Thursday, 17 February 2011

a bunch of red red flowers!!



Valentine? Walau pun valentine bukan berarti yang gimana gimana buat aku, tapi juga bukan seseorang yang anti Valentine atau apa pun itu, karena memang Valentine day atau pun bukan, semuanya berjalan biasa biasa aja. Tapi, ada yang tidak biasa. ingatanku melayang pada tahun 2008, 14 Februari saat aku masih duduk di kelas 2 SMA. Let me share my funny story or whatever it is for you all guys!!

Suatu hari aku pergi ke sekolah dengan letih, lemah dan lesu. Tiba tiba tanpa diduga, dinyana, di guess, waktu aku dengan asyiknya mau beli gorengan di kantin sekolah, ngomong ngomong gorengan kesukaanku adalah samarinda( nangka dikasih tepung terus digoreng) atau rolade (daun singkong digoreng), ada seseorang lelaki, dari kelas sebelah, datang ngindik ngindik di pintu (waktu itu aku duduk paling depan pojok kanan samping pintu persis) bersama temannya, dan tiba tiba, waktu guru Bahasa Jawa, bu Ning sudah selesai mengajar, entah dia habis tertemplok makhluk darimana, sekonyong konyong dia mendekatiku dengan a bunch of totally red flowers on his hand! Bunga beneran, bukan bunga plastic atau pun bunga bank (sebenarnya yang paling aku suka bunga tipe terakhir :p). langsung deh itu, massa berkerumunan tak terelakkan di bangku depan yang aku duduki. Berasa aku bawa magnet segepok dan mereka bawa besi dengan tingkat induksi sempurna. Aku dikerumuni, dan andai aku ini agak putihan pasti pipiku udah kayak tomat dijus ditambah sambal ABC rasa tomat. Blushing!!

Aku yang kayak dikasih shock terapy malah bingung harus bagaimana. Apa aku terus nari lagu india dan berganti baju berkain sari sambil berlarian di taman bunga kayak di film Bollywood waktu ShahRukhKhan ketemu Kajol di taman bunga warna kuning yang sebelumnya ada sapi pakai klontengan di situ. Atau aku langsung mencium bibirnya seperti kayak pilem pilem Hollywood waktu 2 orang bertemu dengan cinta yang membara yang dilambangkan dengan mawar warna merah( kalau yang ini MasyaAllah). Bingong aku. Dianya juga pasti bingong. Kita sama sama bingong, banyak pemain figuran di situ, dan kita makin bingong. Coba kalau dia ngasihnya di belakang sekolah, atau di mesjid saat semuanya sholat, atau di kuburan dekat sekolah, pasti lebih syahdu. Aku yang dari lahir sampai segede pentol korek gitu belum pernah dikasih bunga sama siapa pun juga takjub ngeliat ada juga cowok yang ngasih bunga. Aku terima khan itu, sorak sorai para pemandu terdengar. Blushing lagi. Dan entah bagaimana, pelajaran selanjutnya setelah istirahat itu, kepalaku pusiiiing, perutku mau muntah, mukaku pucat. Rasanya nggak kuat mengangkat kepala yang semakin berat saja ini. Dan aku bersama seorang teman menuju UKS tercinta. Aku jatuh sakit, setelah jatuh hati karena sikapnya yang frontal waktu istirahat tadi. Eits, tapi aku sakit bukan karena pemberian bunga mawar merah plus daun kayak sejenis daun cemara rindang sekali tadi, karena khan baca toh, aku udah bilang aku berangkat sekolah dengan lemah, letih dan lesu. Bengek hit me from the very first time I got to lovely school.

Pulangnya, karena aku masih di UKS dengan ditemani sahabat sahabat yang baik tak terkira, akhirnya aku dijemput olehnya. Aku hanya mringis mringis melihatnya di depan pintu UKS.

“Bis dikasih bunga kok malah sakit!”, banyak yang berkomentar kompak seperti itu.

Singkat cerita aku keluar sekolah bersamanya, dengan a bunch of fresh flowers di tanganku. Dia pun berkisah tentang seluk beluk datangnya bunga oh bunga itu. usut punya usut ternyata kakaknya yag kayak Barbie itu yang punya inisiatif. Thx for my lovely sister- wanna -be!!:))

Dari tampangnya emang aku juga meragukan kalau dia usaha sendiri buat ngasih itu bunga, dia bukan type romantic. Tapi, he had struggled anyway, appreciate it a lot, no matter what the hack was people thinking about us. We still stand on our love.

41 months and 1 day we have been in relationship. Yes we have a lot of trouble, yes we have difficult time and broke up many times. Yes we are sooooooo different seen from many aspects. Yes maybe some people seems like underestimated our relationship, like laughed at us at the very first time we went out and tried to have a relationship. I knew it, of course I knew. But it doesn’t matter at all. It is the past. I don’t care what on earth were people thinking about. The only thing and the important thing is we show around the world that yes we were soooo (sorry) f*ck, but by time goes, we turn into the better one, with a better relationship. Surely I don’t know whether he will be that ‘man’ or not, but we are trying, still trying to fit in each other, and get all achievements that we deserve to.

Hey boy, thanks for the flowers (:p), thanks for beautiful memories u have given to me, all pain I felt because of you, but that pain is just a part of the past, and life is about moving forward, not backward. Thx because you accept me just the way I am, because you love me until this time, hope you will always do the same, don’t be changed into the bad one. Without saying romantic words, you know what is inside my heart. Hey boy, mari nyanyi 50 tahun lagi by Yuni Shara and Raffi Ahmad.

Hey boy, es krim dong!

Thx for reading!!^^

13022011..7:18 PM

Lovely bedroom.


1 comment:

  1. A very important thing just before getting gucci replica to get a evaluation. Considering that the panerai replica enterprise can be a increasing enterprise, you need to be mindful any time getting low-cost gucci replica as the top quality may not be so excellent or perhaps the particular distributors may well not offer you warrantee. You need to understand that excellent chanel replica satisfy handcraft specifications and also a lot of them are usually water-proof. They will can be found in almost all type of styles, shades, and also designs. This way, they provide you with the ability to get the finest product which is ideal louis vuitton replica sale in your style.

    ReplyDelete