Saturday, 29 October 2011

Abadi itu Tidak Ada

Manusia. Terbuat dari segumpal darah yang kemudian Alloh meniupkan kehidupan kepadanya. Dengan segala kemaha-an Alloh, manusia hidup dan berkembang biak, melestarikan jenisnya. Begitu kata buku Biologi dan pada akhirnya, Alloh memisahkan roh dari jasadnya. Mati.

Kehilangan seorang kakak di usia mudanya, bikin aku sadar bahwa Alloh berhak sepenuhnya untuk mengambil apa yg menjadi miliknya, KAPAN SAJA. Jadi sadar bahwa belum tentu, aku dan kamu akan meninggal di usia senja. Belum tentu aku dan kamu meninggal setelah beranak pinak. Belum tentu, aku dan kamu meninggal setelah kulit mulai berkerut dan keriput. BELUM TENTU.

Seperti halnya cinta, mati pun satu hal yang misteri. Nggak tahu kapan, dengan cara bagaimana, dimana..

Hanya Alloh yang tahu.

Hal kedua yang aku sadari, bahwa, selagi masih muda, masih hidup, masih dipinjemi tubuh sama Alloh, lakukan segala hal yang terbaik untukku, dan juga untukmu. Lakukan apa saja yang ingin aku dan kamu lakukan, yang pasti masih di koridor yang diperbolehkan, yang membawa kebaikan untukku, untukmu, dan untuk dunia. Selagi masih dipinjami Alloh tubuh yang Subhanalloh ini, lakukan apapun yang diamanahkan dengan sebaik baiknya. Berbuat bayak sebanyak yang aku dan kamu bisa untuk sekeliling, selama waktu masih diamahkan untukku da juga untukmu.Do The Best For Our Life!!

Yang ketiga, selama orang orang yang kita sayang masih berada di sekitar kita, masih bisa kita lihat, kita peluk, kita ajak ngobrol, perlakukan mereka dengan sebaik baiknya. Jangan biarkan aku dan kamu menyesal saat lusa mereka tidak bisa lagi dilihat, disapa, dipeluk. Saat orang seperti mereka sudah tidak akan pernah ada lagi di dunia ini. Sebelum ada penyesalan, aku dan kamu harus membahagiakan mereka, mencintai mereka sepenuhnya, dan tidak meninggalkan luka untuk mereka.

Yang keempat, Alloh telah memberi aku dan kamu tubuh yang elok rupawan menurut kita. Lengkap tak ada kurang. Maka, selagi kita belum transparan, aku dan kamu harus menjaganya. Harus mencintainya, tidak pernah malu karenanya. Karena inilah kita. Ini lah aku dan kamu. Ini lah sarana kita menabung amal di dunia, ini lah perwujudan Tuhan yang diamanahkan kepada kita sebagai khalifah di muka bumi. Aku dan kamu, mari kita cintai tubuh kita. My Body is Wonderland!

Dan, saat Kak Pepi telah meninggalkan kami untuk selama lamanya, aku sadar bahwa benar benar kita tak pernah tahu kapan Alloh akan mengambil nyawa seseorang. Dan aku yakin, Alloh tahu yang terbaik, menghilangkan segala rasa sakit, memberi ‘hidup’ yang baru, dan memberi segala pelajaran bagi orang orang yang ditinggalkan.

Untuk Kak Pepi, tak henti hentinya do’a kami akan mengiringi setiap lagkahmu menuju alam yang baru. Tidak akan pernah kami lupa sosokmu. Semoga Alloh memberikan tempat yang subhanalloh indah di samping-Nya. Selamat Jalan, Kak Pepi….

3 comments:

  1. ikut sedih :).semoga diberi ketabahan.

    ReplyDelete
  2. siapa itu sep?

    ak turut berduka cita dehh.. :((

    ReplyDelete
  3. terimakasih....

    kakakku agak jauh gitu, seph....:(

    ReplyDelete