Tuesday, 30 November 2010

A WIFE

Nggak terasa gue udah menginjak umur 19 taun. Taun depan gue menginjak kepala 2. Life goes so fast, even too fast. Berasa dulu masih suka gembeng ndlosor ndlosor di pasar atau mal kalau nggak dibeliin mainan, dulu yang suka manjat pohon cengkih terus nggak bisa turunnya, dulu yang masih bedak terok terok parfum kayu putih sregep TPA sama ngaji di mesjid. Banyak banget soal dulu, betapa gue bersyukur, roh gue bisa nemplok di cewek named Meykke Alvia Yuntiawati ini. I’m proud of being me!! Of course! You have to, too.

Berhubung gue ini udah dibilang dewasa gitu ya, walau kadang tingkah masih kayak anak SMP kelas 1, kalau lagi kalap juga persis anak kelas 6 SD.
Kadang gue mikir, gimana kalau missal gue jadi seorang ISTRI. Temen SD gue ini udah banyak yang sudah menyusui, ada yang lagi hamil, ada yang penganten anyar, atau yang lagi mau dilamar. Bukannya gue pengen buru buru nikah ya… kagak sama sekali. Gue bertekad, gue mau balikin modal sekolah dulu sama gapai cita cita gue baru deh gue jadi ratu sehari dan ratu selamanya buat laki laki itu.
Berhubung di otak gue lagi mikirin JIKA AKU MENJADI SEORANG ISTRI, gue kali ini mau ngayal soal itu. Well, let’s get started!!

1. Gue jilbapan 100%. Well, gue emang sekarang jilbapan, tapi gue kalau di lingkungan rumah belum bisa menutup aurat gue ini. Walau pun, rencana umur 20an gue berencana buat jadi jilbaber sejati, gue juga bertekad, apalagi kalau udah nikah. Inget ada penggalan hadist yang bilang,
“Laki laki yang paling beruntung adalah laki laki yang mendapat wanita sholehah.”
Gue pingin, dia jadi laki laki paling beruntung itu.

2. Gue les masak. Oke, gue emang nggak bisa masak dan nggak pernah punya passion buat bisa masak. Tapi, gue bertekad, lusa beberapa taun ke depan waktu gue udah ready to get married, I will attend a cook course. Harus dong! Jangan sampai suami gue jajan di luar. Nggak boleh jajan!! Awas aja kalau jajan…..

3. Walau pun gue ini carier woman, tapi nggak semua waktu gue, gue abisin buat nggemukin tabungan gue, tapi juga nggemukin suami gue. kayak sinetron sinetron gitu, gue siapin tu baju kerjanya, gue buatin kopi waktu pagi, gue anterin ke tukang pijet kalau pas capek, ntar gue anterin ke dokter kalau pas sakit, gue siapin masakan kesukaan dia, ya ritual ritual seorang istri pada umumnya gitu lah ya…

4. Walau pun kita udah idup serumah, harus tetep ada malming bareng. Tiap malming juga kudu pacaran lagi. Kan juga belum tua tua amat kan ya, liat film gitu kek, maem di tempat yang banyak lilinnya atau candle light dinner kek, atau ke tepi pantai yang romantic. Huaaaaa…….

5. Aku sama dia bangun bisnis keluarga bareng. Jadi uangku dan uangnya dikumpulin buat bangun bisnis milik kita berdua. Ntar bisnisnya turun temurun gitu. Berhubung gue nggak bisa masak, nggak mungkin buka rumah makan. Ya walau pun mungkin juga sih, gue kan nggak harus masak, tapi gue nggak suka. Nanti buka boutique jilbab dan baju, atau buat pembukaan buka toko jilbab di pasar dulu. Terkadang usaha dari nol itu lebih nikmat dan luar biasa disyukuri ketimbang langsung naik puncak Himalaya pake helicopter. Do you get it?? Hopefully yes!

6. Uang hasil kerja gue buat beli kebutuhan sehari hari, ntar uang suami gue ditabung buat hal hal yang lebih gede, buat beli barang barang yang emang udah diidam idamin.

7. Walau pun gue udah jadi istri, kumpul kumpul sama Pinqueenz is a must! Sahabat sahabat terbaik gue. ntar kita tetep kumpul kumpul, ntar suami suami kita juga harus sahabatan. Jadi mereka berempat maenan apa gitu, kita berempat ngrumpi asyik sama minum kopi plus foto foto.

8. Nanti rumahnya gue dekor warna biru semua. Nggak perlu gede gede, yag penting nyaman dan ada tamannya di samping rumah. Buat gue nulis nulis ide gue, gue khan juga pingin banget jadi penulis. Nah, inspirasi gue bersumber dari pemandangan yang bagus bagus, salah satunya itu. Tapi, gue nggak mau punya rumah deket pantai, ntar bisa kena suami, juga nggak mau deket gunung merapi, ntar disapu awan panas. Mau di daerah puncak yang penuh kedamaian, nggak gampang stress, tiap pagi bisa ciluk ba di kebun teh sama suami, jadi keluarga sakinah, mawadah, warahmah.

Gue tau, semua yang gue khayalin ato gue pingin belum tentu jadi kenyataan. At least, gue punya mimpi, dengan begitu gue punya goal di masa depan gue, at least, gue nggak takut untuk bermimpi, dan dari mimpi itulah gue hidup.
Mimpi bikini dup gue makin idup.
Live a full life!!

Khayalan harus diakhiri dengan
Amien ya robbal alamien……

Monday, 29 November 2010

My Love Letter



My Love Letter….
Whenever I read it, like I am in somewhere…
Like there is a magic strength hold me in peace..
Guide my heart, break down every fearness that often come out from my heart…
My love letter, the hook to always remember Him, to keep Him in my soul, my breath, my beat, my life….
Love letter, the most worthy letter that I have with magic serves in every line… with magic touch of God.
Just wanna read, read, and read, wanna feel it deep, wanna sense it more and more…
Can feel the peace in nowhere, just in my love letter..
Every word, every serve, every line is just a magic.

The Koran, the letter from God for all of us, for me.

Like every serve is filling the air and I can feel how God hold me and guide me through His letter.

Friday, 26 November 2010

amazing facts about coffee

Berhubung saya adalah penggila kopi, hampir setiap hari mengonsumsi kopi, mulai dari Godday beraneka rasa, Torabika, Kopiko, ABC, coffe mix, dan kopi kopi kemasan lainnya, kali ini saya akan menjabarkan banyak sekali manfaat dari kopi khusus untuk Anda semua…

Info info ini saya peroleh dari beberapa sumber. Happy reading, gals!!:)))

Kopi bisa mencegah dari berbagai penyakit lo…Nggak percaya??

Just look at these facts, gals! (menurut Harvard Women’s health)
1. Diabetes. Dua puluh studi yang dilakukan di seluruh dunia menunjukkan bahwa kopi mengurangi risiko diabetes tipe 2 hingga 50%. Para peneliti menduga penyebabnya adalah asam klorogenik di dalam kopi berperan memperlambat penyerapan gula dalam pencernaan. Asam klorogenik juga merangsang pembentukan GLP-1, zat kimia yang meningkatkan insulin (hormon yang mengatur penyerapan gula ke dalam sel-sel). Zat lain dalam kopi yaitu trigonelin (pro vitamin B3) juga diduga membantu memperlambat penyerapan glukosa.

2. Kanker. Riset secara konsisten menunjukkan bahwa kopi mengurangi risiko kanker hati, kanker payudara dan kanker usus besar.

3. Sirosis. Kopi melindungi hati dari sirosis, terutama sirosis karena kecanduan alkohol.

4. Penyakit Parkinson. Para peminum kopi memiliki risiko terkena Parkinson setengah lebih rendah dibanding mereka yang tidak minum kopi.

5. Penyakit jantung dan stroke. Konsumsi kopi tidak meningkatkan risiko jantung dan stroke. Sebaliknya, kopi justru sedikit mengurangi risiko stoke. Sebuah studi atas lebih dari 83.000 wanita berusia lebih dari 24 tahun menunjukkan mereka yang minum dua sampai tiga cangkir kopi sehari memiliki risiko terkena stroke 19% lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak minum kopi. Studi terhadap sejumlah pria di Finlandia menunjukkan hasil yang sama.

Nah, sekarang akan terjawab pertanyaan pertanyaan kalian, kenapa ya kopi itu bikin melek terus, bikin semangat jadi melambung lagi, bikin relax, bikin idup makin idup. So, check these out, gals!!

1. Kafein membantu Anda untuk bisa berpikir lebih cepat. Cobalah mengkonsumsi kopi 15 menit atau 30 menit sebelum Anda melakukan wawancara pekerjaan atau memberikan presentasi pada atasan. Hasilnya mungkin akan cukup lumayan, karena kafein yang terdapat pada kopi atau teh terbukti mampu memberikan ’sinyal’ pada otak untuk lebih cepat merespon dan dengan tangkas mengolah memori pada otak. Wah, bisa dicoba juga kalau mau presentasi ke depan ya….

2. Kafein mencegah gigi berlubang. Cobalah untuk meminum secangkir kopi hangat sesaat setelah Anda mengkonsumsi cookies, cake coklat yang lezat, permen rasa buah atau sepotong roti manis. Joe Vinson, Ph.D., dari University of Scranton menjelaskan bahwa kafein yang terdapat dalam minuman ini ternyata sangat tangguh memberantas bakteri penyebab gigi berlubang. Amazing benefit!

3. Kafein mengurangi derita sakit kepala. Penelitian menemukan kafein yang terdapat dalam kopi (dalam jumlah tertentu) sanggup menolong mengobati sakit kepala. Menurut Seimur Diamond, M.D., dari Chicago’s Diamond Headache Clinic. Penderita migrain dalam kategori ringan dapat disembuhkan dengan secangkir kopi pekat. Jadi, sebelum mengkonsumsi obat cobalah dulu sembuhkan sakit kepala Anda dengan minuman berkafein

4. Kafein bisa melegakan napas penderita asma dengan cara melebarkan saluran bronkial yang menghubungkan kerongkongan dengan paru.

5. Kafein dapat membuat badan tidak cepat lelah, bisa melakukan aktifitas fisik lebih lama, di perkirakan karena kafein membuat “bahan bakar” yang dipakai otot lebih lama.

6. Kafein bisa meningkatkan rasa riang, membuat kita merasa lebih segar dan energik.

7. Perempuan yang minum dua cangkir kopi atau lebih per hari dapat mengurangi risiko terkena pengeroposan tulang (osteoporosis)

8. Kopi dapat meningkatkan penampilan mental dan memori karena kopi dapat merangsang banyak daerah dalam otak yang dapat mengatur tetap terjaga, rangsangan, mood dan konsentrasi. Penelitian di Universitas Arizona ditemukan bahwa orang dewasa yang minum kopi sebelum test memori menunjukkan perkembangan yang signifikan dibanding mereka yang minum kopi tanpa kafein.

9. Kafein dapat menangkal radikal bebas dan menghancurkan molekul yang dapat merusak sel DNA.
(sumber: http://epat.songolimo.net)

Bukan berarti kita, coffee lover boleh minum kopi sebanyak yang kita mau loo…. Bukankah setiap hal yang berlebihan itu tidak baik??

Jumlah kopi yang boleh dikonsumsi adalah 300 mg kafein atau setara dengan 3 cangkir kopi perhari. Kecanduan terhadap kafein diperkirakan jika mengkonsumsi lebih dari 600 mg kafein atau setara dengan 5-6 cangkir kopi perhari selama 8-15 hari berturut-turut.

Sedangkan dosis yang dapat berakibat fatal bagi manusia adalah sekitar 10 gram kafein atau 20-50 cangkir perhari.
Emang ada ya, yang minum segini banyak??
Saya sarankan jangan kecanduan seperti mbah Surip ya, gals!!
Soal, perbanyak kopi, kurangi tidur juga saya pikir buka hal yang bijaksana!
Motto saya hari ini, “Kopi, untuk hidup yang lebih hidup!!”
Selamat menikmati kopi Anda! (nyrutup kopi Goodday)


Sumber: Dra. Emma S Wirakusumah, Msc dan Wikipedia

Wednesday, 24 November 2010

Kisah kasih si pit biru muda

Tiap hari liat dua adik perempuan gue pit pitan tiada henti, gue jadi inget 10an tahun yang lalu waktu gue masih bandel bandelnya. Gue ini dulu demen banget maenan outdoor bareng sohib sohib gue sekampung. Salah satunya, pit pitan. Gue pikir ya, kalau waktu kecil cuman maen bungkar pasang, bekelan, atau Barbie barbian doang di rumah sih nggak seru… walau pun gue juga suka maenan kayak gitu sih. Tapi, plosotan di tebing pake kayak apa sih tu namanya bagian dari kepalapohon kelapa yang kayak nglindungin kelapananya, bentuknya panjang terus agak cekung di tengahnya. Itu baru seru….

Walau pun pernah juga ya, slorotan gitu pake itu, mau aja bablas ke sungai, kalau bablas, bablas deh gue… bablas kealam baka. Naudzubillah….
Sampai di rumah, badan baju gue mendadak berwarna coklat. Tanah semua. Gue ngeles sama ibuk, “buk, berani kotor itu khan baik…
Terus ibuk gue senyum penuh kebahagiaan, habis itu, ibuk gue ambil ni baju berlumuran lumpur dan tanah, terus langsung diclupin di ember, dikucek sedikit, dan cring!! Langsung jadi putih lagi. Rinso, berani kotor itu baik! #guengayal.

Yang ada sampai rumah, ibuk gue udah gedeg gedeg, gue manthuk manthuk. Gue langsung kabur ke kamar mandi, mandi biar wangi.
Hobi gue lainnya adalah pit pitan kayak yang gue sebutin tadi. Pernah nggak sih loe, pit pitan berjamaah dari ujung desa RT 6 sampai ujung desa yang satunya RT 1 plus ke daerah yag orang kampung gue bilang pentok (pinggiran hutan pinus yang katanya angker). Gue dulu sering. Kita kita yang RT 3 ngumpul, terus ngepit lewatin RT 4, 5, 6, sambil ngampiri tu temen temen perwakilan RT. Udah buanyak banget gitu ya pengikutnya, kita mondar mandir aja dari ujung sana sampai ujung sana sambil kadang balapan, kalau ada yang nyrungsep, semuanya jadi bubar. Dasar anak anak nggak bertanggung jawab! Dan yang nyrungsep itu adalah gue!! Padahal dengkul sebelah kanan uda mau garing ni luka, sekarang dengkul sebelah kiri juga lecet parah! Nangis deh gue sambil nuntun pit gue balik ke rumah. Sampai rumah ibuk gedeg gede, gue nangis tambah keras aja. Gue bertekad, “Berani lecet itu baik!!”

Tapi gue suka abis deh sama temen temen gue, mereka kompak banget waktu dulu, keliling desa pake pit tiap hari, yang nggak punya pit diboncengi sama yang punya pit. Kan pit gue dulu kayak pit mbak mbak di film India kalau pas nyanyi di taman bunga gitu ya, depannya ada kerangjang bunga besar gitu sama di belakangnya ada boncengan pinuk gitu. Kerangkanya depannya melengkung gitu.warnanya biru. Nah, yang sekarang dipakai adek gue juga pit kesayangan gue dulu. Pengin nangis inget waktu dulu. Seneng banget!! Cewek banget deh pokoknya. tapi ya kurang seru dong ya, gue pinjem aja tu sepeda punya sepupu gue, sepedanya macho banget, bisa gue bilang. Tinggi gitu, ramping, atletis bodynya, kulitnya sawo matang! Perfect! *opotojane?

Sekarang sih gue udah insyaf. Udah feminine. Hahaha. Maksutnya maunya sih gitu…kenyataannya, nggak tau juga deh. Monggo dinilai….

Pernah juga nih ya, gue diboncengin sepupu cowok gue(maksut gue, sepupu gue berjenis kelamin cowok, bukan sepupu dari cowok gue. Maksut?) nglewatin pentok yang gue jelasin di atas. Gue duduk di belakang mas Diki sambil bersorak sorak bergembira gitu kan ya, rambut gue tergerai tertiup angin ke sana ke mari. Gue kibas kibas rambut gue, makin terpontang panting kan ya ini rambut Pantene. Nglewati pentok, deket hutan gitu khan berasa kayak lagi syuting videoklip cinta cintaan. Mana adegannya romantis gilak gitu khan, gue diboncengin sama cowok, nah, makin gue ngayal kan ya….ngayal…senang…. Gedubrak!!!

Gue bingung waktu itu. Kenapa tiba tiba adegannya gue tiduran di tanah gini yak? Mas Diki nengok ke belakang, panic. Langsung dilempar tu pitnya, dia menghampiri gue. Gue masih bingung, nggak ngeh kalau ternyata gue gedeblak atau bahasa nasionalnya jatuh terlentang saking kemayunya nggerakin rambut gue.

“Adinda, tidak apa apakah engkau??Bertahanlah…”
“Tidak, kakanda…berjanjilah engkau untuk selalu menjaga anak kita. Maafkan aku tidak bisa menjaga bersamamu lagi…”
“Adindaa…..tidaaaaaaaaaaaaaaaak”
MasyaAllah….

“Dek Ik, kowe ki ngopo?”
Yaelah, udah tau gue jatuh malah ditanya gue lagi ngapain…
Aku tibo mas…”, gue bilang sambil mencoba berdiri. Nyeri nyeri gitu punggung gue. Kalau kasur sih lumayan, lha ini tanah gronjal gronjal… sehari kemudian, gue dipijitin ke mbah pijit. Katanya ada yang kecetit. Kayaknya otak gue juga kecetit.

Masih lagi soal pit, waktu gue mau ke warung beli permen sunduk pake pit kesayangan gue ini, tiba tiba Elfi, temen gue pingin ikut naik. Gue boncengin kan ya itu. Lah dalah, dasar gue kayak biting bercabang, baru beberapa genjotan, tiba tiba pit gue oleng, tiba tiba pit gue atraksi, jempalik ke belakang kayak motor cross professional gitu. Gedobrak!!! Jatuh deh gue. Ni Elfi yang gue boncengin canggih banget. Langsung refleks berdiri, jadi nggak cedera apa pun, dan gue? Benar, babak belur. Makin banyak aja tato di dengkul gue. Gue nggak jadi beli permen sunduk. Pulang sambil ndorong pit gue, gue nangis. Dari depan rumah, ibuk Cuma geleng geleng, gue nangis sesenggukan. Perih ni dengkul, yang kemarin belum sembuh sekarang malah tambah parah.

Sepeda gue ini emang memorable, unforgettable, remarkable. Sepeda warna biru yang mengantarkan gue pada pengalaman pengalaman tak terlupakan. Sepeda yang nganterin gue ke warung, keliling kampong, TPA, rumah temen gue, sawah juga.
Gue sekarang udah gede, nggak mungkin lagi gue naik itu sepeda keliling kampong. Diketawain kambing ntar gue.

Tapi gue seneng banget, gue punya kesempatan buat nginget itu semua. My childhood is my remarkable time. Having fun all the time without life stuff, without get depressed, without any problems. But, live must go on, and it is a must for me to look forward and move on afterwards.
Semangith!!

Tuesday, 23 November 2010

damai tapi gersang cocok nggak ni judulnya?

Ada kalanya kita meragukan cinta yang sudah dibina sekian tahun lamanya…
Ada kalanya keraguan merasuk masuk dan menggoyahkan semuanya…
Ada kalanya keyakinan terkikis seiring hujan yang terus turun tak terbendung…
Ada kalanya saat hati ingin tetap tinggal atau berlalu meninggalkan….

Saat cinta dibiarkan bak rumput liar yang tumbuh subur di pekarangan,
Saat cinta semakin meredup tertiup angin malam….
Saat cinta tak lagi memperlihatkan bintik pesonanya..
Saat cinta tinggal menunggu waktu untuk binasa, atau pudar tak berpendar…

Dua manusia yang tenggelam dalam arus duniawi..
Dua manusia yang tak bisa menghancurkan dinding pemisah di antara keduanya..
Dua manusia yang selalu menggunakan kacamata yang sama sekali tak sama…

Adilkah kita biarkan seonggok rasa ini mati perlahan?
Apakah kita memang sudah berjalan di jalur yang berbeda,
Apakah kita memang mengikuti arus yang berbeda,
Apakah, apakah, apakah….

Merasa tersakiti tanpa tahu apa penyebabnya,
Merasa sakit tanpa tahu apa penyakitnya,
Merasa akan mati tanpa tahu kenapa harus mati…

Mana warnamu, yang ku lihat hanya abu abu,
Pelangi itu tak lagi muncul seiring hujan yang terus mengguyur tak tertahan
Mana senyum indah itu?
Getir terasa di relung sukmaku..
Tanpa tahu apa yang sebenarnya aku inginkan.
Karena adam itu tidak mengertiku…
Membangun dunianya sendiri tanpa mau berkunjung ke duniaku,
There is nothing in my heart,
I am tired of it all,…
Is there anybody can fit in my world and build our own word together??
Is there anybody will say hallo in the morning and say “have a nice day!”
Is there anybody who will hold my hand tightly when i feel so frustrated?
Is there anybody who will hug me all day long when I feel so scared??
Is there anybody will move my loneliness away??
Fill in my world with such a togetherness and happiness.
Look! What a pity girl!!
I wanna say to that ugly girl, me myself.
Don’t be ugly girl! Just keep standing straight up and smile widely to the world!

Saturday, 20 November 2010

jilbab, I am in love!




Banyak sekali yang bertanya soal “kenapa saya memakai jilbab?”

Dari lingkungan terlihat sama sekali tidak mendukung. Oke buat yang tidak begitu tahu soal saya, saya kuliah di salah satu universitas swasta yang bernaung di bawah yayasan Kristen. See?? Dan saat itulah saya malah mengubah tampilan saya serba tertutup seperti ini.
Masih lagi setiap pulang dari kampus, entah berapa jumlah tetangga yang bertanya pada saya,
“Lho? Sekarang pakai jilbab ya? Kuliah dimana?” “UKSW”
Dan, tanpa mereka melanjutkan pun sebenarnya saya sudah tau pertanyaan lanjutannya.
“Kok malah pakai jilbab?? Emang boleh???”
Terimakasih atas pertanyaannya, dan saya harus menjawab dengan jawaban yang sama many times.
“Boleh kok. Di sana udah banyak juga yang pake jilbab.”, saya lanjutkan dengan informasi tambahan kadang kadang tentang keadaan di kampus yang mengkondisikan saya pake jilbab.
Mungkin ada juga yang bingung soal keputusan yang bisa dibilang keputusan tidak main main ini. Mana mungkin kan kalau saya bosan pake jilbab, tiba tiba keesokan harinya saya pakai rok selutut dengan rambut tergerai begitu indahnya?? Oke, ada beberapa orang yang begitu adanya. Saya tidak menyalahkan mereka, karena bagaimana pun itu hidup mereka, di dalam aturan yang mereka buat sendiri. Saya tidak ingin ikut campur. Dan saya tidak ingin menge-judge apa pun, toh saya belum menjadi orang yang benar benar baik.
Baiklah, akan saya ceritakan sedikit tentang asal usul kenapa saya memutuskan untuk berjilbab, cerita dimulai dari saat saya SMA. Saya sangat bersyukur mendapatkan teman teman yang subhanallah baik sekali. Saya harus mengakui kuliah tidak ada apa apanya. Tapi saya senang kok, at least they appreciate me as a ‘different’ person. Well, malahan kayaknya mereka melihat saya bukan sebagai seorang yang nerd ato apalah itu namanya, mereka menghargai saya, dan saya hargai itu. Terimakasih temen teman kampus!;)


QS. Al-A’raf: 26, “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”


Tapi, SMA seperti start point untuk saya sehingga bisa menjadi seperti ini. Aura religious yang kental sekali membuat saya berubah sedikit demi sedikit. Dulu, sholat 5 waktu pun susah minta ampun. Tapi, mereka mengajak saya sholat dhuha, mengajarkan pada saya untuk terus dan terus dekat pada-Nya. Namun, saat itu saya tidak punya keinginan sama sekali untuk memakai jilbab. Saya masih ingin menikmati hidup ini, masih ingin memakai baju fashionable saat kuliah nanti. Menutup aurat hanya akan menghambat laju kehidupan saya, pikir saya waktu itu. Perpisahan tiba dan saya masih tetap menggerai rambut saya. Dulu di pikiran saya malah image idaman saya saat menginjak dunia perkuliahan adalah

“cewek ber rok selutut, baju super feminine plus rambut yang tergerai indah, tidak lupa flat shoes kesukaanku. (mengingat kalau pake high heels selain nggak bisa jalan juga saya berasa kayak tiang listrik PLN)”

Perfect!! Tapi, lama lama saya mendapat sesuatu yang disebut pencerahan. Sek sek, mungkin pertanyaan muncul di benak Anda.
“Ni orang klasik banget ya, alasan klasik, pake ada ilham, ada pencerahan. Apaan sih?? How can I get it??”

Saya tidak menunggu untuk ilham datang sendiri ke pikiran saya. Tapi saya mencarinya. Setiap dibuka bazaar buku buku murah di GPD, buku pertama yang saya cari adalah soal jilbab berjilbab. Cring!! Ketemu satu buku. “Engkau Lebih Cantik dengan Berjilbab”
Buku ini mampu menjawab pertanyaan pertanyaan yang selama ini bersarang di otak kotor saya ini dan menjadi semacam halangan untuk cepat cepat memborong jilbab dan membelitkannya di kepalaku. Masih ada keraguan di hati saya.

Oke, satu step lebih dekat dengan kemantapan hati.
Ada satu hal yang berperan penting sebenarnya, yaitu teman teman SMA saya yang subhanallah baik itu. Satu per satu dari mereka berjilbab. Oke, Anda boleh bilang kalau saya ikut ikutan. Saya memang ikut ikutan. Tapi, ikut menjadi baik bukankah baik?? Mereka berperan besar dalam perubahan saya. Saya bukanlah berasal dari keluarga pesantren atau dengan tingkat religious yag kental. Kalau Anda berpikiran seperti itu, rasanya saya mau tertawa sampai jungkir balik. Sama sekali bukan.

Sejauh ini ada dua hal alasan yang mendasar tentang mengapa. Semua adalah alasan eksternal. Lalu alasan dalam diri saya yang mendorong saya untuk mau mengikuti perintah ALLAH ini apa??
Karena saya tahu saya ini busuk sekali. Saya ini terkadang bisa dibilang sangat suck…. Segala macam pikiran kotor bersemayam dan menguasai otak saya. Suatu hari saya berfikir untuk mengubah hidup saya. Saya ingin ada sesuatu yang bisa membawa saya ke jalan yang lurus. Oke oke, agak lebay mungkin. Kayak saya ini bekas pemakai narkoba atau pekerja seks komersial yang ingin tobat nasuha. Bukan sama sekali. Saya ini Cuma pelajar biasa, yang terkadang punya masalah dengan dirinya sendiri.

Lalu, saya berfikir. Saya ini sejauh ini busuk sekali. Apa yang harus saya lakukan untuk bisa bangkit dari kebusukan ini?

Datanglah sahabat sahabat saya menguatkan saya. Sekarang saya bisa tahu, betapa penting arti sahabat untuk perkembangan mental saya. Sahabat yang benar benar sahabat. Karena kalau mau cari sahabat hidung belang tengok kanan kiri juga bertebaran.

