Thursday, 23 December 2010

kisah kasih masa merah putih






Waktu SD dulu gue anak yang bisa dibilang nakal. Gimana nggak, rekor gelut pernah gue sandang, dari gelut sama yang namanya sebut saja Brini yang sekarang udah punya anak, terus Ani yang juga sekarang udah punya anak yang seusia sama adik gue, Endro yang sekarang juga udah nikah, paling paling istrinya juga udah angkatan. Bentar bentar, kenapa mereka semua udah jadi ibu ibu??
Inget dulu betapa cengengnya mereka nggak nyangka banget bisa langsung memproduksi seperti itu. Let say si Brini. Dia bisa dibilang penakut. Inget gue waktu badan kesehatan datang dan mau istilahnya “dicacar”, alias disuntik lengannya, dia nangis nangis kayak mau dibeleh, dia ngumpet ngumpet, terakhir ditemuin dia ngumpet di bawah meja sambil ngemut jempol. Ditarik tarik juga nggak mau, berasa lengket sama mejanya, akhirnya mejanyalah yang diseret sampai di tempat ibu penyuntik. Habis disuntik dia lemes, pingsan deh. Temannya Cuma geleng geleng kepala, padahal mereka juga nangis waktu disuntik. Entah kenapa, gue malah girang. Liat temen temen gue takut disuntik, gue malah tertantang buat disuntik. Gue sok sok pahlawan gitu, mengajukan diri sendri buat disuntik, jarumnya lumayan panjang juga, waktu nusuk terasa banget.
nggak papa, Cuma kayak digigit semut kok.”
Pikir gue, “semut apaan yang bisa nggigit nyetrum kayak gini??
iya ya bu, kayak digigit semut terus digigit anaconda.” Dulu khan lagi in in nya film anaconda yang makan orang orang di kapal terus pas mau di akhir akhir film, cowok yang mancing mancing anaconda dimakan, dikeluarin lagi. Dulu, film itu yang paling gue senengin. Temen gue yang melek merem takut gitu liat itu, gue nggak merem merem. Seru banget!

Nah, waktu itu gue baru kelas tiga. Sebelumnya, gue sekolah di desa nenek gue sampai kelas dua. Tapi, karena bapak bikin rumah di desa yang lain, akhirnya gue pindah sekolah juga. Walau pun begitu, gue dan temen temen baru ini udah saling kenal karena dia adalah temen temen TK gue.
Belum ada satu bulan gue langsung berantem di depan kelas sama si Brini. Gue lupa soal apa, yag gue inget, kita cakar cakaran di depan kelas, di pinggir lapangan.
Waktu lagi beradu kekuatan kuku gitu tiba tiba dia teriak
Ibuuuuuuuuuuuuk”, sambil ndlosor ndlosor. Gue panic, dia nangis. Gue Cuma diam aja, nunggu bu Tutik, guru gue datang dan mengadili kita berdua.
Kalau sama di Ani, walau pun badannya kalau dibandingin sama gue nggak ada apa apanya, maksutnya gue yang langsing sekali dan dia gembil sekali, sekali dia nyonteng gue, gue pasti melayang sampai ke rumah. Tapi, kalau masalah cakar mencakar mungkin emang gue jagonya. Dia bernasib sama dengan si Brini. K.O

Nah, pernah juga sama si Indro. Gue inget dia ngolok ngolok idola gue. dulu khan juga lagi booming boomingnya film India alias Bollywood. Gue yang suka setengah mampus sama Bollywood, dan dia yang menghina nggak pakai perasaan.
Halah, Shah Rukh Khan Shelokan, Shah Rukh Khan Shah Rhung Nghan….”, dia bilang berkali kali. Mana bisa gue terima idola gue dibilang sarungan….
Udah empet, gue menghampirinya dan prak!!! LKS gue sobek, dan si Indro mimbik mimbik.
Lagi lagi gue diadili sama Bu Guru.

