Tuesday, 7 February 2012

Extraordinary Phenomenon (Reog in Action)

Haay!! Long time not see!!

Sekarang tertanggal 5 Februari 2012, hari Sabtu pukul 12:13 AM!! I stay up to finish this entry!:D

Karena aku tidak punya isi modem, so I cannot post it to my lovely blog straightaway!!

Now, I’m gonna talk about something interesting (at least, for me it is so)!

Pernah liat reog kah?? Mungkin bagi kamu anak kota nggak pernah kali ya liat reog dan sebangsanya. So, that’s why aku meliputnya untuk kamu. Langsung dari TKP dan memotret setiap adegan dengan tanganku sendiri.

Really, it was interesting to see how people dance that way!

Aku tidak akan membicarakan tentang boleh atau tidak atau bagaimana menurut segi pandang dari suatu sisi, I just wanna talk how interesting it was! It is just such an entertainment in a way to amuse us plus to revive the heritage kept by generation into generation.

I have many photos for you, guys! Just see by yourself.:D

Di tempatku, bukan hanya kaum adam yang bisa kesurupan atau pun kemasukan setan, kaum hawa pun bisa. Menurut penuturan orangnya sendiri, hal ini bisa terjadi yak arena memang mereka mencintai seni reog itu sendiri. Dan dari passion itu lah memudahkan jalan para setan untuk bisa memasukinya, because they have willing. Dan juga, katanya mbak yang kerasukan, setiap orang yang sudah terbiasa kerasukan atau bahasa gaulnya mendhem, di diri mereka masing masing sudah tertemplek jenis setan tertentu. Macamnya Cuma satu. Missal, ada yang tertemplek setan jenis ular. Jadi setiap dia kerasukan, gayanya melata lata sambil melet melet kayak ular. Never change! See?? How interesting it is!



Yang mengerikan adalah, saat ada seorang pereog yang dari pertama kesurupan, dia nangis mulu. Dan ternyata dia minta anak ayam!! Kenapa dia menangis?? Menurut pemikirnku sendiri, anak itu sedang perang batin melawan setan. Setannya minta ayam, anaknya tidak mau lah ya…but, you know how it end up. Just see the picture!

Memang kaum hawa bisa tertemplek setan karena di tempatku juga ada pereog wanita. Just like the pictures below! Namun, yang nggak pake baju reog itu memang sudah sering ‘mendhem’



Tingkah pereog kesurupan memang tidak ada habisnya. Aku jadi makin percaya kalau dunia lain itu memang ada.







Yang makin bikin seru kalau para penthul sudah keluar. Karena mereka terlihat sangar, dan sekali kerasukan, ibarat ngegame, mereka ‘ndewo’.

I also took a picture of pak Dalang!! He looked gorgeous anyway. Dia dalang utama dari 4 dalang yang ada. Dia bisa menyembuhkan yang kerasukan antara lain dengan mengusap wajah pereog, bahkan Cuma dilempar sesuatu I don’t know what it is aja pereog sudah langsung jatuh. Ibarat di Audition, pak dalang bak berada di level “Pro Dancer”. Cool!

Moment yang paling seru adalah saat irama atau tempo music dinaikkan atau dipercepat, dan sang dalang sekonyong konyongnya menyabetkan pecutnya ke tanah, seketika itu juga pereog menggelepar gelepar, menubruk nubruk dan bikin penonton ikut kesurupan, mobat mabit, ndlosor ndlosor, really, it was totally mobat mabit!!





Dan lagi, saat barongan sudah mulai keluar, keadaan sudah mulai riuh tak terkendali. Barongan itu seperti intinya reog setahuku, jadi barongan selalu ditampilkan paling akhir dan bak cerpen, tampilnya barongan itu seperti klimaks sebuah cerita. I have good picture of it!!:D

That’s it!

When I told to my boyfriend, he said that I am a bit weird because like to see such a thing. But to be honest, I like something related to ghost or the like. For me, it is interesting seeing how people can behave such mad people because they are possessed. It is interesting to see how ghost can get in people’s body and make them behave that way. For me, really, it was interesting to share. Moreover, as the young generation, we must keep what is left by our ancestors. Heritage. I am proud of my neighborhood because they want to be a part of that tradition and they do love it!!

Dan aku akan mengabarkan untuk kalian di edisi mendatang kalau ada reog lagi, dengan kisah unik lainnya. Kamu juga bisa melihat edisi sebelumnya, di sini.

It is not about how ndeso you are, It is about how you have willing to keep the heritage as Indonesian.

Thanks for reading! I’m waiting your responses, Buddy!!:D

No comments:

Post a Comment