Monday, 12 March 2012

Sebuah Tepuk Tangan

Apa yang lue rasain waktu lue mengemukakan pendapat terus tanpa diminta, selesai omong, sekelas tepuk tangan semua?? Itu bukan habis presentasi atau pun baca puisi, tapi lue dikeplokin gitu aja…

Kemarin, 7 Maret 2012 seperti biasa gue join kelas namanya Cross Cultural Understanding. Kelas itu membahas budaya budaya. Dosennya 2 native speaker asli Amerika, dan satunya asli salatiga. Mr. Dave, John, dan juga mas Putut!!

Buat gue, kelas ini kelas paling asyik. Diskusi soal karakteristik manusia emang yang paling gue suka. Diskusi bagaimana budaya Indonesia dibandingin Amerika, budaya Jawa dan Papua, hal hal mengenai budaya dan pola pikir membernya. It is just extremely interesting for me!

Dosen gue baik banget juga, Mr. Dave pulang dari India ngasih oleh oleh yang namanya Soan Papdi. Makanan kayak serat serat gitu yang manis luar biasa, plus ada aneka rasa gue liat di kardusnya, ada rasa vegetables, chocolate, dan lain sebagainya. Rasanya kalo lidah gue nggak salah juga ada aroma susu sapinya. Enak!

Dan kemarin kita ngomongin soal budaya orang Jawa. Ada 5 Planks soal orang Jawa, yaitu : Unity of Existence, Kerukunan, Narimo, Rasa, Continuance of life.

Dan tiba pada pertanyaan tentang apa yang lue pingin ubah tentang planks ini kalau lu bisa. Karena gue disebut, gue jawab, gue disuruh berdiri, dan juga disuruh pake bahasa Indonesia biar ide gue nggak terbatas pada bahasa.

Kurang lebihnya gue ngomong
“Yang ingin saya ubah adalah sifat nrimo, karena orang Jawa terlalu nrimo. Bodoh nerimo, kalau miskin ya nrimo dan bilang ini emang takdirnya. Padahal 2 agama dominan di Jawa menyebutkan missal di Islam, Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum itu tidak mengubah nasibnya sendiri. Sedangkan di Kristen, Tuhan akan menolong orang yang menolong dirinya sendiri. Puny aide yang sama bahwa nasib itu harus diubah. Karena disebutkan bahwa ada nasib dan juga takdir. Takdir itu yang ditentukan Tuhan sebelum kita lahir, jodoh, mati, rejeki itu takdir, tetapi nasib adalah ketentuan Tuhan yang masih bisa diubah jika manusia mau berusaha. Miskin itu nasib, bodoh juga nasib. Jadi, yang harus diubah adalah sifat nrimo, dan harus bisa membedakan mana nasib dan takdir.
Gue duduk, gue dikeplokin, maaaan…

Lue tau senyum gue langsung berkembang kayak bunga bunga kuning di taman bunga waktu Shah Rukh Khan nyanyi bareng Kajol. Pede gue berkembang, persepsi gue akan diri gue meningkat, gue bahagia banget waktu itu. Karena gue dikeplokin… gue Cuma pingin berbagi ide dari buku buku motivasi dan self-development yang sering gue baca, dan ternyata membaca memang jendela dunia, man…

Dan gue bisa liat dengan membaca pun citra diri gue meningkat. Citra diri yang gue maksut bukan citra diri gue di depan orang lain, tetapi bagaimana gue melihat diri gue sendiri, secara positif atau negative.

Lue ngga bisa Cuma ngandelin penampilan buat dapetin citra diri yag positif. Itu yang bisa gue pelajari dari hari kemarin. Tepuk tangan itu berarti buat gue, man….

Temen temen gue baik baik, semoga Alloh membalasnya..
Kita emang beda agama, man… tapi gue yakin Tuhan tidak buta…
08.03.2012 13:07

4 comments: