Tuesday, 29 November 2011

Senjoyo, Minggu.


27 Nopember 2011

Sebelumnya, let me use ‘gue’. Tiap kali kalau melantunkan cerita yang bergenre agak agak nggak jelas, pake ‘gue’ terasa lebih ngena, kata Titi Kamal lebih nendang. Okeh!

Kemarin gue dikasih kesempatan buat ngikutin semacam outbond, team building gitu. Itu bagian dari sebuah kegiatan latihan kepemimpinan yang diadain oleh kampus gue.

Pagi pagi gue udah resah gundah gulana gelisah di bis yang gue tumpangin. Baru sampai Tuntang, gue disms anggota team gue,

mbak dimana? Uda kumpul semua ni.”

Sedetik kemudian

ayo mbk cpt,udh mo brangkt.”

Lalu,

kamu dimana?T.T

Dan terus,

Mey, ni udh semua tgl nunggu kmu tok.

Mbk, dtunggu smua orng.”

Andai saat kefefet begini gue tiba tiba punya sayap, uda terbang lewat jendela bis SARI yang kalau jalan nggak pernah nyalip, tapi selalu disalip.

Oh ya, itu ada 79an orang yang belum brangkat ke Senjoyo buat team building gara gara nungguin gue. 3 orang SMS gue di atas, dan bikin gue makin nggak sabar duduk di bis. Baru nyampe terminal lama gue udah nyangklong tas gue, pindah duduk di seat terdepan deket pak sopir. Maksut gue, begitu bis berhenti gue bakalan lari tunggang langgang sampai ke lapangan. Begini begini dulu waktu SD tiap lari gue juara terakhir, itu juga uda lari sambil makan kelapa campur gula jawa. Tiap udah nggak kuat, gue ngesot sampai garis finish.

Itu bis larinya udah kayak Pak Tua yang pas mudanya perokok berat, masih si kernetnya sempet sempetnya ngobrol sama orang di pinggir jalan. Entah ngobrolin apa gue nggak tahu. Mungkin curhat sesame pria atau gimana.

Sampai Kemiri. Dengan jilbab terkiwir kiwir tertiup angin cantik sekali, gue mengayuh kaki ramping gue sampai di lapangan kampus. Di sana 79 orang beserta panitia menyambut kedatang late comer. Itu gue. Sambil bilang maap maap gue bermaksut nyari kelompok gue yang orangnya baek baek. Tapi, gue disuruh nyanyi yel yel dulu. Begini bunyinya. Kalau loe mau nyayi juga, alunannya pake lagu naik delman itu sambil bergaya ala CherriBelle yang telapak tangan menengadah kayak berdoa, tapi ditempelin di bawah dagu, muka sok imut dan kepala miring ke kanan 45 derajat. Gue yakin loe pasti bisa! Gue nyanyi ini sambil megap megap tak karuan. Gue pikir, banyak yang kasihan sama nasib gue.

On Saturday and on Sunday we join EDLT

To be leader, on your way in your heart in your world

We’ll be happy to play and gather with all of my friends

Let’s join EDLT to learn and try to be leaders

EDLT EDLT we join EDLT

We’ll be happy we’ll be happy join EDLT

Gue udah mukanya belepotan keringat, sumuk, panas, but finally I reached campus! Setelah gue malu maluin diri di depan 79 orag beserta panitia, gue kembali ke kelompok gue. Malu maluin diri, DONE!! To be honest, gue nggak bangga sama sekali. Telat begini udah berasa identik sama diri gue. Di kelas telat, janjian sama pacar di rumahnya telat, janjian maen sama temen juga telat, janjian bikin tugas telat. Dan gue terus berharap, plis Ya Alloh…plisss….Hamba jangan nikah telat. Kasian anak gue kalau umminya udah tua saat mereka masih belia. Cukup pembahasan ini, go back to EDLT! Semoga gue cepet tersadarkan buat nggak ngaret. Amien ya Robbal Alamien..

Well, di Senjaya itu suasananya sejuuuk banget! Dan di sana gue beserta teman teman gue maen games, kayak yang pertama kita mainin. Jadi ada bamboo segitiga, dengan 6 tali yang diikatkan di ujung sudut paling atas dari segitiga itu. Bayangin segitiga itu berdiri, dengan sudut lancip di sisi atas, nah, nanti ada yang naik di lubang segitiga itu, dan 6 orang masing masing memegang satu tali yang menyebar di antaranya. Itu segitiga ada kakinya, yaitu perpanjangan dari sisi segitiga yang sama. Itu segitiga sama kaki. Dengan begitu, si segitiga bisa jalan dengan dibantu 6 tali yang ditarik. Jadi jalannya kayak manusia melangkah gitu aja, kanan kiri bergiliran. See?? Itu susahnya minta ampuun. Tapi, kita menaaang… butuh kekompakan, kalau yang mau melangkah kaki segitiga kanan, maka yang naik harus menumpu di sebelah kiri, segitiga ditarik ke sebelah kiri sehingga kaki sebelah kanan bisa terangkat dan terseret ke depan, begitu seterusnya. Jadi gue dan teman gue harus mobat mabit ke kanan dan ke kiri buat terus bikin segitiga itu melangkah. Yang di sebelah belakang harus narik ke belakang biar titik beratnya seimbang. Dari keenam games, game ini yang paling gue sukai. Butuin kekompakan buat nentuin kanan dulu atau kiri dulu, butuh mendengarkan yang lain nggak ribut sendiri. Gue suka!:D

Dan begitu ada game kedua pyramid building, ada juga nggak tau apaan yang ditutupin matanya, ada juga duck egg, terus mindahin tepung sampai jilbab dan baju gue putih semua, terus yang terakhir game yang pake air yang harus nyumpelin lubang di pipa gede biar airnya nggak kluar dan bola yang di dalamnya bisa kluar sampai gue yang udah kena tepung dimana mana bisa basah kemana kemana.

Oh iya, di sana minggu tu buanyak banget muda mudi memadu kasih. Ada yang di balik pohon besar, di semak belukar, di tengah kebon, di akar akar pohon super gede yang banyak ditemui di sana. Gue bingung, ini pacaran apa berburu ular… ini pacaran apa umpetan…ini pacaran apa ngarit??? Itu juga mereka masih pada kecil kecil, tasnya gede gede. Pasti begini,

Bunga, 16 thn : “Mama, anakmu hari Minggu ini akan mengerjakan tugas kelompok beserta teman teman..”

Mama Bunga : “hati hati anakku, semoga engkau menjadi kebanggaan orang tua, belajarlah yang rajin..”

Sampainya di jalan

Bunga : “ayang, ke Senjoyo yuuk..”

Pacar Bunga : “kita main umpet umpetan di sana yuk, yank..”

Jaman sekarang yah… Ya sudah kembali ke topic utama!

Finally, it’s DONE!! Banyak hal yang bisa gue resapi dari setiap permainan yang ada. Alhamdulillahnya kelompok gue ini orangnya polos polos dan baek baek. Alhamdulillahnya semua orang baek dan gue nggak disalah salahin karena telat 16 menit. Alhamdulillahnya gue masih dikasih kesempatan ngerasain pengalaman macam ini, Alhamdulillah Alloh baik luar biasa….

Gue suka wisata alam, petualangan serupa ini. Gue suka hal hal yang menantang adrenalin. Gue suka naik jet coaster. Gue suka naik flying fox yang menyeberang jurang di Umbul Sidomukti. Gue pingin bisa naik gunung, gue pingin menikmati masa muda senikmat nikmatnya. Namun walau pun begitu, insyaAlloh gue akan terus membawa keindahan jilbab dan tidak merusaknya oleh tingkah laku gue.

What a life! Gue suka setiap inchi perjalanan waktu yang gue rengkuh.

Every pain, every happiness, all are what GOD has planned and made for better me.:D

28.11.2011 09:00

Friday, 25 November 2011

Buku Tamu



Good Morniiiiing….

Yesterday I skipped all classes because I had to attend my uncle’s wedding!! The wedding was amazing and the bride also the broom were gorgeous! They decided to settle down and get married in young ages. They are all under 25 years old. Nowadays, I think there are a lot of people who get married in youth. Some of them because of love, many because of you-know-what. But I won’t talk about the reason why many couples decided to build a new family so soon, but I want to tell you about my experience being ‘penjaga buku tamu’ yesterday.:D

And for this couple, I totally believe that the reason is because they love each other so much, both of them have had good jobs and they were willing to follow ‘sunah rosul’ in a way to avoid ‘zina’.Hehe

And here I was!! In the early morning we five did preparation and make up!

And after finished, I looked like this!

Something that sometimes make me reluctant is my skin colour. I have dark skin which sometimes drives me under confidence. Then, I would continuously ask my friend how I look like. But, after all, I keep being grateful. I was born with perfect body like the others and also God has given me this brain. Then, leads me to the quote number 5 : Life isn’t about having what we want, but wanting what we have. Always be grateful!!

I felt that I am beautiful at that time. Haha. Let’s compare my ‘daily’ face and my ‘yesterday’ face. Yesterday I looked quite brighter with soft purple, a little white and brown colors playing around my eyes, my cheek was soft color which makes me fresher added by soft pink lipstick filling my lips. A part I like the most is my creation hijab! Feel that I couldn’t miss my hijab, I wore hijab yesterday. Then, I love yesterday a lot!:D

The bride wore a hijab as well. She looked perfect with white kebaya. On her back, a long selendang rajutan was waving. Then make me start imagining, how will I look like at my wedding some years later?? For sure I would wear a hijab as well, I would make any self-development in many ways. Both outside and inside. Feel I am on fire!! On fire to do the best toward myself, my future, my heart and all matters.:D

I have no the broom and the bride's pictures yet, so I just gave you our photo. This is it!!

Sorry, the picture is rather blurred.XD

For me, yesterday was fun!!

:DD

25.11.2011

7:25 AM

My blue bedroom:D

Saturday, 19 November 2011

Kalau Hujan Enaknya??


What will you do when rain coming and you’re trapped inside your house?

Feel so bored?

Ada banyak hal sebenarnya yang bisa kita lakukan saat hujan begini…

Dan ini adalah list aktivitas yang bisa dilakukan dikala Alloh mengguyurkan nikmat di jagad raya berupa hujan yang akan menyuburkan segala tanaman, dan menghapuskan segala kekeringan. (bahasaku…)

Dan tentu saja, versiku@@

1. . Hal pertama yang paling aku sukai saat di rumah dan hujan turun adalah, membaca buku di kamar, kemulan, sembari mendengarkan music. Music bisa disesuaikan dengan buku yang dibaca. Misal baca buku religi seperti ‘Smart Heart’ atau ‘Engkau Lebih Cantik dengan Jilbab’, lagunya juga religi macam lagu di albumnya Opick atau pun Maher Zein yang bikin tambah nyess. Kalau bukunya novel teenlit, bisa pake lagu yang soal cinta cintaan, mungkin kayak ‘Selamanya Cinta’, ‘If you’re not the one’, lagu lagu Korea yang mendayu dayu. Kalau bukunya buku motivasi kayak ‘Manajemen Waktu’,’ Kiat Menghidari Stress’ atau the like, aku prefer music yang menghentak hentak, ‘do it like a dude’,’I love You’nya Chris Brown, dan lagu R and B lainnya. Walau pun nggak nyambung, yang penting musiknya bikin semangat gitu. Nikmat banget deh. Trust me, it works.:)


2. 2 . Kedua, liat film. Udah udaranya dingin, liat filmnya yang romantic. Waaaaah, bener bener deh bikin bahagia. Entah apa hubungannya hujan dan film romantic. Tapi, Suasana syahdu saat bulir bulir huja jatuh ke tanah, terus yang nggak berisik dan sepi hanya Irama air hujan lalu nonton film korea romantic gitu… What a life!! It must be soooooo romantic!

3. . Ketiga, nulis. Dibandingin nulis dikala udara lagi panas, terik matahari menyengat walau pun di dalam kamar gitu ya, saat hujan dan dingin itu rasa rasanya feel nya lebih dapet. Bahkan, hujan juga bisa jadi inspirasi buat kita. Apalagi kalau lagi galau, kata per kata tu bak air terjun dari otak terjun ke Microsoft Word. Mengaliiir… dan menurutku, saat hujan saat yang tepat buat menulis puisi, curahan hati.

