Wednesday, 17 August 2011

SIASAT oh SIASAT...



Bangun tidur tiba tiba keinget sama yang namanya SIASAT. Sebenarnya bukan kali ini aja sih bangun tidur inget SIASAT, malah nggak bisa nggak inget SIASAT. SIASAT itu semacam kalau universitas lain menyebutnya “mau krs-an dulu..”, gitu sih aku tanya temenku anak UMY. Kayaknya yang lain juga nggak jauh beda, Cuma kalau tempatku namanya SIASAT, karena butuh beberapa siasat untuk menaklukannya. Wo o o o…

Dan karena bukan penganut system paket yag mana sudah dipaketkan dari sananya kelas dan temannya, melainkan berusaha sendiri untuk rebutan bangku kuliah dengan beratus ratus mahasiswa lainnya. Dan sangat mengandalkan factor lucky, keluckian soal kecepatan tangan mengeklik, kecepatan inet, dan kecepatan berfikir juga dalam hal back up plan…
Dari semester 2 sampai SIASAT terakhir tanggal 12 Agustus kemarin, aku selalu SIASAT di Posnet, semacam warnet milik kampus. Dan selama itu pula aku selalu dapet kelas, habis SIASAT, yang lain pada ribut di FB, aku Cuma senyam senyum dengan penuh kemenangan, “Gue dapet semua, mameeeen…

Walau pun nggak semua kelas yag aku bisa klik itu kelas idaman, at least, aku masih sesuai flowchart, I’m on the track. Bahagia…

Dengan masih menyimpan kePDan semester lalu, sehari sebelum SIASAT, aku dan teman seperjuangan, Inggit menyusun jadwal idaman… tiap hari teratur, hanya 2 matkul mengingat keterbatasan tenaga dan otak. Masih sejam setengah sebelum SIASAT, kita menyusun back up plan, artinya, jaga jaga kalau idaman kita yang biasanya juga menjadi idaman semua orang itu penuh, kita punya semacam kelas cadangan untuk diklik, the second option, maksutnya biar kita sama semua. Prioritas kelas pun disusun, diurutkan dari yang paling berpotensi penuh dini, semuanya telah disiapka di atas kertas. Itu aku masih PD. Senyum selebar mungkin, optimis bakal dapet semua kelas yang diinginkan. At least, tetep on the track..

Dua jam sebelum SIASAT kita emang udah siap perang di Posnet. Berbekal paket inet 3 jam seharga 5000, aku optimis. Sejauh ini, inet nggak pernah ngehank atau pun ngelag, semuanya lancer. Detik detik menjelang SIASAT, semua pada ribut di group fb, bikin aku jadi cenat cenut. Detik demi detik aku tambah deg deg an, selevel pas mau ketemu ibu pacarku dulu waktu SMA (hehehe..). makin ke sini, levelnya makin naik kayak waktu aku mau UAN Matematika dulu waktu SMA. PDku ilang perlahan lahan waktu dibilang udah banyak kelas yang penuh berisikan mas mas mbak mbak angkatan yang ternyata juga tidak sesuai flowchart dulunya. Kelas yang dibuka juga sedikit karena satu hal dan lain sebagainya.

Toooooot, SIASAT dimulai..

Aku panic, aku pencet, loading mulu. Ni Inggit di sampingku sambil gigit gigit kuku aku lirik uda berhasil mencet 2 matkul, aku masih loading. Kalap.. aku lari ke mbak angkatan bernama mbak Kiky yang daritadi menyunggingkan senyum lebar sekali seakan akan bilang, “Gue dapet semua, mameeeeen…” aku kelabakan. Semester ini emang didahulukan semester tua untuk mencet duluan dan menentukan nasibnya.. emang benar kalimat “Alloh tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu mengubahnya sendiri”

Sedetik kemudian, aku lari pontang panting, si Mbak angkatan dengan tergopoh gopoh minjemin laptopnya dengan modem SMART buat bantu nentuin masa depanku kali ini. Si mbak angkatan emang dua kali lebih siap perang, sampai mantengin 2 alat SIASAT, computer Posnet plus satu buah laptop. Aku lirik si Inggit udah dapet 3 kelas, aku no one. Tambah keringat dingin berkucuran, ni laptop mbak Kiky nggak nyambung mulu, lalu si Inggit bilang kelas lain udah pada penuh, dengan menggondol 10 SKS dari total 19 SKS, bagai malaikat dia minjemin komputernya buat aku. Aku pencet kelas Intro to Research, kelas penuh semua, aku pencet kelas Academic Reading, udah terisi semua, aku pencet kelas berikutnya pun disambut dengan kalimat inti yang sama. KELAS PENUH.

