Monday, 5 July 2010

pengamen IMUT drove me crazy!!

Seperti biasa gue saben hari kudu bolak balik Ambarawa-Salatiga buat nimba ilmu. Ditemani angkot angkot kuning kayak. . . .(forget it!!) plus bis yang asapnya ngepul kemana mana. Sek sek, by the way soal bis legendaris yang katanya udah eksis di jagad raya perbisan dari jaman penjajahan Belanda itu, banyak sekali cerita cerita spiritual, lucu, hingga mengenaskan.

Uda empat tahun ini gue akrab sama bis bis itu. Dua kali sehari, kayak minum obat. Ibaratnya idup gue nggak bisa dipisahin lagi darinya. Melekat kuat setajam silet!! (lhoh???!!)

Gue rela nunggu berjam jam demi dia. Suntanning di depan Mal Laris, malnya warga Ambarawa Raya. Terpanggang sinar matahari yang bikin kulit eksotis gue makin MasyaAllah super eksotis kayak gula jawa dilumerin. Gimana gue nggak rela, orang itu bis jenis bis satu satunya yang nganter gue ke kampus tercinta. Kalau gue harus naik bis kecil yang lain, it means gua harus oper lagi di terminal Bawen, it means gue harus merogoh kocek lebih dalem. It means, kantong gue makin kempes! Oh, Gosh!!

Alhasil, gue harus rela nunggu itu bis. Padahal, nowadays, bis macam itu yang merek nya “SUKSES” mendadak hilang dari peredaran. Usut punya usut, semua bis yang berjudul SukSes dijual sama pemiliknya, tekor setor kurang mulu. Ternyata nggak selamanya nama membawa keberuntungan ya. Jelas jelas namanya SUKSES, eh, malah BANGKRUT. Nasiiiiiib. . .nasiiiib. That’s why bis macam itu udah makin langka kayak badak bercula satu. Yang ada tinggal bis dengan judul ESTO dan SARI. Heuwh!! Gue makin keringetan nungguin bisnya. But, I have to survive ladies and gentleman!!! Inget bapak emak di rumah, bikin kadar semangat gue mengatrolkan diri. Ibarat main game, tiap di serang musuh, nyawa tinggal setengah di-healing lagi biar tetep full.uyeeeeihh!!

Gue juga inget pepatah yang tememplek di katalog SMA kebanggan gue.SMA 1 Salatiga. Wehehehehe. By bu Tatik,pengampu mata kuliah KIMIA yahud.

“Urip iku ajar prihatin.”

Okok Bu Guru, lagsanakan!!!

Kembali ke netbook, kayak biasa gue nunggu bis eksotis itu, sendirian, kayak bolang kerudungan. Gue sok sok mencet mencetin HP aja, menyibukkan jempol jempol gue yang mulai kapalin mencet mencetin tombol sekeras baja gini. Eh, tiba tiba datanglah mas mas yang nggak kalah eksotisnya dari gue, cuman dia juga Imut. Item Mutlak. ( baiklah. . . .kayak yang ngomong!) =.=

Bak Rhoma Irama masa muda and versi ceking membopong sebuah gitar tua.

“Kayaknya gue kenal sama tu pengamen.” Pikir gue.

Usut punya usut di otak gue, dulu, long time ago, dia itu keneknya kakek gue tempoe doeloe pas gue masih cute and imyuut. Flash back kilat di otak gue. Masnya kui dengan suara sedikit sedikit ngebass, banyak cemprengnya, teriak teriak mencari penumpang.

Ngampin ngampin!!! Jambu Jambu!! Mbahrowo Mbahrowo!!”

Sambil tememplek di pintu mobil, tangan satunya pegangan, tangan satunya nunjuk nunjuk langit. (gimana bentuknya??)

Pandangannya menyapu jalanan. Matanya cekatan melongok di setiap tikungan dan gang jalan. Rambutnya terkiwir kiwir tertiup angin, bak artis iklan shampoo. Disisir jari langsung rapi. Nggak kok, Cuma shampoo. . . .

Sesekali dia tersenyum manis, membiarkan giginya tersembul di balik bibirnya yang sensual. Menyebarkan pesona di segala penjuru. Semua mata tertuju padamu.