4. . Keempat, bikin tugas. Hawa saat hujan itu damaiiiii sekali rasanya. Dan saat yang damai, tenang itu saat yang tepat buat bikin tugas menurutku. Jadi, saat hujan, mari bikin tugas. InsyaAlloh, suasana yang mendukung bisa bikin tiap ide nggak bumpet di saluran otak, tapi langsung menuju menjadi juntaian kata yang mengantarkan kita ke ‘A’. Amien Ya Alloh…@@

5. . Kelima, dan kalau lagi tidak tertarik dengan keempat hal di atas, Tidur adalah pilihan selanjutnya. Masih tetap ditemani music slow pengantar tidur. Aku sukaa banget lagu lagunya Sabrina. Suaranya itu empuk halus bikin liyer liyer ditambah akustik nya yang bikin tidur jauuuh di level lelap. Bahagia benerrr rasanya.

That’s it! Kegiatan kegiatan yang bikin bahagia saat hujan turun. And quote of the day sekaligus pelajaran hidup nomor 5 is : Bahagia atau tidaknya kita ditentukan oleh kita sendiri, bahkan hal hal kecil pun sangat mampu untuk bisa membuat kita bahagia. Dan bahagia akan berlipat ganda bila kita mensyukuri kebahagiaan itu sendiri.

InsyaAlloh…

19.11.11 14:33

Wednesday, 16 November 2011

Mana Dompet saya, Mana dompet sayaaa????!

On 11.30 I took a bath, dressed up and did a little make up since I start enjoying using eyeliner and the like. Feel like ‘mbak mbak kuliah’ when I did that way. Mumpung muda, I reckon.

Finished doing that ‘woman’ stuff, I was totally ready to go to campus.

Nah, semua barang udah dimasukin tas. Ada buku curmatdev, ada dosgrip alat tulis dan satu dosgrip multifungsi kayak begini.

Isinya ,macem macem. Dari mulai , flashdisk, vitamin, ada piranti cewek koyoto pelembab bibir,parfum, bedak (wekwekwek),semua kartu mulai dari KTP, KTM, Kartu Perpus, kartu makan, kartu remi.(percaya jenis kartu yang terakhir??) sampai ada paku kecil dan juga peniti buat jilbab serta bros dan gelang benang. Kalau itu ilang, hilanglah separo hidupku…. Gembes. It is a must, wajib, fardhu a’in. Tanpa ini aku nggak bisa minum di bis, aku dehidrasi di bis sauna itu… ini tidak boleh terjadi!

Selesai. Dengan sok elok aku keluar rumah. Wangi, sudah. Sumebyar, isyaAlloh. Bahagia, Alhamdulillah… Hujan pun aku lalui dengan hati bak matahari waktu pukul 9 pagi. Terang….

Singkat cerita aku udah di angkot dan sekonyong konyongnya baru inget sesuatu.

“Dompetku masih di lemari!”

Tu angkot masih jalan aja wus wus wus, aku panic luar biasa. Aku tengok kanan kiri nggak ada yang kenal. Maksutnya sih mau ngutang gitu.

“Pak pak, kiri pak!” dengan sekali langkah aku sudah di ujung pintu angkot dengan ujung jilbab terkiwir kiwir tak ubahnya icon majalan Annida.

Bapaknya karena tidak ada sang kondektur, menghamparkan mukanya ke arahku dengan tulisan invisible di dahinya,

“mana uangnya???”

“Nyuwun sewu pak, dompetnya ketinggalan…”

“Oh iya iya..”, Alhamdulillah yah Indonesia, sungguh budi pekerti warganya luar biasa…

Dan si angkot sejauh itu sudah berjalan sejauh kurang lebih 400 meteran…jarak jalan raya sampai rumah sekitar 100 meter. Itu berarti dalam guyuran hujan di bawah lindungan payung aku jalan kaki setengah kilometer mengikuti alur jalan di pinggiran. Tiap bis besar lewat rasanya aku mau kebawa terbang. Yang semula bak iklan di atas kepalaku itu matahari pukul 9 pagi, sekarang berubah jadi matahari sebelum magrib, dengan petir menggelegar dan suasana mistis nan suram. Moodku berantakan.

Membawaku ke pelajaran hidup nomor 3 : Bawalah dompet sebelum melangkahkan kaki keluar rumah dan menghadapi belantara hidup ini.

Sungguh, penyakit lupa adalah penyakit yang berbahayanya nggak ketulungan.

Sering banget penyakit itu kumat ya, yang waktu mandi abis gosok gigi, eh, gosok gigi lagi. Yang ngrebus air lupa nyalain kompor, yang mau ambil nasi lupa ambil gelas, yang brangkat kampus lupa bawa dompet. FATAL!