Kayak anak anak biasa waktu SD, berantem itu udah hal yang biasa. Kayaknya semua temen gue di kelas, semuanya udah gue ajak berantem.
Hari perpisahan tiba, dan gue sedih luar biasa. Inget waktu kita ngambilin kresen jatuh dan dimakan bareng bareng yang pohonnya subhanallah gedhe di depan sekolah, waktu gue ngebagiin susu sekolah dari pemerintah dulu, terus gue mesti doble kalau ada yang nggak doyan susu, waktu test akhir sekolah dan acara masak memasak di aula, waktu ngepel aula pakai ampas kelapa dan plosotan ke sana kesini, waktu gue ulang tahun dan dikasih kalung dari sedotan susu sekolah berwarna putih dengan raffia biru, waktu cakar cakaran, mainan ayunan di rantai yang mengitari tugu bersejarah. SD gue named SD ISDIMAN. Usul punya usul, di tugu itulah pahlawan ISDIMAN meninggal. Loe kalau mau ke jogja, dan melewati pangkalan truk setelah jalan yang meliuk liuk dan kuburan yang pernah memakan korban, di sebelah kanan jalan, SD gue yang cantik berada. Beberapa meter sebelum masjid ISDIMAN.
Temen temen SD gue yang sederhana, yang sekarang kebanyakan dari mereka sudah tidak melanjutkan sekolah. Ada yang sudah menjadi ibu, bekerja, atau pun menganggur. Teman sederhana yang tidak pernah neko neko, jalan hidup yang sederhana,hanya sekolah, bekerja, menikah, jadi ibu sambil menunggu menjadi tua.

Sebenarnya mereka tidak ingin bernasib seperti itu, gue yakin. Mereka juga ingin mengenyam bangku SMA atau perkuliahan. Ada temen gue yang Cuma jadi pembantu di Jakarta, yang pernah juga jadi TKW, ada yang jadi buruh pabrik, dan ada juga yag jadi kenek sopir truk, Cuma nganggur nganggur di rumah, sales kuningan punya Pak Puji kontroversional itu, hidup mereka yang pas pasan tidak banyak memberi pilihan. Pilihan yang ada hanya bekerja atau hidup sia sia di rumah. Gue prihatin. Andai saja gue bisa berbuat sesuatu untuk mereka…. Memberi mereka banyak pilihan untuk bisa mengangkat muka mereka dan senyum gembira menatap masa depan. Bukan hanya menyusui anak di rumah.

Gue bertekad, ALLAH SWT memberi gue nikmat yang luar biasa ini, walau pun apa adaya seperti ini, sampai detik ini ALLAH memberikan gue nikmat untuk berangkat kuliah,memberi waktu gue untuk bisa membahagiakan bapak dan ibu, dan alangkah bodoh dan begonya gue kalau gue menyia nyiakan kesempatan yang ada ini. Yang gue punya sekarang Cuma otak dan pertolongan ALLAH SWT. Gue percaya, ALLAH Maha Segalanya. Gue percaya, ALLAH Maha Bijaksana. Selama kesempatan ini ada, gue akan bersungguh sungguh, gue akan memeras otak gue dan terus berdoa, semoga gue bisa membuat kedua sarana gue di dunia ini tersenyum dan bangga, selagi mereka masih bisa tersenyum. Tak ada yang abadi di dunia ini. Begitu juga mereka, dan juga gue. sebelum gue dikubur, gue tidak akan berhenti berusaha untuk mendapatkan apa yang gue inginkan. Berharap loe juga begitu.

Beberapa kalimat yang gue jadiin mesui idup gue (taken from I Hate Quotes)
Never give up when you have something to give. Remember : “nothing is really over until the moment you stop crying.”

Get up, be happy, and be tougher! Never be pushed by your problems, but be led by your dreams.

Life is a gift. Life is a test. Life is temporary assignment. Stay strong and be happy.RickWarren

Do not fear! Remember : “if God sends u on hard paths, He provides us with strong shoes!”CorrieTenBoom

Mistake makes us human. Failure makes us stronger, hope keeps us going. Love keeps us alive. Will Ferguson

Wassalam, semoga berguna coret coretan gue ini.


salam cincau!

No comments:

Post a Comment