Monday, 7 February 2011

puisi untuk IBU




Gue baru sampai rumah waktu si Nicken, adik tercantik dan terkemayu yang pernah gue punya minta dibikinin puisi.

Mbak, buatin puisi dong, tema apa ajah, bisa ibu, adek, yang penting nggak cinta cinta.”

Gue mikir sejenak, kalau yang cinta cinta kayaknya langsung aja gitu mengalir mengucur deras dari otak, tapi kalau puisi selain itu, gue nggak yakin. Berhubung kasian liat adek gue memelas dengan wajah innocent tak terkira, akhirnya gue ngangguk ngangguk aja.

And check it out!!! Puisi untuk ibu karya Meykke Santoso.
Hopefully you enjoy reading it, guys! Write from my deepest of the deepest heart, special for my lovely mom, Ibu Wati. ^^

PUISI UNTUK IBU

Terimakasih ibu, Ku bisa melihat semburat langit senja karenamu,

Ku bisa memandang pelangi berhias warna melengkung membelah langit berkat dirimu,


Melihat rintik rintik butiran bening jatuh menghantam bumi karena pengorbananmu,


Semua yang bisa ku nikmati hingga kini, semua karenamu…


Setiap darah yang mengalir, bukti nyata cinta kasih tiada tara,


Setiap keringat yang mengucur, sungguh sayangmu yang tiada terhingga.


Jasa sepanjang hiduppun tak mampu membalas aliran cinta deras tak terbilang


Uang, emas, harta bukanlah apa apa dibanding cintamu yang tiada ternilai harganya.


Bagai embun di kala subuh, bagai api di musim salju, bagai peri bagi hidupku.


Cintamu laksana hamparan laut maha sempurna,


Sayangmu melebihi jutaan kelipan bintang di angkasa nan maha luas.


Cinta mu di atas segala cinta di dunia fana.


Berkat dirimu, aku terlahir, aku nyata ada, aku bersinar….


Dan kan terus bersinar tuk menyinarimu di kala senja memelukmu erat,


Di kala semburat tampak jelas membayang di setiap lekukan wajahmu,


Bersinar untukmu Ibu, pasti……

28.1.2011 8.45 PM

Lovely bedroom…

No comments:

Post a Comment