Mobil melaju kencang, dia makin keenakan. Dasar mobil tempoe doeloe, karat dimana mana, ga kuat, besi pegangan ambrol, masnya ambrol, dan. . . .

Salatiga salatiga!!”

Lamunan gue buyar, bis SARI berdiri kokoh di depan mata. Gue naik. Mas pengamen naik. Aroma yang bersumber dari mas mas pengamen menari nari di hidungku. Inalillah. . . .

Gue cari tempat duduk yang setrategis. Seat idaman gue itu tengah tengah, pojok kanan dekat jendela. Dengan begitu gue bisa liat pemandangan sepanjang jalan, sawah sawah yang terhampar luas di kaki gunung, kebun kopi yang wangi setiap sang bunga bermekaran. Subhanallah. . . . sambil tentunya gue berkhayal ria. . .aw awa aw aw. . .

Sejurus kemudian, mas imut menggenjreng gitarnya.

Dia pasti sedang checksound, pikirku.

Genjrengan kedua, genjrengan ketiga, dan suaranya membahana.

Berapa kali ku harus katakan cinta
Berapa lama ku harus menunggumu

Diujung gelisah ini aku
Tak sedikitpun tak ingat kamu
Namun dirimu masih begitu
Acuhkan ku tak mau tahu


Luka luka luka yang kurasakan
Bertubi tubi tubi yang kau berikan
Cintaku bertepuk sebelah tangan
Tapi aku balas senyum keindahan
Bertahan satu cinta
Bertahan satu c.i.n.t.a
Bertahan satu cinta
Bertahan satu c.i.n.t.a

Pernahkan engkau sejenak mengingat aku
Pernahkan ingat walau seperti angin berlalu

Di setiap malam kini aku
Tak sedetikpun tak ingat kamu
Namun dirimu masih begitu
Acuhkan ku tak mau tahu


Gue keenakan. Gue menyisir pemandangan sepanjang perjalanan, sambil merem melek meresapi backsound yang mengalun lumayan merdu. Nilai 7,5 lebih lah, sudah melewati batas tuntas kalau bahasa sekolahnya. Suara mas Imut walau cempreng tapi bagus. Unik. Ya bolehlah, kalau cewek, ala Dek Citra Indonesia Idol gitu. . . cempreng sengau seksi eksotis!!

Gue terbawa alunan lagu. Videoklip mendadak tersetel di otak gue.

Gue tukang ojek yang sunbaked di teriknya sinar matahari, bermandikan sinar yang hampir membakar, bahasa kerennya keringat mbrebes mili alias menganak sungai. Dia, cowok PASKIBRA yang sering minta dianterin pulang ke rumahnya. Mas Cool yang super charming dengan badan tegap dan otot trisep bisep yang bernilai 8,5. Gue nganterin dia, kepanasan, keujanan, gue jabanin. The most important thing is I could pick him up and made sure he would be home savely. Of course with me!! I wanted to meet him up,I could see him although from far away. Because I was attracted with him, no, much more than it. I was crazy about him. I loved him badly. His name always came out in every breath. ( hasyah!!)

Tiap gue nganterin dia, tiap dia berbalik arah dan jalan ke rumahnya, gue terus nyanyi

Bertahan satu ciiiiiiinta, . . .bertahan satu c.i.n.t.a

Dengan suara sedih sesedih sedihnya.

Dengan gerakan slow motion, dia berbalik ke arahku, seketika itu juga rambutnya bergoyang goyang bak ilalang tertiup angin, dia melemparkan senyum padaku. Hap!! Gue tangkap, gue kantongi buat bekal hari ini. (mulai ngedan )

Lagu pertama selesai, dengan begitu selesai juga videoklip di otak gue.

Eh, ternyata nggak ada lagu kedua ding. Karena gue suka itu lagu yang dinyanyiin mas imut, dan Alhamdulillah masih ada receh uang kembalian beli rokok tadi pagi ( NB : disuruh beliin Bapak ), gue rogoh receh receh gue, yes!! Ketemu.

