Wednesday, 8 June 2011

little thing called love

Mungkin di antara kalian ada yang pernah liat film Thailand berjudul “Little Thing called love”, itu lho yang bercerita tentang cewek berambut kayak sapu ijuk seleher, lengkap dengan kacamata dan behel serta berkulit coklat gitu. Alkisah dia menyukai seseorang, bisa ditebak! Cowok super charming yang menjadi idola seantero sekolah. Kelanjutannya?? Dia berusaha untuk menjadi cantik karena ingin dipacari oleh si cowok idola sekolah. Akhirnya kesampean juga tu cewek. Udah cantik, eh, ternyata yang nembak temen baik si cowok. Singkat cerita, karena emang nggak suka, si cewek bilang sama si cowok temen deket si charming kalau dia Cuma suka satu orang. Entah punya tenaga supranatural apa piye, si cowok patah hati pingin apa pun yang terjadi si cowok charming never ever pacaran sama si cewek. Pas kelulusan, si cewek yang sekarang juga udah jadi promadona sekolah bilang tentang perasaan yang dipendamnya selama tiga tahun. Unfortunately, eh si cowok charming udah pacaran sama temennya sekitar seminggu lalu. Patah hati. Si cewek belajar ke USA. 9 tahun kemudian,si cewek yang dulu dekil sekarang jadi perancang busana terkenal di USA. Waktu diwawancarai di televise Thailand gitu, si cewek dipertemukan dengan si cowok, 9 tahun tidak ketemu lho! Singkat cerita sebelum si cewek dipertemukan, sebelum dia belajar di USA, saat dia menangis di kamarnya, si cowok meninggalkan sebuah catatan yag berisi foto foto si cewek yag mulai dari masih dekit sampai sudah jadi primadona sekolah. Beberapa catatannya bilang, “Kamu sudah berhasil dari awal.” Maksutnya, sebelum’ kamu’ mempermak tubuhmu itu, dari kulit item jadi putih, dari kacamata jadi nggak, dari rambut serupa sapu ijuk jadi lurus kayak iklan shampoo, dari yang nggak tau berbusana jadi fashionable, dari yang ‘less’ jadi ‘more’, kamu sudah berhasil memikat hati’ku’…

Wowwww…so sweeeet (dengan tampang yang mengisyaratkan makna sebaliknya.)

Sayangnya oh sayangnya cerita macam itu saya pikir Cuma terjadi di dunia fiksi saja (berkata dengan muka truly sadis)

Iyaaaa, Cuma di dunia yang tidak nyata, yang tidak real, yang tidak realistis. Hehehe

And love is not a fairy tale, love is not as sweet as Thailand drama, Korea drama, or even Bollywood..

Mana ada jaman gini cowok charming yang banyak disukai cewek kok milih cewek yang bodynya aja serba minus kayak cerita di atas? Temen kalian ada yang mengalaminya nggak??

Bingung jawabannya?

Mungkin, yang ada begini. Kamu suka cowok charming, kamu dari yang jelek terus jadi cantik. nah, tu cowok charming mulai deh ngelirik kamu. Saya pikir kalau ceritanya begitu lebih make sense dan tidak terdengar terlalu seperti fairy tale.:))

Namun, daripada ngublek ngublek hal itu dan jadi inget waktu cinta kita bertepuk tangan yang mana tangan yang mau diajak tepuk itu banyak dikagumi banyak cewek dan sekonyong konyongnya tidak pernah melirik kita, apalagi mau tepuk tepukan sama kita, mari ambil sisi positifnya, semua hal yang ada di dunia ini bisa jadi motivasi atau pun inspirasi.

Nah, jadikan orang yang kita sayang itu sebagai inspirasi, motivasi untuk berubah menjadi lebih baik dalam segala aspek, baik jasmani mau pun rohani. Hehehe…

Habis liat film ini juga jadi terispirasi, jadi inget juga pernah baca di twitter, kurang lebihnya begini.

You never can change someone else, but you can be a reason for her/him to change.”

Ya walau pun lebih baik kita berubah karena kita memang ingin berubah, karena kalau misal kita berubah demi orang yang kita sayang, dan one day ternyata dia pergi, lah masak juga mau kembali seperti semula?? Tapi, bagaimana pun khan kita butuh sesuatu yang memotivasi kita untuk berubah, selama perubahan itu mengarah ke hal yang baik, menurut saya tidak masalah. insyaAllah…hehehe

Wah, saya juga masih belajar untuk bisa menjadi lebih baik lagi lho, bukan maksut untuk menggurui, saya ini belum jadi apa apa, hanya menyampaikan gagasan yang timbul habis nonton film itu.

Jadi, mari berubah jadi apa yang kita inginkan dan menimbulkan kemaslahatan bersama mumpung kita masih muda gini….hehehe

Jadi, thank you for reading ya…leave comments if you have comments:D

Special thanks for my colleague, Dian Pramesti. :))

03062011…1:11 PM

No comments:

Post a Comment