Thursday, 24 February 2011

sekilas cerita 16.02.2011




Today is such a long long day!! Berangkat pukul 8an karena Introduction to Literature menunggu untuk dikuasai ilmunya jam 9 tepat. Karena memang lupa akut dan terburu2 akhirnya tugas yang harus dikumpulkan pun ketinggalan di rumah dan harus mengumpulkan besok pagi, atau nilaiku akan di diskon. GAswat!

Pagi pagi sudah disuguhi dengan pemandangan bis yang seperempat bagiannya sudah di ambang sungai dekat tikungan Ngisrep yang dahulu pernah masuk tipi. Dulu puluhan orang tewas terkena bis yang mundur saat mereka menghadiri salah satu resepsi di rumah yang memang persis berada di bawah kuburan yang juga di pinggir jalan, jalan menanjak dan meliuk tajam. Kini, bis pun menjadi korban. Untung semua selamat. Terlihat para wanita berjilbab berebutan keluar bis. Andai bis tidak menabrak pembatas jalan, entah apa yang terjadi. Alhamdulillah semuanya selamat.

Sampai juga di kampus. Inlit lancar, disusul dengan Introduction to Linguistic yang juga indah setelah sebelumnya 3 jam nganggur. Beruntung sekali punya teman named Widha, anak asli Purwodadi yang baik hati, tulus budinya, dermawan sikapnya, dan kelihatannya juga suka menabung. Menitipkan badan sejenak di sana setelah Inling selesai sambil makan nasi bungkus dan juga kopi panas. U know, I always feel energized and feel much better everytime I drink coffee…. I drink coffee everyday anyway… sebagai hiburan, Wida mempersembahkan film luar biasa untukku, sangat menghibur dan menenangkan pikiran. Final Destination 4!! Lalu karena waktu tinggal sedikit sebelum magrib, dengan begitu bersemangat dia memotong bagian bagian dan hanya menyuplik saat saat satu per satu pemainnya mati mengenaskan. Yang terbakar sambil terseret truknya sendiri trus meledak terus kepalanya terlempar, yang kebalang batu matanya sampai matanya copot, yang kecepit di lift sampai badannya ancur. Terimakasih lho wida, sangat membantu merefreskan pikiranku!! (Oh Tuhan…..sadarkanlah Wida, seharusnya aku nonton Spongebob saja, atau Doraemon, atau Ipin Upin juga boleh.)
Tapi ni, btw kata Anon, Success is a ladder that cannot be climbed with your hands in your pocket, mameeeeet……
Aku yakin struggle macam ini pasti ada upahnya. Apa pun yang kita lakukan, kita usahakan, pasti ada imbalannya.

Lanjuuuut….

Mendekati magrib, aku kembali ke kampus. Sepiring nasi dan segelas kopi memberiku energy hingga energy tertinggi, semangat seakan terpatik seperti korek gas yang dipencet tombolnya. Saatnya mentraining para LO, sekalian latihan mengajar dan terbiasa berbicara di depan orang banyak. Sudah aku putuskan, aku akan menjadi guru yang berdedikasi tinggi. Karena setelah aku telaah tentang diriku, bagaimana aku merasa bahagia tiap kali berhasil presentasi, bagaimana aku ingin berbagi ilmu dengan orang lain, bagaimana berbicara di depan orang banyak membuatku selevel berkembang dan mendapatkan kepuasan. insyaAllah, a qualified teacher!!May Allah bless me…bless you all as well, everybody…jadi aku jadi guru, sambil jadi guru les juga, dan juga pengusaha trus nyambi jadi penulis juga. Amiennn…..
Jangan dianggap remeh impian lho, kata Om George Lucas aja

“ Dreams are extremely important. You can’t do it unless you imagine it”

Lagian dengan ditulis sedemikian rupa, tiap aku lagi ngeper alias nge-down, akan aku baca, dan tralala…it can be a mood booster!! Trust me, it works!! :D

Lanjuuuuut….

Dan Lo meeting berjalan dengan lancar. Jam menunjukkan pukul 8 dan it is time to go home, dan hujaaaaaaaaan. Sedialah payung sebelum hujanlah, pelajaran hidup nomor 51 dan itu tidak pernah aku lakukan. Dengan spirit of kepepet, sendirian dan tanpa teman akhirnya aku menerobos hujan. Global warming menampakkan kuasanya, cuaca tidak bisa ditebak, persis seperti moodku. Labil.

