Thursday, 6 October 2011

fase




Seperti ulat yang harus menjalani banyak fase untuk bisa menjadi kupu kupu, dari yang jalan saja Cuma kluget kluget, dan pada akhirnya Alloh menghadiahkanya sepasang sayap.
Seperti pohon yang juga menjalani berbagai fase, tumbuh, ada musimnya dimana dia harus layu dan meranggas, ada saatnya dimana daun mulai tumbuh hijau subur indah sekali, disusul bunga warna warni, lalu kembali mengulang ritme yang sama.
Seperti baju yang dibeli baru, dipakai beberapa lama dan akhirnya banyak noda, berbau, dan harus dicuci, tidak sampai di situ, untuk memunculkan kesan halus dan indah perlu distrika dan akhirnya indah kembali..

Seperti aku dan kamu. Ada fase dimana kita seperti pohon di musim semi, ada fase kita merangkak seperti ulat, ada fase kita baju habis dicuci tapi belum disetrika. Dan semakin banyak fase berhasil kita lalui, saat pohon bersemi, kemudian meranggas dan tidak mati karena tidak bisa berfotosintesis atau terlampau layu untuk segar kembali, saat ulat tetap berusaha mati matian buat makan daun sebanyak banyaknya, jadi kepompong dan puasa berhari hari dan nggak mati, saat baju habis dicuci masih tidak pudar warnanya dan tidak sobek karena telalu terkoyak, maka kita akan semakin kokoh berdiri.

Semakin banyak fase, semakin banyak waktu pahit dan manis kita rasakan, maka semakin kaya kita.

Terinspirasi dari iklan susu Dancow Plus atau apa itu yang ibu bisa jadi chef, bisa jadi guru, bisa jadi pengacara, bisa jadi atlet atau apalah itu, aku pingin jadi jaket. Kalau musim hujan aku pingin jadi mantol. Kalau mau test, aku pingin jadi buku pelajaran. Kalau lagi suntuk, aku pingin jadi game. Kalau laper aku pingin jadi sate, kalau lagi bosen aku pingin jadi raditya dika standup comedy. Aku pingin jadi buka sedep malem biar wangi. Aku pingin jadi tabung oksigen. Aku pingin jadi vitamin ester C biar nggak gampang sakit. Aku pingin jadi gembes biar nggak dehidrasi. Aku pingin jadi Mario Teguh atau Bong Chandra biar semangatnya nggak gampang padam.

Tapi, pada akhirnya aku pingin jadi aku. Aku yang bisa bikin kamu nyaman, seneng,ringan berjalan dan tetap bertahan dalam genggaman untuk melangkah bersama.Sama sama melangkah maju dengan sangat antusias, dan menempa mimpi untuk bisa foto berdua dengan toga sama sama, senyum tiga jari, dan bilang ‘cheeeeeseee….’ ke kamera. Masa depan nan gemilang, we’re comiiiiiiiiiiiing…..

Jadi, mari belajar dengan sangat rajin. Untukku, untuk ayah dan ibu, dan insyaAlloh untukmu juga.
05.10.2011 21:56 PM

No comments:

Post a Comment