Tepat hari ulang tahun saya, 22 Mei 2010 saya melilitkan kerudung yang melingkari muka saya. Saya adalah Meykke yang baru. Saya seperti mempunyai identitas baru. Saya ingin menunjukkan pada dunia, My Name is Mey, I am not a suck person!!
QS. Al-Ahzab: 59, “Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istri, anak-anak perempuan dan istri-istri orang Mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali, oleh sebab itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha Penyayang.”

Soal kemodisan, soal penghambat langkah, atau pun sukses, saya bisa bilang TIDAK SAMA SEKALI!
Lihat dong outlet outlet atau toko toko jilbab, fashionable abis! Anda juga bisa beli buku Mix and match baju dan jilbab bila memang tampil modis tapi masih tetap mengikuti ajaran agama dan menjadi muslimah sejati. Tidak harus beli juga sudah modis kok. Tinggal bagaimana Anda memadupadankan baju dan jilbab Anda. Saya juga tidak modist yang gimana gitu, tapi saya merasa jauh lebih manis memakai jilbab. Semoga benar adanya. ;)

Penghambat?? Apanya yang menghambat?? Justru yang saya rasakan saya jauh lebih baik dari segi kehidupan, mental, perilaku dan segalanya setelah saya memakai jilbab. Jika tidak percaya, cobalah!
Bagaimana ketenangan dan aura religious yang kuat bersemayam di hati Anda. Rasakan mukjizat ALLAH SWT melalui jilbab yang kita pakai. Tentunya saat kita ikhlas berjilbab. Yakin bahwa ALLAH selalu menyertai kita, menjaga kita dengan pakaian-Nya.

Jelas sudah di dalam Al Quran dan hadist hadist lainnya, wajib bagi kita memakai jilbab. Wajib?? Maksa banget sih!!
Tidak kok, ALLAH tidak memaksa, ALLAh hanya memberi petunjuk kepada umatnya, ALLAH ingin yang terbaik untuk umatnya. Saya yakin itu, yakin sekali. That’s why, ALLAH memerintahkan kita, kaum beriman untuk menutup aurat kita. Lihatlah dunia sudah semakin menjadi, manusia dan binatang sampai sulit dibedakan. Saatnya membenahi diri, sebelum semua terlambat.
Namun, pilihan ada di tangan Anda.
Memakai atau pun tidak, semoga ALLAH selalu menyertai Anda.


saya sangat senang bila ada memberi saya masuka tentang hal ini. silahkan berkomentar. ;)

Thursday, 18 November 2010

I versus Anda




Saya mengangguk ngangguk sambil mencoba mencerna kata kata dosen Speaking saya yng mempesona. Dengar dengar dari kakak angkatan, dosen ini terkenal super perfeksionis, terkadang cenderung menakutkan, dan hobi membuat make up class karena terlalu sibuk. Well, dia ini setahuku dosen paling sibuuuuuk sekampus. Yang ke Jakartalah, yang keluar negeri untuk mengisi seminar Internasionallah, hmmm….. I admire her, sooooo admiring. Bukan, dia bukan Chinese. Kulitnya eksotis. She is so confident and fashionable!! It makes me proud of being exotic!! #ngarep

Baiklah, setiap kali dia mengajar, saya selalu menenemukan pelajaran baru. Sejauh ini, dia dosen paling inspiratif, I get a lot of motivation from her!

Seperti kemarin, dia menjawab pertanyaanku tentang “Kenapa kita takut speak up?”

The answer is culture. Oke oke, mungkin kalian tahu part ini, bahwa saat kita kecil, kita dibiasakan mendengarkan yang tua ngomong, dibiasakan mengikuti apa yang mereka katakan, of course without arguing. Saat kita sekolah, culture megajarkan kita bahwa Guru adalah seseorang yang tahu segalanya. Dia selalu benar, dan kita tidak tahu apa apa. Apa pun yang guru katakan, kita setujui, sekali lagi without arguing. Nah, culture kita mengajarkan untuk menempatkan orang kedua atau Anda sebagai prioritas utama. Kita dibiasakan untuk mendengarkan, bahkan menyanggah atau arguing dianggap kurang sopan dan unusual di kelas, di rumah, atau di tempat lainnya, bukan? Kita tidak biasa untuk eyel eyelan dengan guru. Kita cenderung diam, dan guru menguasai kelas, memberikan materi, berbicara dan menyuruh membuat tugas. Mungkin tidak semua sekolah di Indonesia seperti itu, tapi stereotype yang terbentuk demikian adanya.

Sekarang, kenapa kata saya di English ditulis dengan huruf besar, I ??
Because they consider that"I" have an opinion,"I" have a right to speak up!!
. Dari culture itulah, orang Barat lebih berani untuk berbicara sebagai seorang personal. Ini jelas ada hubungannya dengan cara belajar dan mengajar di sana atau Class Tradition. Aku pernah mewawancarai seorang dosen berkebangsaan Amerika. Dia mengatakan Indonesian student is more shy to share in classroom or to question and answer. Mereka lebih bertahan di zona amannya, diam dan mendengarkan. Berbeda sekali dengan American student yang selalu aktif di kelas, tak jarang dosen dan student saling mengkritik atau memberikan pendapat yang berbeda. Intinya, mereka lebih berani berbicara daripada kita.

Sekarang, kenapa kata saya tidak capitalize, tapi kata Anda capitalize di Bahasa Indonesia?
Sudah bisa diduga, kita sangat menghormati orang kedua, atau yang berbicara hingga kita memposisikan “saya” di bawah “Anda”. Paham maksud saya??
Kita lebih cenderung menyembunyikan “saya”, merasa kalau saya banyak Tanya itu bodoh, bahkan kita cenderung merasa student yang banyak Tanya itu sangat mengganggu, bukan??
kapan baline ki, takon terus! Sok sok an!”
Berbeda dengan American student, siswa yang terus menerus bertanya dianggap sebagai siswa yang aktif dan memiliki critical thinking.
Saya pikir, hal ini juga yang mempengaruhi orang Barat seperti orang Amerika lebih sukses daripada kita. Karena apa?? They have a brave! Dimulai dari berani berbicara, berani menempatkan “saya” sebagai seseorang yang perlu diperhitungkan (sebagai prioritas), menempatkan “saya” sebagai “I”, bukan melulu soal “Anda”. Pada akhirnya mereka berani untuk keluar dari zona aman dan mendapatkan hal yang mereka inginkan, kesuksesan.

emang kamu active student, Meyk??” mungkin Anda bertanya demikian. “Belum, tapi saya akan.”
Saya belajar dari mereka yang memberikan saya motivasi untuk menjadi lebih baik, dan menuliskannya untuk berbagi dengan Anda semua. Mari kita melepaskan diri dari zona aman ynag kita buat sendiri yang sebenarnya zona penjajahan diri sendiri. Menjajah diri kita untuk stuck dan tidak melakukan apa apa. Mari belajar untuk lari dari zona aman dan mencoba hal hal yang kita anggap sulit. Karena sekali kita bisa mengatasinya, kita akan terus termotivasi untuk mengatasi kesulitan kesulitan yang lain.
Saya berjanji :
1. Tiap ada pertanyaan di otak gue, gue tetep mau Tanya. Masa bodoh mereka mau bilang gue bodoh! Orang dengan bertanya kita jadi ngerti. Katanya malu bertanya sesat di kamar??
2. Tiap ada jawaban di otak, just shout it out! Peduli semut jawaban gue salah atau benar. At least, gue udah berusaha mikir dan mengemukakan apa yang gue pikirin, gue berani!
3. Pikiran pikiran seperti malu salah, takut diketawain, dicap sok sok an, dan kawan kawannya, Cuma distract gue, menahan gue untuk bisa berkembang. Jadi????
SHOUT OUT WHAT’S ON YOUR MIND!!!!

