Monday, 29 August 2011

Berjuta Berkah dari Ramadhan



Baru pulang dari pasar bersama si Ibu dan melihat bagaimana pasar hari ini seketika menginspirasiku untuk menulis ini dengan judul Berjuta Berkah dari Ramadhan.

Jalan padat merayap, pengunjung sangat sangat membludak dan wajah para pedagang sumringah tak terkira. Ramadhan yang segera sampai pada hari Kemenangan memenangkan semua aspek ekonomi kehidupan masyarakat.

Memang sudah tradisi bagi masyarakat sini khan ya, untuk berbondong bondong belanja keperluan dapur, rumah, sandang, dan segalanya. Baru menginjakkan kaki di pasar, masyaAllah,,, mau jalan aja susah bukan kepayang. Pasar yang biasanya lengang sekarang berubah menjadi lautan manusia, sesak, sumpek, panass…
“La kenapa kok nggak di swalayan?? Mall?? Hare gene?? Paasar?? Becyek, tak adya ojyek, banyak copyeeet ciiiiint!”
Ingat himbauan pemerintah “Belanja di pasar tradisional, membantu perkembangan perekonomian masyarakat kecil” ya maksutnya, sesama rakyat kecil saling menguatkan gitu lho…hehehe

Sambil nganterin ibu belanja beraneka rupa, sambil meneliti keadaan pasar. Seketika mengambil kesimpulan bahwa Ramadhan benar benar memberi berkah bagi siapa saja, dari sopir beserta kernet angkot yang walau pun wajah penuh peluh, tapi air mukanya sangat cerah, sudah penumpang sangat melonjak jumlahnya, ditambah ongkos naik. Untung tak terkira. Para penjual baju lebih lebih, wajahnya bercahaya, lincah gemulai menawarkan barang dagangan, tau sendiri mendekati lebaran baju naik pesat. Padahal untung menjual baju itu khan dahsyat. Masih yang tak kalah girang ibu ibu penjual daging, dan tetek bengek kebutuhan dapur seperti cabe, kemiri mrica jahe, sayur sayuran, kentang, tahu tempe, dll. Dan bisa ditebak, walau Cuma 500 per kilo, barang barang sangat krusial itu fardhu naik. Para pedagang jilbab, gamis, mukena, dan pecis yang sekarang lagi mengepakkan sayap dengan sejuta modelnya dari model jilbab paris, hoodie, instan, dan inner yang beraneka rupa, masih gamis model syahrini, kaftan, dengan rok yang menjuntai juntai sangat menggoda.. Harga, sekonyongnya naik.

Yang paling mengherankan adalah harga kembang (biasanya untuk nyekar). Pasar juga penuh kembang, valentine day sih lewaaaaat, ini jauh lebih semarak kembangnya,banyak pedagang musiman, pedagang kembang. Nggak tanggung tanggung, kembang mawar setengah wakul itu dihargai 15 ribu!! Dan 5 ribu itu cuman dapet 3 bunga mawar beserta potongan daun hijau entah apa namaya yang baunya tak kalah harumnya. Ada ibu ibu di angkot bilang, “La wingi niku ibu x kulakan kembang sak truk 10 juta, lha kok payu 6 juta, tuno 4 juta jal mbak…”
Aku Cuma gedeg gedeg dalam hati, 10 juta buat beli kembang?? Nggak laku dalam waktu sehari aja udah nggak bisa dijual. Benar benar petani kembang di Kopeng, Bandungan, dan Sragen sana mendadak tebel dompetnya. Biasanya liat mbah mbah di pinggir jalan dengan caping dan kembang kembang beserta muka melas sekarang seperti berputar 180 derajat. Alhamdulillah…. (semoga saja benar yang merangkup rejeki itu para petani, bukan makelar kembang atau calo atau apapun itu namanya)

Bukan Cuma itu, pedagang musiman lainnya hadir meramaikan pasar. Tidak lain tidak bukan , penjual tempat ketupat, janur ketupat itu. Dimanamana bisa dijumpai kakek kakek, ibu ibu, bahkan anak anak laki laki menyediakan jasa membuat ketupat janur. Dengan cekatan menekuk ujung janur, memasukkan ke jalinan yang lain, menariknya, merapikan…trara!! Ketupat indah siap diisi beras..:D