Aku langsung lemesss,

Singkat cerita, aku Cuma dapet 2 SKS dari 19 SKS yang jatahnya aku ambil semester ini. Dulu aja PD benerrrr, dapet semua. Sekalinya nggak dapet, nggak dapet hampir semua dan cuma berhasil menyabet satu kelas. Inggit prihatin.. aku mringis getir.

2 SKS?? What on earth am I going to do?? Buka FB, seperti yang aku duga, udah banyak yang misuh misuh, jadi ikut misuh dikit dikit tapi nggak banyak, kalau banyak yang ada nggak nyelesein masalah, nambah masalah baru lhah dalah malah tambah kelabu hidupku.
Sebenarnya habis itu aku pingin langsung pulang saja, meratapi 2 SKSku. Namun, si Via ngajak ke gedung F, tampat tiap harinya aku belajar. Nah, waktu itu pukul 13.10 akan ada SIASAT semua angkatan, artinya siapa pun bisa masuk, angkatan tua atau pun muda, kecuali yang angkatan hamil (opo to iki?=.=”)

Dan dengan berbekal netbook tercinta, aku mencoba untuk mengadu peruntungan kembali. Berulang ulang aku buka satu persatu kelas dengan harapan tiba tiba sisa kursi, atau keajaiban lainnya. Benar saja, waktu aku mencet kelas Morphology and Syntax, sisa 3 kursi. Criiing, aku dapet! Aku sedikit girang. At least, nggak ngenes ngenes amat Cuma dapet 2 SKS. Sekarang 4 SKS dari total 19 SKS yag harus diambil. Dengan menanam keping demi keping harapan, aku kembali asal ngeklik kelas. Waktu buka kelas Intro to Research, sisa 1 kursi, sodara sodara!! Langsung aku pencet, dan dengan terus menyebut nyebut, Bismillah..bismillah…akhirnya 1 kursi yang pasti jadi rebutan begitu banyak pengeklik jatuh di tanganku!! Legaaaaanya kayak dapet honor menulis di majalah. Soalnya kelas itu cikal bakal aku bisa berlanjut ke kelas Research Methods, Prop & Report, dan yang dinanti nanti, sang Thesis. Andaikan aku nggak dapet, alamat mundur mundur waktuku untuk memulai skripsi. Dan dari coba coba berhadian ini akhirnya lumayan juga dapet 6 SKS. Tapi, selama Language Assesment yang merupakan syarat untuk bisa berlanjut ke kelas Micro teaching dan teaching Practicum belum di tangan, hati rasanya masih belum tenang. Academic Writing juga belum dapet. Masih panic.

Akhirnya pulang ke rumah. Untung untungnya punya sahabat sebaik Inggit, karena modemku moody kayak yang punya, akhirnya aku di-siasatkan oleh Inggit dan kelas Phonetics&Phonology bisa tertembus. Total jadi 8 SKS, masih dari total 19 SKS yang musti diambil kalau pingin lulus tepat pada umurnya.

Saking kepikirannya, kemarin malam mimpi ngeklik ngeklik keyboard dan dapet semua kelas.

Masih terus menunggu apa yang akan terjadi besok dengan SKS ku, karena bagaimanapun harapan masih ada, dan akan terus ada. Ibarat jalan, aku udah separo perjalanan, biasanya sebelum sampai ke tempatnya akan ada banyak aral melintang, badai menghantam, batu berguling, lumpur hisap, hujan angin, dan segala bentuk hambatan. Dan insyaAlloh semua akan bisa teratasi. Ganbatte!!

Ini ceritaku, apa ceritamu??:D

17.08.2011 08:09 AM

1 comment:



  1. Watches are to men what rolex replica uk are to ladies. Some guys spend a large quantity of funds on costly watches so it will be only correct that these valuable products possess a suitable receptacle to keep them secure. So if you have an considerable collection, you might need a men's tag heuer replica sale exclusively created to hold your watches. More popularly defined as a wrist watch box or view situation, this kind of jewelry box is very implemented to shield and show your view collection. It may hold from a single to as several as twenty pieces or more according to the size. The box usually comes with distinct chambers with little pillows that could hold each chanel replica sale separately. This can be especially excellent for those with metal connectors wherever you'll be able to wrap the band round the bed sheets keeping it snug and safe. Other rolex replica uk are developed in this kind of a way that you just can lay your watches flat instead of wrapping them across the pillows. replica chanel bags really is great for people that have leather connectors.



    ReplyDelete