Tuesday, 16 November 2010

F sek, I am in love!!


Ngomong ngomong soal idola, idola lue siapa? Wait,biar gue tebak. Kayak temen gue yang lagi crazy about justin bieber ada baby by, somebody to love, that should be me yang haduuuu sweet mampus, never say never atau yang featuring Jessica Jarel with Overboard. Keren abissss.kayaknya yang crazy about justin bieber bukan temen gue deh, tapi ini (nunjuk idung ndiri). Owh, atau lagi demen banget sama cowok super duper cool si vampire seksi Robert Pattinson and spausenya si mbak Kristen Steward.

Kalau jaman dulu gue punya saudara namanya Ega. Mbak Ega I called in that way. Dia itu anaknya anaknya kakaknya ibunya bapaknya gue. Saking demennya dia sama yang namanya F4 beranggotakan 4 cowok kekar named Jerry Yan, Vic Chou, Ken Chu,and Vannes Wu, dia punya koleksi gila gilaan soal F sek itu.(bener toh F sek?) mau apa? Gelas?jam tangan? Dosgrip, kaos, pensil, tas,mug? Semuanya bermerk F4 istilah kata. Dia bilang, “nak iso lho, aku pingin ngecat tembok kamarku mbek gambare F4. Ben iso bobok pules”. gue Cuma geleng geleng dengernya. Segitu cintanya sama F4 sampai beli majalah mahal banget soal konser F4 di manaaa gitu. Abis itu, dia comot abis foto foto F4 di majalah bercover biru itu. Maklum, gue inget konsernya disponsori sama minuman berkarbonasi PEPSI. Abis majalahna gundul diguntingin semua, sekarang tembok kamarnya yang tiba tiba rame kayak pasar Projo. Sejauh mata memandang, gambar gambar F4 semuaaaaa. Gue yang deket banget sama mbak Ega jad ketularan. Gue menduga gue kena hipnotis gambar gambar F4 yang Cuma pake singlet yang bertebaran di tembok kamar mbak Ega. Soalnya, abis bantuin nembelin itu tembok, gue pulang pulang trus mimisan. Bagun tidur gue langsung pingin ke rumah mbak ega buat mandang itu gambar gambar. Percoyo??

Pertamanya gue ngelu gilak tiap mbak ega ngomongin yang meteor garden, yang personil satu per satunya, maklum, nama yang familiar di kuping gue ini khan ya kayak Nur, Joko, Siti, Fitri, atau paling mentok Fita lah ya… (jaman SD, dolan juga di situ situ aja). Lha ini tiba tiba mbak Ega datang dengan nama nama kayak Vic Chou, Barbie Hsu, dan kroni kroninya. Gue tambah ngelu aja. Dulu gue bercakap sama ibuk gue,

“buk, jenengku kok meykke to buk?jenengan opo iki. Koncoku wae jenenge fita, nur kholifah, Siti solehah. Kok aku meykke toh buk? Aku we jenenge sok dibablaske ok buk. Masak aku diceluki meykke, trus koncoku sing sijine nambahi tek. Aku tersiksa ibuuuuuuk.” Tapi, tawa ibuk malah menggelegar. Gue depresi. Nangis di pojokan sambil nyuek nyuek godong pisang.

Well, singkat cerita gue jadi demen setengah mati sama F4, sekarang berasa sedunia sama Mbak Ega. Kemana mana ngomonginnya Meteor Garden. Gue jadi suka minjem pensilnya mbak Ega buat media mengkhayal di kelas (waktu itu, pensil gue gambarnya masih Donal bebek). Abis itu, jam 11 maleman gue nekat ke rumah tante gue yang RT 5, gue RT 03 buat nonton meteor garden. Kebetulan tante gua yang masih bujangan, eh, single juga sukkka banget sama meteor garden. Gue yang udah ngantuk level 5 ambil pentol korek buat ngganjel mata gue. Gue jalan kayak zombie nglewati kuburan buat sampai dirumah tante gue yang satunya.sampe sana, gue liat, tau tau udah selese terus diajak pulang. “ke, tangi, uis bar”. Baiklah tante, gue pulang masih kayak zombie. Kayak gitu tiap hari pas meteor garden diputer di tipi. Paginya, dengan berapi api mbak Ega cerita. “wah de ik, Shancai uis ketemu mbek Touming She ya, padal khan itune malah apa jenenge?insomnia khan itu? Jadi nggak inget toh kalau Shancai itu pacarnya. Huh, gara gara ibune ki. Materi!!”, gue Cuma ndlongop. Nahan ngantuk gue gara gara amnesia dibagunin paksa sama tante gue dan disuruh pulang. Mbak Ega Drove me crazyyyyyy, but I love her, she is my totally nice mbak...hehe


Baiklah, itu sedikit soal kegilaan gue waktu kecil. Ah, waktu kecil itu waktu dimana gue bahagia luar biasa dan at the same time got depressed because suck condition. That’s life anyway. Gue mau menjalankan hidup gue, bukan menjalani. Gue yang bakal nyoba set rule buat idup gue, bukan condition yang bakal take over me. Nooooo. Kata Allah aja Allah SWT tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sebelum mereka mengubah nasibnya sendiri,

Hope you can be amused with this story, guys. I just wanna tell some parts of my life to remind me how amazing life was and it still is, and it will be the same

Thx for reading guys, see you in next story. Your comments mean sooo much for me, for my self-development. Hehehehe. ;))

Semangith!!