Dari yang pencari uang tingkat atas seperti penjual baju, daging, dan kebutuhan dapur sampai pencari uang yang hanya bermodalkan tenaga tumplek blek di pasar, berwajah riang. Bapak bapak berbadan kekar pun kebagian berkah, bapak tukang angkut atau kuli. Yang biasanya per angkut hanya 3 ribu, sekarang kalau nggak 6 ribu, nggak mau. Dan kantong bapak kuli Alhamdulillah ikut ikutan tebal. :D

Masih juga penjual musiman lainnya, penjual petasan dan kembang api. Tenda tenda tidak permanen yang terbuat dari kayu menyemarakkan sepanjang jalan pasar Projo, Ambarawa. Kalau lewat malem malem, si mas mas penjual dengan ikhlas menyalakan kembang api barang satu dua buah, dan langit bertaburan percikan cahaya, indahnyooooo…..

Liat juga bapak bapak renta yang biasa jualan jas bekas di pinggir jembatan kecil di samping Pasar tadi ramai ditandangi sesame kakek yang punya minat yang sama, pake jas. Bapaknya hilir mudik tawar menawar dan melayani pembeli. Di sampingnya, bertengger kios agak invisible (kios yang Cuma beratapkan terpal seadanya, dan beralaskan bumi dengan satu cermin menggantung di tembok luar toko onderdil) potong rambut Madura yang biasanya Cuma satu dua orang pelanggan, tadi pengantri setia menunggu, kebanjiran order. Jadi inget salon salon mendekati lebaran juga kebanjiran pelanggan, salon deket rumah contohnya, yang mau melentikkan bulu mata, creambath, hairspa, atau hairmask biar rambutnya halus, facial biar wajahnya mulus, atau berganti gaya rambut biar tampil beda dan segarr, semua aspek perekonomian serasa menggeliat.

Dan Alloh memang Maha Segalanya, Maha Perencana sedemikian rupa hingga dihadirkan bulan penuh berkah yag mengandung makna yang luas. Berkah karena pahala dilipatgandakan, dan bagi para pengusaha(orang yang mau berusaha) untung pun juga dilipat gandakan. Para penjahit yang kebanjiran pesanan jahitan, para penjual barang pecah belah seperti piring, sendok dll, penjual gorden sampai lap dapur yang ikut ikut meraup lembaran rejeki.
Gara gara pergi ke pasar, hati jadi semakin bersyukur. Bersyukur karena tinggal di Indonesia, dimana Ramadhan sangat kental nuansanya.

Bulan Ramadhan bagiku adalah bulan ajaib, dimana tidur saja dihitung ibadah, dimana orang orang dikuatkan secara fisik da mental dengan diwajibkannya puasa dari subuh hingga petang, bukan hanya menahan lapar dan haus, tapi juga menahan segala nafsu yang menjauhkan orang orang dari fitrahnya sebagai seorang manusia dengan derajat yang tinggi, dimana banyak sekali bonus dengan janji pahala super gede seperti sholat tarawih, tadarus, kuliah subuh. Bahkan, bagi para ‘tidak mampu’ pun akan banyak penolong, tangan dan kaki Alloh yang iklhas membantu mereka menikmati hari kemenangan. Anjuran zakat fitrah dan zakat mal, anjuran sedekah, anjuran untuk menolong sesama saudara yang nasibnya kurang beruntung.
Bukan berhenti sampai di situ, Bulan Ramadhan bagi para tahanan juga bulan penuh keringanan, dapat remisi tahanan dan bisa pulang lebih awal. Bagi para pembantu, berbondong bonding mudik dengan sangu yang lumayan, THR sumebyar dimana mana. Subhanallah…. Bulan Ramadhan benar benar Bulan yang Subhanallah….
Bulan keren…semoga pesona bulan Ramadhan masih bisa dirasakan 11 bulan berikutnya, ketahanan menjaga hawa nafsunya, sabarnya, sikap suka memberinya, dan kerajinan dalam beribadahnya. InsyaAlloh….
28.08.2011 14:17

No comments:

Post a Comment