Waktu dia udah deket sama seat gue buat nyodorin wadah permen SUGUS kosong, tiba tiba suara lain mengalun merdu.

“Hey!! Yang ada di sana!! Yang ada di sini!! Semua ikut bernyanyi!!!”

gue kaget, cuz sumber suara ada di saku celananya. Dia juga terlihat sedikit kaget sambil meraba raba kantong celananya. Lagu Sexy by Kotak mengalun keras tak terelakkan. Saat itu gue memperkirakan volume suara Hpnya tingkat 5. La wong kerasnya MasyaAllah. . . . karena itu HP ngoceh mulu, dengan ragu ragu dia ambil itu HP. Buje gileeeeeeeee

HP Nokia N73 cemengkling di tangannya. Serasa memegang intan permata, HP N73 itu terlihat berkilauan di dekapan tangan eksotisnya. Mengeluarkan sayap dan menari nari di udara. ( khayalan tingkat tinggi.)

Gue langsung berubah pikiran. Gue yang mahasiswa aja paling mentok bunyi HP gue musik 4 detik by NOKIA kae. Bandingin sama HP mas Imut??

Kayak Bumi dan Merkurius!!

Slesep!! Gue masukin receh receh gue, aman di tempat semula. Sementara mas Imut menjawab panggilan dari suara di seberang.

“Hallo???”

“Iki aku gek tugas, bos!” ( ini gue lagi bertugas, bos!)

“Oke!ngko aku tak ning beskem. Siap. . . .” (oke, nanti gue ke bascamp, siap. . .)

buje gileeeee. . . .tugas dia bilang. . .tugas manggung di bis, mas Imut?? Ini mas gaul pisan. . .

Gue yakinkan diri. Tidak ada kesempatan untukmu, mas. . .Maaf! kau telah menyakitiku. . . (lebay!!!)

“Mbak??”, tawarnya menyodorkan bungkus permen SUGUS kosong. Aku menggeleng. Lebih baik receh ini untuk embah embah yang sering bernaung di bawah pohon deket kampus gue.

HP mu menyisakan perih di hatiku, mas. . . .
Ijolan mbok an!!!

3 comments:

  1. hahaha~
    sep sep~
    gile bener cerita lo~
    hahaha~
    lucu~
    mpe ktawa Q~

    ReplyDelete
    Replies
    1. hành vi vẫn cứ tiếp tục thì chỉ có thể tiếp tục đào tẩu như trước. Cuối cùng trong Yêu Linh chi địa một bước cũng khó mà đi được. Chỉ có thể bế quan tiềm tu. Nhưng mà như vậy thì không có chiến công không thể có được cơ hội dung hợp Cổ yêu.

      Tất cả những nguyên nhân đó khiến cho tu sĩ đi vào yêu linh chi địa đều tìm mọi cách để có được chức vụ trong quận. Mà như thế thì nhất định phải coi giữ quân quy. Nếu mà phản lại quân quy sẽ mất đi tất cả mọi thứ.

      Đối với điểm này, Vương Lâm vô cùng rõ ràng. Nếu hắn ra tay ngay để chỉnh đốn khó tránh khỏi giết người. Hơn nữa, đám yêu binh môt khi đã tin tưởng một người nào đó thì cho dù có giết người cũng không giải quyết được vấn đề. Cuối cùng chính bản thân mình lại vi phậm quân quy, không thể chỉnh đốn thành công.
      dong tam mu lậu cho thuê phòng trọ cho thuê phòng trọ nhạc sàn cực mạnh tư vấn pháp luật qua điện thoại công ty luật hà nội số điện thoại tư vấn luật dịch vụ thành lập doanh nghiệp
      Rất nhiều tu sĩ có đại thần thông tới đây đều thất bại. Dù sao thì hơn một ngàn người đi vào đây, sau khi trải qua một số trận đấu chỉ có thể có được một số ít người đứng vững.

      Trong đó một số tu sĩ có tính tình tương đối táo bạo. Gặp phải yêu binh không nghe lời

      Delete
  2. ehehehehe.
    tengkyuh seph, gue udah release entry baru.
    dibaca yah. . . .hi8

    ReplyDelete