Tuesday, 9 November 2010

SEORANG PENULIS TERKENAL



Karena gue hoby ngayal, tinggal gue tulis aja apa yang gue khayalin. Hal pertama yang gue khayalin dan menyita waktu gue akhir akhir ini adalah JIKA AKU MENJADI SEORANG PENULIS TERKENAL…..
1. Of course, gue nggak akan nyusahin bapak dan ibuk, gue kuliah pake uang sendiri plus sangu sangunya. Ibuk dan bapak gue kipas kipas nggak usah ngerogoh uang 15ribu per hari ditambah uang kuliah per semester yang makin mahal aja.
2. Berhubung gue jadi banyak ke Jakarta dan kota kota lainnya buat ngisi seminar atau launching buku buku gue, gue mau ngerubah semua baju gue jadi rok. No jeans anymore. Gue bakalan jadi anggun pake rok atau long dress tiap hari, masih pake jilbab. Idola gue : Oki Setiana Dewi, pemain utama ayat ayat cinta. At the deepest of my heart, I wanna really follow the rule of being true muslimah. (saya masih berasa kayak preman berjilbab). Bayangkan gue pake jilbab segiempat yang sering gue pake, cuman bedanya baju gue nggak Cuma kaos panjang ato kaos pendek dipakein sweeter atopun jaket tapi long dress ato baju cewek bukan kaos plus rok yang kalo kena angin jadi bergerak gerak. So sweeeeeet….plus pake flat shoes. Perfect!! Oia, pake bedak minimalis plus mascara and lipbalm berwarna soft pink….hmmm… (kalau nggak jadi penulis terkenal, gue nggak punya sisa uang buat beli tetek bengek kayak gini.)haha
3. Gue mau nyumbangin sebagian honor gue. Nggak usah jauh jauh ke mana gitu. Tetangga gue banyak yang masih memprihatinkan. Gue mau ngasi mereka sembako, ato jajanan pas mau lebaran, ato mbeleh sapi pas Idul Adha. Khusus point ini, gue pengen banget bisa merealisasikan suatu hari nanti….
4. Gue mau buatin tabungan rahasia buat dua adik gue. Nicken Santoso juga Astrid Santoso. Gue isiin per bulan pake honor gue. Tau tau waktu dia udah gedean dikit. Pas butuh duit, gue tinggal bilang, “woy adikku, butuh brapa toh?yo ke bank. Kamu uda punya tabungan jauh jauh hari.” Hadooooo, gue bisa bayangin gimana senengnya gue, bangganya bapak Santoso kalau gue bisa gitu. Tapi, gue pasti bisa!!
5. Bikin perpustakaan gratis di samping rumah. Gue mau beli tanah di samping rumah gue, gue bangun satu ruang aja, buat kayak perpustakaan desa gitu. Gratis. Ada satu ruang lagi buat tempat ngajar, persiapan besok pas gue jadi English expert, gue kasih les Inggris gratis buat temen temen adik gue. Nanti ada satu ruang lagi with LCD buat nonton film bareng kayak Laskar Pelangi, sang Pemimpi, dll. Biar tetangga gue seneeeeeng banget. Nah, di perpus gue bakalan ada buku buku karya gue. Yang namanya penulis terkenal khan nggak Cuma ngeluarin satu buku doing. Nah, nama perpus gue, MENIA LIBRARY. Singkatan dari Meykke Nicken Astrid. Uhm….mungkin MENIA SANTOSO gitu lebih afdol….
6. Gue mau jadi pendonor tetap buat satu panti asuhan di Ambarawa. Gue sedih banget anak kok dibuang buang, mentang mentang cacat trus ditinggal di depan panti asuhan…padahal Inul aja mau punya anak sampai bayi tabung sehraga ratusan juta rupiah. Itu yang sekali langsung jadi malah dibuang. Jadi gue mau jadi pendonor tetap selama gue jadi penulis terkenal. Bukannya gue sok malaikat, tapi dari gue kecil, gue bertekad. Kalau gue jadi orang kaya lusa, gue mau bangun panti asuhan. Dulu waktu kecil, bakat alamiah gue udah terlihat, yaitu ngayal.
7. Gue mau ngembangin honor gue buat usaha akoseosris sama jilbab kecil kecilan. Ibuk gue pengelolanya. Dari dulu gue pengin buat toko aksesoris, trus akhir akhir ini gue pingin banget punya boutique jilbab, baik offline ato online. Hadu, ngayal emang yang paling enak…..

semoga apa yang gue khayalin bisa terealisasikan one day....
bukankah setiap apa yang kamu harapkan secara total, akan menjadi kenyataan dalam hidupmu!!

Saturday, 6 November 2010

open our eyes..




Lihatlah wahai saudara, saat uang tak ada guna…. Lihatlah kawan seantero dunia, saat uang sama sekali tak berkuasa… Uang tak kan bisa menyelamatkanmu dari sapaan tsunami, membumi lantahkan surga duniamu, Liahtlah tak ada yang tersisa, kawan….. Bahkan, nyawa pun seakan kompak menjawab, uang tak bisa selamatkan raga, sama sekali tidak!!
Buka matamu lebar lebar, uang tak bisa menyuap Merapi, sang maha dahsyat…
Harta yang dulu dibangga banggakan hanyalah abu belaka, saat Dia menghendaki-Nya…
Uang tak bisa menyelamatkanmu dari banjir bandang, sapuan tsunami, atau pun letusan merapi…
Bukan uang, sayang…..
Saat ini bukan uang, sayang..
Betapa Tuhan Berkuasa Atas Segalanya, Betapa kita, si manusia, tidak ada apa apanya…
Kita ini hanyalah inti atom yang tak punya kuasa, kawan….
Hanya punya dosa…. Hanya punya noda….kita tak punya apa apa, Andai kita mengetahuinya…
Sungguh sombong adalah bodoh, sungguh tinggi hati sangatlah rugi, andai kita mengetahuinya….
Bukan saatnya berpamer ria, sobat…
Lihat sekeliling kita bersusah payah….
Mari berdoa untuk sesama, kawan…
Mari ulurkan tangan karena kita memang sama,
Tuhan kita sama, kawan…. Tujuan kita sama…
Bersama sama….. semoga semua musibah di tanah air tercinta segera mereda, kawan…
Semoga awan kembali cerah setelah mendung dan hujan tak berkesudahan…
Semoga Indonesia baik baik saja…
Indonesia tercinta, Indonesia ku sayang….

Friday, 5 November 2010

Have you?



Have you ever thought about your future life?
Have you ever felt so anxious about what will happen next in your life?
Have you ever been so afraid with your life later on?
If yes, we do the same thing right now. Sometimes, uhmm, the more exactly is always… I always think about my future life, whether I turn into a successful person or not. Every single day I try to find out the answer.
Of course the answer will not come as easy as I open my mouth.
The only answer that I got is life needs hard effort to reach each dream.
It is not easy anyway, but it is also not impossible. Just knowing the key, then do it, then thadda….. your success is in front of your eyes…
Well, just talking too much like what I am doing now on is useless without action..
So, I myself promise that I will struggle to catch every single dream I want.
I don’t want to know how difficult it is, how impossible it appears. Just want to struggle and struggle…
With praying, I know for sure I will get all I want. Do you believe a miracle??
I do believe it as I do believe my God, ALLAH SWT…
When I get frustrated, feel totally stressed out and get depressed, just pray and have a chat with God, and I know the key afterwards…
I do believe with my God as I believe that there are only one sun in this Bima Sakti.
“thanks for life you give to me, God! Thanks for people around me who love, care, and support my step toward my dreams, God… thanks for everything you lend to me… I know for sure everything in this world, that I have is not forever. one day, everything is gone. My parents are gone, my friends are gone, and I myself will be gone, too..no exception…. I know for sure…”
Everthing that come into our life will be come back one day without we know when the time come.
And I hope, I can “go back home” with beautiful way, you know…. With something good, after I can reach and catch all wishes and hopes in this noteverlasting-world.
It is my hope. I know everyone has same hopes with me, am I right??
Just answer it yourself..

