Wednesday, 6 April 2011

bus' story : pelajaran hidup nomor 14




Siapa bilang kalau naek bis itu Cuma berdebu, sumuk, kadang harus jejel jelelan, dan sangat tidak nyaman (baca: bis non AC alias bis SARI dan ESTO). Well, memang iya sih begitu, tapi Anda juga akan mendapatkan hal hal yang tidak pernah terbayang sebelumnya. Bukan lho, bukan mendapatkan uang ilang atau diajak kenalan mas mas ganteng sesama penumpang setia bis asli dari jaman penjajahan itu. Tapi, mendapatkan cerita dari banyak orang dengan background yang berbeda beda. Mendapatkan inspirasi dan motivasi dari orang orang tidak terduga yang walau pun hanya bercakap cakap selama kurang dari 30 menit, tapi efeknya bisa lama, efek positif dari percakapan dengan mereka.

Pernah bercakap cakap dengan bapak bapak tua yang baru saja kecelik karena ingin menemui anaknya yang habis menginap di salah satu hotel di bandungan, jadi dia memutuskan untuk pulang lagi ke Salatiga.

Kalau orang tua itu khan yang penting anak seneng, bahagia, ya nggak ketemu juga nggak masalah, mbak. Besok besok juga kalau balik lagi bisa ketemu…” katanya…

Informasi tambahan, waktu itu bapaknya bilang,

sampeyan niki manis, koyo anake kulo.” :D

Berkorban dari Salatiga, sampai ke hotel di daerah bandungan, ternyata anaknya sudah check out sejam yang lalu.

Itu dulu. Tadi siang bertemu dan bercakap cakap selama perjalanan pulang dengan bapak bapak ato bisa dipanggil mbah, salah satu warga kupang Lor, Ambarawa.

Dari yang semula Cuma Tanya turun mana, sampai akhirnya beliau bercerita mengenai anak anaknya. Punya 4 anak, anak pertama lulusan SMP, yang kedua lulusan SD, yang ketiga cewek sudah lulus kuliah, dan yang terakhir masih kuliah di salah satu universitas di Jakarta.
Beliau berkisah bahwa kedua anaknya yang berkuliah, anaknya yang ketiga mulai dari kuliah sampai lulus, beliau hanya mengeluarkan uang 2 juta. Sisanya, si mbaknya kuliah sambil ikut berjualan baju bersama seorang temannya. Sekarang sudah lulus. Yang terakhir, sama halnya dengan mbaknya. Kalau ini mas. Sudah mendekati skripsi di Jakarta sana, tidak pernah sekalipun meminta uang orang tuanya untuk membayar uang sekolah. Dia juga kuliah sambil berjualan pakaian. Kata si bapak, dia mengambil bahan berupa kain dari Kanindo dan memasukkan kain kain itu ke perusahaan konveksi milik temannya. Lupa bilang, si mas mulai bersekolah pakai uang hasil keringat sendiri sejak kelas 1 SMP!! Believe it?? Kelas 1 SMP, saudara saudara….

Waktu itu, apa apa aku masih minta orang tua, waktu itu, kalau aku nggak dikasih juga pasti nesu nesu (Alhamdulillah selalu dikasih)

Nak mboten ngoten, nggeh kulo mboten saged nyekolahke, wong kulo uwong mboten duwe…” “kalau tidak begitu, ya saya tidak bisa menyekolahkan, saya orang tidak punya…”

Beliau bilang, anak anaknya memang mau prihatin, mau bersusah susah dulu sebelum nantinya bisa bersenang senang dengan jerih payah sendiri, dengan hasil karya sendiri, dengan perasan keringat sendiri. Pasti bangganya berkali kali lipat, kebahagiaan sejati.

Bapak itu terlihat sangat bangga, tanpa berniat pamer, beliau bilang kalau memang kedua anak terakhirnya punya kelebihan. Mereka sangat disiplin, mau belajar prihatin, bekerja keras, dan kuliah pun bisa dilakoninya…. DENGAN BIAYA SENDIRI. Perlu digaris bawahi ini. Andai bapaknya tau betapa saya juga ingin seperti ituuu…

Dan dari percakapan ini, saya bisa mengambil sebuah PELAJARAN HIDUP NOMOR 14 : SEBUAH KERJA KERAS AKAN MENEMUKAN MUARANYA, YANG BERNAMA KEBERHASILAN.

Siapapun Anda, anak orang tidak punya, anak orang yang mungkin diremehkan, anak orang yang tidak pernah dipandang dengan kedua mata oleh orang lain, saat Anda sudah menemukan motivasi itu, keinginan itu, harapan itu, konsistensi itu, maka terjadilah, Anda sukses!!
So simple to say, so difficult to do, I admit it.

Hal yang sangat saya benci dari diri saya adalah, saya berani memulai sesuatu yang baru, tapi saya tiak konsisten untuk terus mengerjakannya. Contohnya saja, saya sudah berani memulai untuk menulis sebuah novel, tapi sayangnya dari kemarin Cuma 10 lembar dari target minimal 100 lembar. Karena saya takut untuk meneruskannya, takut memikirkan hasilnya dan takut tidak layak muat. Belum belum sudah takut. Bingung…
Everybody can help me??
Need your help, moreover those who want or have already written a novel too.
Siapa saja yang suka menulis, sebenarnya saya sangat butuh dorongan untuk bisa sama sama saling menyemangati dan saling berbagi. Karena orang orang di sekitar saya sibuk dengan hidupnya masing masing dan sepertinya tidak ada waktu untuk bisa sama sama berbagi dalam hal tulis menulis. :D

Terima kasiiiiiih….
Bold

Semoga berguna untuk saya, untuk Anda, untuk kita para anak muda yang insyaAllah masih panjang masa depannya….

InsyaAllah…
04042011..8:11 PM Bedroom accompanied by The Climb by Miley Cyrus.

No comments:

Post a Comment