Saturday, 15 October 2011

Mendadak Guru SD part.3 (Saatnya Test)


Hari Sabtu. Saatnya ngajaaaaaaar……
Dan sabtu ini bikin semangat ngajar, soalnya Cuma nungguin adek adek unyu test Bahasa Inggris. :D

Mengantarkanku pada kenangan tempoe doeloe waktu masih unyu juga duduk di bangku sekolah dasar. Tiap test, banyak hal yang bisa diupayakan biar jawaban kita tidak bocor ke siapa pun.

Seperti tadi, ada yang menyusun buku serupa pagar memagari kertas soal mereka. 3 buku dikerahkan untuk bisa berdiri tegak melingkari soal mereka. Ada juga yang hanya menggunakan satu buku, dengan system ‘tutup segera jangan ditunda.’ Setiap mereka selesai mengisi satu soal, maka soal yang sudah mereka isi segera ditutup oleh satu buku. Begitu seterusnya buku mengikuti laju terpecahkannya soal. Ada juga yang hanya mengandalkan satu dosgrip untuk menutupi sebelah dimana temennya duduk. Dengan sangat teliti dan sabarnya mengintip setiap soal, mikir, dan segera menyilang jawaban yang dianggap benar. Dulu aku pun begitu. Tak kubiarkan satu pun orang bisa mengintip jawaban hasil memeras otak dari malam sebelum test.

Nah, perbedaan antara anak SD dan mahasiswa ni. Anak SD bersikeras menutupi jawaban mereka, tapi apa yang terjadi dengan siswa SMA atau mahasiswa?? Bersikeras untuk saling berbagi, berbagi jawaban dengan 1001 macam cara, metode 5 jari, kertas bergulung, hiasan paha, kertas terbang, dan masih buanyak lagi. Hasil sudah terkontaminasi racun dunia fana:D

“Miss, aku bisa Miss, kemarin udah belajar…”
“Yaaa….”

Lalu si Elang Gilang menyilang nyilang abc dengan kesungguhan hati. Menurut penerawanganku, ni anak besok bakal jadi sosok yang perfectionist. Dia nggak mau ada noda barang sehelai di kertasnya. Begitu ada yang salah, dia bersikeras pinjem tipe-X.

“Silei tipe-X”
“Wes, teko diorek orek wae to, Lang…”
“Emoh, elek. Silei tipe-X”

Dan menjulur julurkan badannya untuk bisa meraih tipe-X di meja sebelah.

Yang jadi pertama itu namanya Excel. Perawakannya besar dan ekspresif tak terhingga. Begitu jadi, dia mengacung acungkan jempolnya ke seisi kelas dengan tatapan bersinar sinar sembari menunjukkan giginya dengan mimic super senang.

Ada lagi Ellena. Mengingatkanku pada sahabatku, Ellena Rosmayanti. Terlihat seperti anak rumahan yang imut, cantik, dan halus budinya. Begitu selesai dia mengambil buku berwarna pink bergambar Barbie 4 di setiap pojokan. Dia nulis diary,sodara sodara…

“Dear Diary….
Hari ini Ellen test Bahasa inggris. Gurunya baik dan berbudi pekerti santun. Soalnya mudah. Ellen senang, Ry… Ellen selalu berdo’a sama Tuhan. Tuhaan….tolong Ellen Tuhan… Ellen mau test… semoga nilainya bagus. Amieen…. “

Begitu kira kira (mungkin) isi diarynya.

Di belakangnya ada siswa bernama Rohmat. Ternyata dia berbakat jadi pelukis. Untuk mengisi waktu luang jari jarinya langsung menari nari membentuk sebentuk gambar. Power Ranger atau Robot, semacam itu. Lengkap dengan pedang. Mimiknya serius, konsentrasi penuh. Maka, aku beri gelar pada Rohmat sebagai Rohmat Pelukis Ulung. Rohmat, semangath!!

Nah, di paling belakang kelas ada deretan papan berhiakan hasil karya para siswa. Ada gambar gambar burung, ada gambar bunga yang diwarnai menggunakan kertas lipat warna warni, dan juga ada puisi puisi tentang Ibu.ada salah satu puisi begini,

Ku mengenal Ibu kita Kartini lewat cerita
Ku tahu Ibu Kartini dari buku sejarah
Namun kini ku berjumpa sesosok Ibu Kartini yang nyata..
Kurasakan cinta dan sayangnya
Ku tak mau lepas dari dekapnya
Ku slalu hasu akan bimbingannya
Dan karena dia aku ada..

Lalu ada lagi penggalan akhir sebuah puisi seperti ini :

Supaya wanita tidak menjadi bodoh….
Terimakasih wahai Kartini…
Karena kaulah pelopor putri Indonesia..
Tamat….

Bersambung…:D
15.10.2011 11:22

No comments:

Post a Comment