Thursday, 4 November 2010

please, God...

God, please guide me wherever my feet step in
God, please strengthen me whenever I feel so weak
God, please make me stay awake to have a chat and tell all prays to you
God, just you I can relay on
God, I certainly believe that is you, beyond everything here
Please hug me and help me.
Where there is a will, there is a way, I know for sure
Where there is prays, there isa help…
I just wanna do better than yesterday,God..
I wanna go closer than I did, God…
I wanna stay on Your path, God..
Never think to leave, to move away, just wanna be closer with You.
Be closer, be closer, be closer.
Until I find out “something” I am seeking
Peaceful in my heart.
Everlasting happiness in my life.
Live a full life…

Kuch Kuch Mripatmu. Oh gosh!!

Masih inget dulu lagu lagu india booming banget di desa gue. Yang paling gue inget Kuch kuch Hotahai. Gue punya temen namanya Isa Nia Laela Inayah alias mbak Isa yang daya serapnya Subhanallah dalam hal ngapalin lirik lagu India. Gue aja berguru sama dia, tiap sore sambil jalan ato naik sepeda ke tempat TPA, gue sama dia berdendang di sepanjang perjalanan. Sambil naik pit onthel warna biru yang depan ada keranjangnya, gue yang pakai kerudung, bedak tebal hasil karya ibuk, bau semerbak harumnya minyak kayu putih, gue kayuh sepeda hadiah ulang tahun dari bapak gue. Angin semilir sore menyapa gue, menerbangkan ujung kerudung gue, di sebelah gue ada mbak Isa yang seirama mengayuh sepeda. Kayak sinetron sinetron India gitu, slow motion ngayuh sepeda sambil berdendang.
Tumpaseae…yumuskurae…tumenejanekya…sabenedikae… Abetomeradil…jagenashotahai…kakaroae…kuch kuch hotahai….
Tapi, adegan soundtrack gue sama mbak Isa kadang putus di tengah jalan. Lha piye? Tiap ada cowok cowok nakal yang kita lewati, dia langsung jawab..
Kuch Kuch Mripatmu!”
MasyaAllah, gue nggak mood seketika.
tak andakke bapakku koe..” gue bilang menahan emosi.
Eh, mereka bilang…
yo tak andakke Allah toh…”, asem. Kalau mereka bilang ke ALLAH, gue
bilang sama sapa lagi coba??
Gue sama mbak Isa ngeloyor pergi. Kalau mau nyanyi lainnya juga yang baru apal Cuma itu tok…itu aja apal Cuma reff nya tok. Habis itu gue bertekad, gue bakalan nyatet lagu lagu India!!Harus!! gue ambil buku kosong di rumah, gue setel itu kaset bajakan di VCD gue. Mata awas gue liat tiap lagu yang diputer. Ada Dil To Pagal Hai yang nyanyi nyanyi di hujan gitu. Dasar tukang ngayal, soundtrack seketika muter di otak gue.
Gue pake kain saree yang keliatan pusernya gitu, gue tindik puser gue biar kliatan subhaallah seksi, gue nari nari di hujan gitu. Tiba tiba datang si Andang yang juga engkleng engkleng, joget joget di tengah ujan gitu.

Diltopagal hai… diltiwanahe….dil to pagal hai…diltiwanahe… Tureepyarkatehetu……janeabsana…arepyarekartahetoo….

Gue lari lari ujan ujan, dia ngejar ngejar gue. Gue umpetan tiba tiba dia ada di belakang gue. Gue lari, dia narik kain saree yang ada di pudak gue, langsung kita nari nari dengan gerakan yang sama. Tangan sejajar air ke depan, agak melengkung, jari tangan nunjuk ke atas, abis itu pundak diturun atasin.

Diltopagail hai…diltiwanahe….

Udah dulu ngayalnya, gue mau nyatet liriknya. Wadu, tapi si mbak India nyanyi cepet amat yak! Gue baru nyatet 1 kata yang nggak tau gimana nulisnya, dia udah satu bait. Bisa get depressed ni kalo kayak gini, piker gue. Ilham datang di otak gue. Gambar lampu menyala di atas kepala gue.
Ahha!!buat apa ada tombol pause??
Langsung aja tiap kata gue pause. Mana kagak tau artinya lagi…nulisnya gimana juga kagak tau. Peduli semut, penting gue apal liriknya biar mereka nggak isa mlesetin lagu gue lagi, pikir gue..
Sehari, dua hari, seminggu, dua minggu.
2 bulan kemudian, VCD gue diservice. Tiba tiba nggak bisa muter kasetnya. Gue sok sok innocent..
gelo..kakean di pause dadi rusak VCDne…”
Kalo gue critain gimana sakitnya hati gue waktu cowok cowok itu bilang “kucek kucek mripatmu” juga Bapak nggak bakal ngerti. Gue punya satu buku yang isinya lagu lagu India semua. Ada juga lagu pemujaan yang Rani Mukhrjee nyanyiin di Kuch Kuch Hotahai.

Omje jagedi seharee…..famijee jagedi…sehareee….

Gue udah bertekad, gue mau apalin semua lagu lagu India. Biar kalau mau nyanyi banyak variasinya.
Lama kelamaan, gue tertarik sama Shah Ruhk Khan,
Lama kelamaan gue suka mampus sama Shah Rukh Khan,
Lama kelamaan gue tergila gila sama Shah Rukh Khan,

Gue hunting kaset kaset VCD yang ada SRK nya, jalan dari rumah sampai rental VC D yang jauhnya hampit satu km, gue jabanin, mengingat waktu SD gue takut naik angkot sendirian nggak bareng ibuk. Tiap siang, gue sama temen temen gue dengan semangat Pancasila, singsingkan lengan baju, lakukan stretching sebentar, kita jalan menjemput kebahagiaan kaset India. Cring! Seribu lima ratus buat satu film. Mengingat ntar yang nonton nggak Cuma gue, ya jelas yang bayar juga bukan Cuma gue. Gue tariki temen temen gue. Gue baru sadar, pokil nian gue! =.=
Habis itu pulang, menuju temen gue, Vina. Langsung disetel itu film. Belum ada setengah film, gue liat Mbak Isa udah mewek mewek. Gue liat ke kanan, Vita mendadak pilek sendlap sendlup, di belakang gue Vina udah meres kaos. Gue nggak mau ketinggalan, gue sok sok ngusep air mata gue. Sok sok sesegukan.
Ke, mbok nak ra pingin nangis, rasah ditangis tangiske! Bombongan!!” mbak Isa nyeletuk di tengah tengah meweknya. Gue langsung nyetop sesegukan gue. MasyaAllah…..galak tenan mbak Isa….gue jadi nangis beneran. Gue juga baru sadar satu hal. Gue emang nggak bisa acting!!

To be continued…

karena gue baik hati, gue kasih ni bonus buat loe.... ;p
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...