sopir sisi kanan, di samping kaca kendela bis Sari, memandang sepanjang perjalanan, macet, merayap menyemburkan hawa panas, sambil mendengarkan musik Sam Tsui yang suaranya bikin tertatih tatih itu.
Sok sok galau begini, menyelami pikiran yang bekerja aktip menampilkan videoclip..
Gadis berkerudung oranye, jilbabnya sedikit melambai tersambar angin yang menyusup masuk melewati sela sela jendela buka tutup di bawah jendela besar yang membebaskan mata menyapu segala penjuru alam luar..
Duduk so solemn sembari menyipitkan mata melindunginya dari hujanan matahari jam 3 sore.
i don't care what you say, but I like it a lot..
Duduk selama 30 menit, menjelajahi segala pikiran yang ada dan menulisnya di sini straightaway..
Hah....hidup ini...indaaaaah..
Melewati deretan kedai kelapa muda di sepanjang jalan yang seakan membelah perkebunan kopi, wusss...wusss...wussss...
Bis membelah jalanan. Mengingatkanku saat dibonceng ayah sepulang kuliah di semester pertama dulu.. Ayah gemar mengebut, dan aku suka. Dan sekarang belum bisa lagi, entah kapan bisa seperti itu..
Tak apa, aku nanti yang akan membelah jalanan untuk Ayah..aku boncengin, biar saja angin seakan menyambar wajahnya, seperti saat dulu rambutku mobat mabit menari hip hop di udara, malam itu...
Ah, jadi roaming...
But then, still, I love everything I aim,
thanks Alloh... :)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...