Friday, 23 September 2011

Mendadak Guru SD


Di umur 20 tahun ini benar benar dapet hal hal baru yang sebelumnya belum pernah aku dapetin. Ya Alhamdulillah yaaah….
Salah satunya adalah aku dapat kesempatan ngajar di SD SUDIRMAN sebelah kiri SMP ku tercinta dulu, SMP 2 Ambarawa, di belakang Lapangan Jendral Sudirman yang tiap minggu aku samperin buat jogging bareng tetanggaku yang gaul, Rani Ajeng (mumpung muda budayakan jogginglah, nggak ketung di sana akhirnya Cuma muterin lapangan satu kali, itu juga pake sudukan dan malah pinjem sepeda nganggur milik adik adik gaul yang kenal juga nggak @@,. Yah, Alhamdulillah yaaah…yang penting usaha…)

Dan ini kesempatan keduaku (hari kedua) mengajar jadi Miss Meykke di sekolah itu. Pertama waktu menginjakkan kaki di kelas, masih ditemanin sama mbak angkatan named Widhi yang juga provide job itu buat aku (makasih a lot!:D), sekali masuk adik adik unyu langsung berceloteh,
“Itu siapa miss?? Guru baru ya miss??”
“Miss, gurunya mau ganti miss??”
Dan di sela sela celotehan ala anak SD, ada yang bilang,
Wah, cantik ya miss.. guru barunya cantik miss…”
Wah, yang tadi agak grogi senyumku langsung aku rekahkan tiada tara, dibilang cantik gitu lho, sama anak SD lagi. Khan kemungkinan besar nggak bohong #ngarep

Aku langsung pasang pose anggun ala guru SD muslimah anggun berbudi luhur, seharusnya waktu itu ada efek jilbabku terkiwir kiwir tertiup angin. Pasti eksotis!
Dan waktu perkenalan, tiba tiba ada guru masuk,

“Lho mbak? Kok bahasa Inggris sekarang? Ini jatah saya…”

Dung deng!! Salah kelas sodara sodara!! Serasa pingin pakai cadar biar ngga kliatan kalau mukaku langsung merah bak udang direbus dikasih saos. Kami pamit, mencari kelas yang sebenar benarnya, dan kelas 1A.

Perkenalan dll, dan aku disambut hangat sama adik adik unyu unyu itu. Mbak Widhi pergi meninggalkanku, dan aku di kelas itu bersama 30 siswa kelas 1 A. Kelas 1 sodara sodara!!

Dan pertama kali aku meragukan diriku sendiri, mengurusi adik unyu kelas 1 bukan perkara mudah. Tapi itu persepsi sebelum buka mulut dan mengajari mereka bahasa kesayanganku.
Tingkah mereka itu lho, ada yang duduk persis di depan meja guru dan seketika saat aku ingin menerangkan, dia mengumandangkan takbir ala idul Fitri, sambil memegang telinga sebelah seperti orang mau Adzan. Mungkin kecupan Idul Fitri masih melekat.Aku catetin kosakata barang barang di classroom gitu. Ada meja, ada penggaris dan teman temannya.

“Yang sudah selesai bawa ke depan nanti miss Meykke nilai yaa…”

Waduh, waktu mengucapkan kata kata itu, setiap kata nya itu lho, rasanya tu tidak bisa diungkapkan dengan kata kata. Walau pun aku nggak punya cita cita jadi guru, tapi waktu kecil dulu, waktu adikku yang sekarang sudah SMP dan dulu SD, kita suka mainan guru gurunan. Berbekal papan tulis kecil hadiah dari Ayahku jaman baulak dulu, aku sok sok jadi guru gitu, dan aku bilang,

“Kalau sudah selesai, bawa kesini nanti bu guru biji ya…”

Dan sekarang berasa kayak mainan aja gitu, tiap ada yang selesai dibawa ke depan, lalu aku kasih tanda kayak balon yang biasa dikasih guru itu lho, tak lupa aku selipkan icon senyum paling bagus buah karyaku, kalau ada yang nggak salah sama sekali, aku tambain bintang 2, kalau salah satu dan seterusnya aku kasih bintang 1. Lalu aku bilang,

“Wah, bagus. Nggak ada yang salah, pinterrr….. namamu sapa?”