Akhirnya sampai rumah. Dan karena waktunya juga mepet, aku berangkat lagi.

Di BIS. Mood uda bak cermin habis dijotos. Ibarat verb jenis irregular, tak beraturan.

Seorang pengamen datang menghampiri. Bermodalkan gitar dengan senar layangan, celana sobek nya maksa, dan lubang di daun telinga dengan diameter 2 sentimeter. Berarti kalau gitu luasnya itu 2pqr. Entahlah yah, udah nggak kelas IPA.

Genjreng genjreng dengan semena mena tu mas pengamen. Bikin suasana hati makin suntuk. Kalau tadi baru petir menyambar nyambar, sekarang badainya datang, bak di film apa entah judulnya, badainya twins, di lautan mengampit jembatan. Yah gitu lah…

Dia krena nggak bisa main gitar, jari kiri nya Cuma megang batang gitar nggak ngapa ngapain, yang satu lagi genjreng genjreng lack of rithme. Sediiiiih banget rasanya aku. Kayak mau lompat dari bis terus menggelepar di tengah jalan pura pura mati.

Jeleknya aku adalah wajahku adalah cermin hatiku. Kalau seneng keliatan bersinar sinar, tapi kalau BT, sedih, semrawut, kliatan banget. Tuh, mungkin si mas pengamen kerasa tatapan sadisku, yang tadinya di seat bagian depan, tiba tiba pindah di samping seat yang aku dudukin. Lalu, sambil nyanyi di depan mukaku, dia nyanyi Aisiteru.

“Walau..raga kita terpisah jauh, namun hatiku kan slalu dekat, bilau kau rindu pejamkan MATAMU…dan rasakan aw aw aw ku..”

Nah, di frase MATAKU, dia mengemphesize atau memberi tekanan pada setiap suku katanya sambil menodongkan wajahnya kea rah MUKAKU.

“Karepmu, mas….” Batinku…

Makin kalut hatiku…

“Ambil saja aku Ya Allooooh….” Ucapku di sela derai air mata sambil menengadahkan kedua telapak tanganku, ala Raditya Dika.

Pergi dia. Aku panjatkan puji syukur yang sedalam dalamnya kepada Alloh SWT.

Datang lagi 1 pengamen. Ni mas mas kereeeeeeen banget suaranya. 11 12 lah sama Sammy Simorangkir. Suaranya lantang, serak serak basah. Kalau ni bis Sari terbuat dari kaca semua, pasti tiap dia nyanyi, langsung gemeletak kaca kacanya.

Dia nyanyi begini,

“Jujuuuur…aku tak sanggup, aku tak bisa, aku tak mampu, dan aku tertatih….”

Mendayu dayu, bikin hatiku sekarang jadi mobat mabit. Meresapiii banget. Hehehehe….

Dan, finally suara mas nya ini bikin moodku kembali ke jalan yang benar.

Inget baca quote quote yang bertebaran di twitter, begini kira kira..

“It is not about the situation you face, it is about how you react towards it.”

“Yang penting itu bukan situasinya (toh juga emang harus terjadi), tapi bagaimana kita menyikapinya.”

Dompet udah ketinggalan, itu situasi. Reaksinya kan pertama mau nggak mau aku harus jalan pulang dan ambil. Dan reaksi berikutnya soal mood. Tergantung aku, moodku mau aku terusin bak langit penuh petir apa langit habis hujan muncul pelangi.

Dan aku pilih yang kedua aja. Idup udah sulit kalau Cuma dompet ketinggalan aja bikin mood jatuh selama seharian, gimana lusa saat aku dilepas ke dunia fana ini sendirian?

Menata mood, dan tidur bentar di bis udah bisa mengembalikan moodku.:D

Sorenya, untuk menyenangkan diri, aku bersama teman kuliah bersepeda keliling kota Salatiga. Cukup dengan 3.000 rupiah, we got sweat!! We were happy!!

Dan sampai pada suatu kesimpulan yaitu peajaran hidup nomor 11 yang sangat sangat INGIN bisa aku resapi dan amalkan,

“Hidup itu udah susah, nggak perlu dibuat semakin susah dengan melebih lebihkan perkara kecil dalam hidup.”

Sungguh, aku pingin banget ngamalin itu. Cukup sekian dari saya. Semoga menghibur dan berguna. Wassalam

15.11.2011 22:50

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...