Monday, 17 January 2011

my opinion: be working woman is a must!




Kali ini aku akan membahas menyoal hal yang jauh lebih dewasa dari umurku yang masih bau tanah, eh, salah, bau bawang alias anak bawang kemarin sore. About marriage. Wew, berat amat yak! Tapi bukan menyoal tetek bengek kehidupan pasca menikah karena sungguh deh, aku belum pernah mengalaminya. Berencana bakalan nikah kalau udah punya tabungan banyak(jujur beuts), tanpa menolak apa yang kan ditakdirkan ALLAH SWT terhadap diriku ini. Sapa tau aku bilang pingin nikah umur 25-29, dikasihnya umur 21 atau bahkan setahun dari sekarang. @@. Semoga tidak. Setiap orang punya hak untuk memilih, dan aku memilih untuk carier first, marriage later. Hal yang dari dulu selalu menempel di benakku adalah, no matter how rich my husband is, no matter everything good happen, I’ll keep working, making a living myself. Bahasa gaulnya carier woman. A working woman. Pengalaman mengajarkan padaku untuk tidak bergantung kepada makhluk ciptaan ALLAH SWT yang berlabel cowok. Mari kita hidupkan televise sejenak dan melihat berita, apa yang terjadi pada orang orang seantero dunia. Lihat, seorang ibu menyodet perut di depan rumahnya dengan serpihan kaca. Tidak perlu ditanya, persoalannya adalah suaminya minggat dari rumah, maen wedokan. Si ibu dibopong oleh polisi, terlihat perutnya berdarah dengan serpihan kaca masih menancap di sana. Si anak berumur kira kira seumuran adikku 4 tahun, ndlosor ndlosor histeris ketika ibunya diangkut ke mobil, dicengkiwing cengkiwing, semakin dia memberontak, penuh nestapa. Gara gara apa?laki laki. Tidak hanya itu, banyak sekali kasus kasus lain yang memperlihatkan bagaimana laki laki itu bikin geleng geleng kepala. Tidak heran kalau ada juga kasus istri ngapain ke suaminya. Ngapain: silahkan pikir sendiri.

Oke, sebelum melenceng ke hal hal lain, intinya adalah jadilah wanita karier atau wanita bekerja wahai wanita seantero belahan bumi raya!!
We have to stand on our own feet, we have to make a living by ourselves, being independent is the wisest thing we can do as a woman!!

ngapain juga lue mikir hal ini jauh jauh hari?? Bukannya pingin nikah ntar ntar an?? Nggak buru buru?? Kerja juga belum, kok mikirin nikah…..sok banget sih lue me!”

Suatu hari dosen yang eksotis banget yang konon udah pernah menjamah lebih dari tiga Negara dan pernah menetap selama 3 tahun di Amerika (kapan aku kek gitu, Tuhan?? “Asal kamu mau bekerja lebih keras, kamu pasti bisa”) memberi tugas untuk presentasi argumentative speech, dengan syarat aku harus punya kredibiltas, punya hal tambahan yang bisa memperkuat kenapa aku bisa berkata begini dan begitu. And I have actually, tanpa harus aku jabarin apakah itu. Cling, working woman langsung tememplek di otakku dengan neon 60 watt gebyar gebyar di samping kepala. Mendengar kata itu saja sudah banyak argument yang berkelebat di otak.
Mau diakui atau tidak, saat kita bisa mencari uang sendiri, istilah kata nggak ada siapa2 juga tetep isa hidup dengan layak karena punya uang sendiri, tentu orang lain termasuk suami juga akan lebih menghormati kita, karena ada hal yang bisa kita lakukan. Menghasilkan uang. Sebaliknya, saat kita tidak bisa melakukan apa apa selain menengadahkan tangan tiap suami pulang, bergantung sepenuhnya, tidak bisa hidup tanpanya(karena nggak bisa beli makan kalau nggak pake duit dia maksutnya), menyerahkan kekuasaan, segala kuasa padanya, maka, bisa bisa si suami jadi menganut paham raja.

Woy jagad semesta alam, gue yang kuasa! Wanita wanita itu hanya bisa masak, pake kemben, dan sangat lemah luar biasa. 1 permaesuri tak cukup untukku, kalau bisa punya banyak selir, kenapa tidak?? Toh, mereka nggak bisa apa apa tanpa gue. gue yang berkuasa, apa pun bisa gue lakuin.Ayo pulang Mama, mau ikut?ikut?ikut?