Karena hujan tiba tiba segede jagung, akhirnya aku harus berteduh di konter di salah satu toko kecil yang berjejeran di sepanjang jalan depan kampus.
“Mbak, duduk situ aja nggak papa, mbak.
Liat aku yang agak memprihatinkan, masnya tergugah untuk sedikit meringankan bebanku, yaitu menyuruhku duduk. Meringankan beban tasku. 5 menit kemudian, hujan segede jagung tapi yang masih muda, aku mencoba peruntungan dengan berlari ke kedai nasgor setan yang buka setiap sore sampai jam 11 an atau sehabisnya nasi. Nasi goreng dengan rasa pedas luar biasa, hanya saja setelah harga cabai naik, rasa pedas menurun drastis. Ditarik pada satu kesimpulan bahwa si ibuk tidak menanam cabai sendiri. Pelajaran hidup ke-36 : menanamlah cabai di kebun rumah!!

Lagi lagi melihat aku seakan tidak berdaya melawan hujan segede jagung, apalagi setelah tahu kenyataan bahwa aku akan pulang ke Ambarawa yang mana 25 km jauhnya, si bapak nasgor yang kemarin dulu waktu aku pesen kopi panas sekonyong konyongnya dihidangkan kopi hitam dengan asap berkilat kilat di atasnya, sungguh, semerbak harumnya, berasa kayak mbak dukun seketika. Kini, si bapak tak kalah canggihnya, tanpa terelakkan mengambilkan beberapa lembar Koran dan menyodorkan kepadaku.
Versi sinetron Amira dan Meykke :

Bapak NAsgor : "Nak, bawalah ini untuk bekal perjalananmu, berlindunglah di bawahnya."
Meykke : "oh, tidak usah bapak. Saya sudah terlindung oleh sehelai jilbab berwarna merah ini".
Bapak Nasgor : "percayalah padaku nak, pakailah ini, hanya ini yang Bapak punya. Sungguh…tulus ikhlas bapak berikan ke padamu. Niscaya kamu tidak kehujanan, niscaya Koran ini akan menjadi petunjuk arah pulang."
Meykke : "terimakasih Pak Prabu, jangan jangan aku anak Pak Prabu, apakah aku putri yang ditukar???"

Berlari larilah aku dengan beberapa helai Koran di atas kepala, dan berhenti di depan toko kecil yang dahulu buat mangkal aku nunggu bis tiap pulang sekolah. Terlihat ibu ibu berjilbab dengan 2 tas besar dan 1 kardus berukuran sedang di sisi kanan dan kirinya. Perjalanan jauh, batinku.

pulang mana mbak?” “Ambarawa, buk. Lha ini pulang kemana bu?” “Lombok mbak.”
Aku syok. Se frontal itukah si ibu mengatakan hal ini? Sebegitu nampakkah hal ini??
“Apa bu” “Dari Lombok, mbak…mau ke rumah besan. Saya dapat mantu orang Jawa, blab la blab la….”
God, Alhamdulillah….ternyata tidak ada Lombok di gigiku, tadi makan nasi bungkus dengan masakan berlombok di dalamnya. #kriukkriukgaring

Tidak berselang lama si Ibu menceritakan kalau mau ke rumah besan, kalau selasa subuh berangkat dari Lombok dan sampai di kemiri ini Rabu malam, cerita perjalanan naik kapal dengan waktu tempuh di kapal 5 jam, masih menurut dia kalau Banyuwangi-Bali sih Cuma memakan waktu setengah jam saja. Lalu, cerita tentang pantai pantai di Lombok yang eksotis, paling terkenal adalah Pantai Sanggigi, tentang punggungnya yang capek karena duduk terus selama perjalanan, dan juga kehebatannya yang sudah hafal rute dari Lombok sampai ke Kemiri, Salatiga.

Si anak sudah datang, dan Ibuk berlalu. Semoga besok kita bertemu saat saya honeymoon di Lombok ya, bu. Semoga diberi umur panjang….:)

Perjalanan diteruskan saat angkot akhirnya melewati Kemiri, aku beserta 2 mbak senior yang tiba tiba muncul saat aku nyegat bis setelah bertemu Ibu Lombok, naik angkot dan senang. Bedroom, I’m coming!!!
Di terminal bawen, seperti biasa, akhirnya aku turun, dan kembali naik angkot untuk bisa sampai di Pauline, Ambarawa.
Menunggu sejenak dan akhirnya Ayah beserta 2 lovely sister datang, dan pulang!
Amazing day!!
16022011..10:55PM
Lovely bed..

No comments:

Post a Comment