Lalu dengan muka berseri seri mereka menjawab tersipu malu, lalu lari ke temannya,

“Yes!! Aku ra ono sing salah…”

Entah lebai entah alay, tapi aku bahagia banget rasanya waktu bisa ngasih mereka bintang, ngasih mereka kalimat itu, ngasih mereka senyumku yang paling manissss…..
I am Miss Meykke!:D
Tapi, bukan itu aja serunya, di sela sela nyatet, adaaaa aja tingkah polah mereka.
Ada yang mau pipis, ada yang Tanya huruf per huruf

“Ini apa bu??” sambil loncat loncat nunjuk huruf huruf yang aku tulis di papan tulis.
“Bu, ini apa bu??’
“Bu, ini huruf u bu?”
“Ini a bu??” Jamaaaaaaaah…. Pada loncat loncat tu anak unyu unyu..
“Bu, Imam nakal bu, penghapusku dibuang..”
“Bu, ada yang nangis dipukul sapu sama Tiko, Bu..”
“Bu, besok sabtu aku ulang tahun bu..”
“Bu, HPnya merknya apa bu?”
“Bu, blablablablaaa…”

Alloh luar biasa. Menyediakan berbagai macam cara untuk membuat umatnya belajar sabar. Jadi inget kalau di rumah itu ya, tiap bantu Nicken belajar, hawanya kayak mau ngunyah tu adik, diajarin nggak nyantel nyatel, itu baru satu. Dan sekarang 30 anak unyu kelas 1 SD. Tapi, bener deh, aku nggak ngerasa sebel, jengkel, gonduk, apalagi pingin tak makan.
Soalnya mereka kelewat unyuuuu….

Aku jelasin satu satu, aku terangin, aku jawab, hari pertama aku sudah mencintai para adik unyu itu. Seumur umur aku belum pernah ngerasa seanggun dan segimana gitu seperti yang aku rasain kemarin Sabtu.
Masih lagi setelah mereka kenal aku, waktu istirahat dan liat mukaku, mereka langsung berlari dan salim cium tanganku gitu. Berebutan gitu, partnerku yang juga ngajar bahasa inggris di sana itu Miss Irma dan Miss Winta.

Dan perasaannya waktu mereka pada lari terus minta salim cium tangan itu, wah, rasanya itu lebih bahagia ketimbang waktu dapet honornya.
Terus tadi, anak kelas 4 (Aku ngajar 4 kelas, kelas 1 A, 1B, 3A, dan 4A), ada yang Tanya,

“Miss Meykke, besok mau jadi apa Miss??”
“Kalau kamu mau jadi apa?”
“Aku mau jadi kayak Miss Meykke..”

Senyumku merekah bak bunga warna kuning yang di taman waktu Shah Rukh Khan dan Kajol nyanyi terus ada sapi beserta loncengnya di film entah apa namanya lupa.
Ada juga gitu lho ternyata yang mau jadi kayak Miss Meykke…
Subhanalloh.. #maapagaknorakemang

Yang Tanya rumahku mana lah, yang Tanya merk HP, segalanya ditanyain, ngerubungin aku di meja guru, aura aura bersih mereka benar benar indaaaah..
Tingkah mereka itu kalau mau dibuat essay itu 10 halaman nggak bakal cukup.
Dapet pengalaman jadi guru walau honorer dan tidak tetap begini jadi memunculkan sisi keibuanku. Kemarin kayaknya masih kayak adik kuliah maksimal mbak kuliah yang masih childish gitu, begitu memasuki pekarangan SD Sudirman, berasa kayak ada aura tersibak dalam diriku, jadi Miss Meykke, bu guru yang pakai rok berbahan halus warna hitam span plus kemeja plus tas samping, tak lupa jilbab segiempat yang ujungnya Cuma aku sematkan di sisi kanan dada dihiasi bros cantik dengan ujung terkiwir kiwir kayak icon di sampul majalah Annida dulu waktu masih ada majalah hardcopynya dan aku beli tiap Sabtu malam di apotek. Dan lagi, liat adik adik unyu nyenengin gitu jadi pingin punya satu. Tapi, sabarrr… belum saatnya…:D

Itung itung sekarang mengembangkan aura anggun dan keibuan dulu, terus mengepakkan sayap sabar biar jadi muslimah yang dicintai sesama. Amien…
Dikerumunin adik adik unyu juga mengubah persepsiku sama anak kecil. Dulu aku nggak suka adik kecil, anak kecil. Dan sekarang, ngliat mereka kayak tadi, aku baru jalan menuju kelas mereka, mereka udah teriak teriak..
“Yes!! Miss Meykke…basa enggres….” Sambil lonjak lonjak.
Atau anak kelas lain bilang,
“Miss enggres, ngajar sini aja miss…ngajar sini aja…” waktu aku lewat depan kelas mereka.
Atau waktu aku nyapa mereka,
“Good Morning…”
“Goooooooood mooooooooooorrrnnniiiiiiiiiiiing, Miiiiiiiiiiiiiiiiisssss…”
“How are you?”
“I aaaaaaaaam fiiiiiiiiiine, thaaaaank yooooooooou, and youuuuuuuuu?”
“Wah, aku nggak fine liat kalian jadi fine.”, batinku
“I am fine…” senyumku sumringah tak terperi, ngga tau aja gitu berasa anggun, efek rok span mungkin.

