Monday, 23 May 2011

sepotong puisi (bikinnya februari)



Mencintai seseorang itu tidaklah mudah,
Mencintai seseorang dengan sepenuh hati bukan perkara a piece of cake…
Mencintai seseorang dan menerima dia apa adanya itu tidaklah semudah mulut terbuka…
Mencintai seseorang yag tidak punya hasrat yang sama pada kita pun bukanlah hal yang bisa dikatakan biasa saja. Faktanya, sakit bukan kepalang….
Atau mencintai seseorang yang sudah bersama orang lain atau mencintai orang lain tentu rasanya tidak karuan….
Mencintai orang lain diam diam pun tidak semudah mencuri mangga tetangga diam diam, seperti ingin memeluk nya diam diam, tentu tak kan bisa…
Atau mencintai seseorang yang berbeda dunia seperti menemukan kotoran cecak di sebuah tumpukan jerami kering. Hampir mustahil.

Mencintai seseorang yang berbeda segalanya pun seperti memancing di kolam renang, susah bukan kepalang…
Mencintaimu, mencintaiku, mencintainya, tak ada yang mudah, namun bukan berarti tidak bisa terjamah.
Walau menjamahmu seperti menjamah patung di dalam candi Borobudur, menjamah hatimu seperti mencari intan di lautan keruh, menjamah cintamu seperti memanJat menara Eiffel, karena kamulah patungnya, kamulah intannya, kamulah menara Eiffel, hampir tak kuasa untuk ku jamah, untuk ku cari, untuk ku gapai….
Mencintaimu yang berbeda dunia, seperti saat kita memandang layar bioskop dan layar tancep, bagai game solitaire dan game ayodance, seperti spaghetti dan mie ayam pinggir jalan, bagai kamu dan aku, itu pun sebagian katamu.
Atau mencintaimu yang mencintai orang lain, seperti berharap katak punya sayap, berharap bintang bisa berbentuk kotak, berharap aku bisa berenang menyeberang samudera Atlantik sampai Pasifik.
Mencintai siapa?
Hanya puisi belaka. Nothing else.
5.2.2011 10:10 PM
Lovely bedroom, lovely silence.

2 comments:

  1. Hmm..
    One thing is better, mencintai jauh lebih mudah daripada dicintai..

    ReplyDelete
  2. hahaha, iyo, tapi ga mau nak cuma mencintai tanpa dicintai...@@

    ReplyDelete