Sekarang mari kita telisik bersama sama, kenapa raja punya selir banyak, sedangkan wanita hanyalah sebatas selir?? Kenapa nggak bisa dibalik keadaannya??
Ya karena wanita jaman dulu bisa apa?? Tanpa laki laki bisa bisa nggak dapet makan. Karena laki laki satu satunya orang yang berkuasa. Maukah terulang lagi??

Ah, aku percaya pada pacarku yang akan menjadi suamiku kelak. Dia baik tak terkira, ramah luar biasa, gemar menabung dan tidak suka berbohong…

Oooooh, soooo sweeeet, bikin pingin muntah.
How can u be so sure, it will keep happening that way???
Realistislah lah ya…..aku nggak bilang besok bakalan semua lelaki jahat, pada kayak setan yang bakalan menguasai tombol kendali selamanya. Cuma berfikir realistis, liat dongs, world is getting crazy, mad, insane, amburadul, termasuk akhlak khalifahnya. Poligami spreads over the world. Owh, bukaaaaaaaan. Sama sekali tidak menyalahkan apa yang telah tertera di Al-Qur’an, pedoman khalifah di bumi ini, saya percaya setiap kata yang terukir di Al-Qur’an benar adanya, ALLAH Maha Besar. Hanya saja, bisakah manusia bersikap adil pada keduanya, atau mungkin lebih?? Anda, laki laki, bukanlah seorang Muhammad, bukan Nabi yang memang diberi mukjizat. BUKAN.

Mari bersikap realistis. Siapkan ancang ancang untuk hal terburuk di hidupku, hidupmu. Aku sungguh deh, bukan orang gila yang pingin apaaaaa gitu, pingin cerai atau apaaaa gitu. Cuma pingin punya pegangan kalau lusa emang harus begitu. Intinya, saat emang kayak gitu, aku masih bisa cari makan sendiri, bisa tetep mengangkat kepala walau si suami udah nggak tau rimbanya dimana.

Ni orang lebay banget deh ya, nulis blog macem ni. Kebanyakan nonton sinetron apa ya??” Ooo….tidak bisaaaaa…… liat sekitar, saksikan berita, bagaimana buasnya dunia jaman sekarang. Kosidahan aja bilang….”jaman wes akhir jaman wes akhir bumine goyang….

Yang cantik cantik aja pacarnya pada selingkuh, apalagi yang muka macem standard kayak yang nulis??
Buka matanya, bagaimana kegilaan semakin merajalela tak terkira, bagaimana kata ‘poligami’ disalahgunakan dan digunakan untuk melegalkan kezaliman, bagaimana selalu wanita menjadi korban dari lelaki hidung belang yang haus kepuasan demi membuktikan kejantanan. See??

Wah, berarti lue pingin jadi wanita karier Cuma gara gara pingin mengantisipasi kalau kalau dapet lelaki yang mendadak dirasuki setan?? Mengantisipasi kiamat dalam berkeluarga?? Not wise!!”

Weh weh weh, siapa bilang??? Aku nggak bilang ini adalah alasan pokok untuk menjadi working woman. Aku bilang menjadi working woman adalah pokok untuk menjadi wanita mandiri, wanita tegar, teguh, keras, dan kuat. Bukan berarti main idea of being working woman is that way. No way!! Kita pastinya bekerja di bidang yang kita sukai, kita cintai, tentu saja sekaligus untuk mengasah talent kita, bakat, kemampuan, keahlian. Apalagi?? Jadikan carier is our passion, gairah kita untuk bisa menjadi wanita mandiri dan penuh talenta.

Don’t make someone your everything, when he leaves you, what you have then??YOU HAVE NOTHING.”

Idup sekali, jangan sampai dijajah siapa pun. Aku berdo’a…

Ya Allah, hindarkan hamba dari orang orang buruk, jadikan hamba satu satunya jodoh untuk suami hamba kelak, no more ya Allah….jadikan hamba istri solehah dan berguna, jadikan hamba jodohnya satu satunya. Amien”
That’s all. Have comments?? Feel free to comment on box below 
Let’s share opinion.

2 comments:

  1. During an usual, tag heuer replica sale enjoy a vitality wildlife reserve about seventy two periods. If he does not injury subsequently after seventy two periods, any Rolex stop maintaining and appearance gone. This isn't a main subject, still, once you may well by hand wind it manually any keep an eye on. Quickly unscrew all the breitling replica sale to put some and additionally wind it manually the software approximately 26 to make sure you 60 conditions and additionally car conducted this approach, mess all the rado replica backtrack. Utilization of areas you need to take note of at the same time turning any keep an eye on. On the month 2001 Rolex prepared a big change to devices just by transforming to Decent Terminate Relationship fake rolex for sale. Websites makes spot for a select fake rolex submariner watches located at quickly mark down values.

    ReplyDelete