Dan mereka itu rajin rajin, suruh nulis mau, suruh ngulang kata mau, mau pipis juga ngomong dulu…curhat sama guru…

Jadi inget dulu waktu SD deh. Dulu juga hobiku salim cium tangan ibu guru. Jadi, kalau gurunya sudah sampai depan pagar SD ISdiman gitu, aku dan teman teman bentuk barisan tak berbentuk sepanjang jalan ibu guru menuju kantor. Untuk apa? Jelas buat minta salim dan cium tangan. Lalu ibu guru dengan senyum mempesona akan mengantarkan tangannya, SD yang membahagiakan.:D

Dan sekarang walau pun aku belum ada rencana mau jadi guru langsung selepas lulus kuliah, tapi jadi guru SD benar benar menyenangkan.

“What?? Jadi guru SD aja kok heboh beuuut kayak jadi pejabat..”
“Saat Anda merasa dibutuhkan, saat Anda ditunggu tunggu kedatangannya, saat Anda merasa begitu dihargai, saat andai membuat manusia lain berseri seri, tak ada yang lebih menyenangkan daripada itu. Uang tak ada apa apanya dibandingkan perasaan itu” Buat saya…

Dan setiap Sabtu pasti akan ada cerita tentang adik adik unyu ku…:D
Ditunggu yaaa …..
Terimakasih telah membaca catatan sayaaaa….:)
17.09.2011 20:42 AM

3 comments:

  1. hihihi jujur saya jadi ketawa sendiri waktu baca cerita ini, memang tingkah laku anak-anak SD itu lucu-lucu ya
    jaman saya dulu ndak ada pelajaran bahasa inggris waktu SD, baru kenal mulai kelas 1 SMP, itu pun awalnya hanya plonga-plongo saja di kelas, lha wong ndak ngerti sama sekali yang diomoingin

    tapi kalo gurunya cakep pasti yang awalnya ndak suka pelajaran bisa jadi suka ya hehehe

    ReplyDelete
  2. ehehehe, iya. jaman sekarang polah anak SD ada ada aja. iya, dulu saya ada sejak kelas 4 SD, itu juga sama plonga plongonya, memang sekaran sudah semakin berkembang, nggak kayak dulu.:D

    ReplyDelete
  3. (Srimuliani Handoyokusumo; Lolos PNS Guru di lingkungan Kemenag Berau)

    Berawal dari keinginan kuat untuk mengikuti test tertulis CPNS yang dilaksanakan oleh PEMDA Berau dimana saya tinggal, saya pun ikut berpartisipasi mengkutinya. Namun sebenarnya bukan sekedar hanya berpartisipasi tapi terlebih saya memang berkeinginan untuk menjadi seorang PNS. Waktu pun terus berjalan, karena tertanggal 5 Desember 2013 yang lalu saya pun mengikuti Test CPNS yang diselenggarakan oleh PEMDA Berau dengan harapan yang maksimal yaitu menjadi seorang PNS. Kini tanggal 18 Desember 2013, pengumuman test kelulusan tertulis itu diumumkan. Dengan sedikit rasa was-was dan bercampur tidak karuan menyelimuti pikiranku. Rasa pesimisku memang timbul, karena pengumuman yang di informasikan adalah tertanggal 11 Desember 2013 namun di undur tanggal 18 Desember 2013. Dengan mengucapkan BISMILLAH, aku pun masuk ke halaman kantor BKD untuk melihat hasil pengumuman test tertulis CPNS. Dan Syukur Alhamdulillah saya pun LULUS diurutan ke 3 dari 1 formasi yang aku ikuti di Kabupaten Berau Kalimantan Timur. Dan berikut peringkat screen shoot yang saya jepret menggunakan Ponsel kesayangku.

    Puji Syukur tak henti-hentinya aku panjatkan ke Hadirat Allah SWT, atas rezeki yang diberikan kepadaku. Semua hasil ini saya ucapkan terimakasih kepada :

    1. ALLAH SWT; karena KepadaNya kita mengemis dan memohon.

    2. Suami dan Anak [DikMa]; Dukungan Do’anya sangat berharga dalam pencapaian saat ini.

    3. Orang Tua, Saudara-saudaraku; Tetap mensupport aku selama 3 bulan terakhir ini, terimakasih Mama, terima kasih Kakak Perempuan ku, terima kasih Kakak Laki-laki ku tak terlepas juga buat teman-temanku terimakasih semuanya.

    4. Terimakasih untuk khususnya Bpk.IR.AGUS SUTIADI M.SI beliau selaku petinggi BKN PUSAT,dan dialah membantu kelulusan saya selama ini,alhamdulillah SK saya tahun ini bisa keluar.anda ingin LULUS seperti saya silahkan anda hubungi nomor bpk IR.AGUS SUTIADI M.SI,0852-3687-2555.

    ReplyDelete