Wednesday, 31 August 2011

Pesona Malam Takbir



Assalamualaikuuuuumm…

Alhamdulillah yaaah udah lebaran yaaah…
Sempet bingung kemarin dan akhirnya sedikit menelan pil kekecewaan akibat pengunduran Lebaran yaaah…

Ya sudah lah, Alloh maka Mengerti kok, mau lebaran Selasa atau Rabu yang penting tetap menjaga ukhuwah islamiyah, saling menjaga persatuan dan kesatuan.

Tapi aku juga nggak mau bahas soal geger gegeran menentukan 1 Syawal berdasarkan hilal dan segala pirantinya, tapi aku mau menceritakan pesona malam takbir kemarin.
Seperti yang sudah sudah, di desa ku tercinta, mengingat saya ini gadis desa (hehehe), malam takbir disemarakkan dengan dua macam takbiran. Yang pertama takbir berjalan, jadi seluruh warganya jalan keliling desa dan sekitarnya dikatrol mobil lengkap beserta sound system dan paduan suara dadakan bapak kadus beserta anak anak yang penuh dedikasi terhadap Lebaran:D. diramaikan dengan percikan kembang api warna warni sangat kontras dengan langit hitam pekat. Sumebyar!!

Takbir bertalu talu, dan hingar bingar jalan para pemudik menambah syahdunya malam takbiran. Dan sekonyong konyongnya ingatanku terlempar pada beberapa tahun silam. Saat sahabatku masih gadis dan belum punya anak, beserta teman teman lain yang juga masih belum sibuk dengan urusan duniawi masing masing, kita nggak pernah absen ikut takbir berjalan, dulu dengan membawa obor yang sudah dipersiapkan jauh jauh hari. Sekarang sih, sudah nggak usum, orang modern bilang. Kangen saat saat kebersamaan begitu melekat, tanpa embel embel ‘katrok lue!’ ‘nggak gaya lue!’ ibarat kata kita dulu bak kertas putih, kalau pun ada gambarnya, gambar pelangi tanpa awan mendung menggelayut, badai topan menerjang, belum terkontaminasi buruknya dunia fana ini. Polos.. and my childhood is the best moment I’ve ever had. My friends, my family, in every single moment I took were totally gorgeous. And now on, everything has changed. The more I grown up, the more difficult the situation I have to face. And that’s life anyway!

Lanjutttt, habis takbir berjalan diteruskan takbir pake motor. Jangan salah, walau pun takbir keliling begini, tapi kami sedesa anti rusuh kok…

There we went…

Mengitari kota Ambarawa pusat peradaban para Ambarawaers, lanjut menekuk ke Tambak Boyo, melewati pasar Malam yang subhanallah sesaknya. Noleh ke kanan, muda mudi pacaran, noleh ke kiri, berpasangan naik motor mepet sekali, noleh ke atas, kembang api sumebyar indah luar biasa, serong kanan pada mesra, serong kiri bikin iri. haaaahhh… jadi inget sama yang memang selalu diingat. Tapi, bagaimana pun peluang untuk bisa seperti mereka (bukan mepetnya ato apanya, tapi menghabiskan waktu bersama di malam takbiran dengan pergi berkeliling kota) sama seperti peluang Indonesia menang melawan MU, bak peluang aku dapet nilai 100 test Matematika, bak peluang beratku naik 10 kg dalam waktu satu bulan. Dan memang itu bukan hal wajib yang harus dilakukan, karena memang rumah juga subhanallah jauhnya dan hal lainnya.. Suatu saat, insyaAlloh taraweh bareng, sholat Id bareng, sudah pembahasan ini, cukup sampai di sini.:D

Dengan diboncengkan tetanggaku karena ayah sudah mutlak harus bersama Ibu dan adik, aku mengitari dan melihat keramain kota. Takbir terus berkumandang di penjuru mata angin (weisss…). Syahduuuuu sekalii.. sambil ya sedikit berkhayal karena memang imajinasi lumayan tinggi, aku menikmati setiap detik dan setiap gegap gempita malam takbiran. Melewati Tambak Boyo dengan sawah terhampar luas, dan masih tetap kembang api pyar pyar di sebelah kanan dan kiri, kota Ambarawa yang dipenuhi cahaya lampu tampak sangat megah dari sana, semilir angin yang mengipas ipas ujung jilbabku, deru klakson yang dari tadi menggetarkan gendang telingaku sahut menyahut, diselingi suara takbir membahana dari pelosok mesjid…

Benar benar nikmat campur agak pusing, apalagi kalau ketemu dengan sesama kelompok takbiran, ‘assalamualaikum’nya ditandai dengan klakson yang dipencet sekonyong konyongnya.
Dan saat benar benar merasakan syahdunya suasana, tiba tiba tetanggaku menghampiriku dengan motornya,
“Ke, tak golekki… tuku pulsa…duite mengko..”

And realize that business is business… walau sedikir merusak suasana, ya namanya rejeki ya nggak papalah…. Akhirnya bertransaksi di tengah sawah…:D

Dan seperti yag sudah sudah, ingatanku lagsung melesak mundur di malam takbir tahun tahun kepungkur. Dulu itu jauh lebih ramai dari sekarang. Masih ingat dulu truk truk ikut meramaikan pawai. Ada session bonceng sahabatku dulu sewaktu dia belum punya anak pake motor warna hijau, pernah juga naik diboncengin ayah, pernah juga naek mobil, dan yang paling serrrru, pernah kompakan bareng temen temen desa yang belum sibuk dengan urusan duniawinya kompakan naik truk bersama!!! Terkesan gimana gitu kali ya, tapi dulu waktu SD sih nggak ada gengsi gengsian, yang ada yang penting hati bahagia, apa aja ayoooook…

Really miss that moment!!

Sekarang sih nggak akan pernah bisa terulang… hidup kan seperti proses nggodog ketela, sekali semakin matang nggak mungkin bisa mentah lagi, seperti nggorreng rempeyek, sekali digoreng nggak bakal bisa jadi mentah lagi, seperti nanem kaktus, sekali semakin gede juga nggak mungkin balik kecil lagi, lawong kita juga dari bayi, sekali semakin tua dan dewasa nggak bisa jadi bayi lagi. Mungkin sifatnya masih kayak anak kecil, bak ketela yang direbus tapi masih ada bagian mentahnya, bak rempeyek ‘mbeling’ alias susah mateng, bak kaktus yang kelainan dan walau berumur tua tapi nggak bisa besar besar. Dan semoga kita bukan salah satu daripada golongan tersebut. Amien…:D

Malam takbir dari masa lampau hingga sekarang selalu membawa warna tersendiri, warna yang layak untuk dikecap dalam ingatan, ditulis dalam cerita dengan rindu yang membara, dan suatu saat ketika aku beranjak tua, aku baca lagi, dan berkata
Nduuuk, waktu Umi umur 20 tahun, Umi suka nulis blog soal masa lalu Umi..dulu itu Umi gadis desa, nduk…gadis desa yang bahagia…besok kalau udah gede kamu juga jadi blogger ya, nduk… biar setiap moment itu nggak menguap begitu saja…sapa tahu kamu jadi orang terkenal terus bisa bikin auto biografi, nduuk… oke nduk?? Umi luph u…mwah mwah..”
:D
wassalam...
31.08.2011
13:30

No comments:

Post a Comment